17 Juli 2009 Berca Hardayaperkasa Kuasai Lisensi BWA

Jakarta, Koran Jakarta – PT Berca Hardayaperkasa menjadi penguasa lisensi Broadband Wireless Access (BWA) yang digelar Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) sejak tiga hari lalu melalui e-auction.

Perusahaan yang menginduk pada Central Cipta Murdaya (CCM) tersebut memenangi delapan dari 15 zona yang ditawarkan dengan penguasaan di masing-masing zona sebesar satu blok frekuensi (15 MHz). CCM adalah perusahaan yang dikendalikan Siti Hartati Murdaya.

“Hasil dari lelang sangat bagus. Harga bisa melejit secara rata-rata di setiap zona melejit hingga sembilan kali lipat dari penawaran dasar yang ditentukan oleh pemerintah,” ungkap Menkominfo Muhammad Nuh di Jakarta, Kamis (16/7).

Nuh tidak khawatir harga yang tinggi akan membuat koneksi Internet dengan teknologi Wimax bakal mahal. Pasalnya, Biaya Hak Penyelenggara (BHP) akan secara linear mengikuti harga frekuensi.

Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Rinaldi Firmansyah mengaku tidak begitu bernafsu untuk memenangi tender BWA. Telkom hanya memenangi lima zona.

Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Bidang Kajian Teknologi Taufik Hasan mengingatkan melejitnya harga frekuensi BWA akan menjadi tantangan bagi pengusaha untuk memberikan harga akses Internet murah.

“Tetapi ini juga mencerminkan adanya kepercayaan pemain industri bahwa di 2,3 GHz bisa menghasilkan keuntungan. Semoga di 2,5 GHz pemerintah harus mampu mengubah harga frekuensi. Hitungan sederhana dari segi lebar pita saja seharusnya bisa dapat 2,5 triliun rupiah,” katanya.

Anggota Forum Komunikasi Broadband Wireless Indonesia (FKBWI) Wahyu Haryadi terkejut dengan harga selangit yang ditawar untuk zona-4, dimana harga per 1 MHz empat kali lipat lebih mahal dari harga spektrum 3G, yakni 160 miliar rupiah. ■ dni/E-3

0 komentar: