21 Juli 2009 PT Telkom Bantu Irene Kharisma

Bandung, Pikiran Rakyat (18/07/2009) – Pecatur Jawa Barat, Grand Master Wanita (GMW) Irene Kharisma Sukandar mendapatkan bantuan dana pembinaan dari PT Telkom Rp75 juta untuk mendukung upaya pencatur putri terbaik Indonesia itu mewujudkan ambisi meraih gelar grand master pria.

Bantuan tersebut diserahkan Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jawa Barat H. Syafik Umar, disaksikan Vice President Internal Audit yang juga Ketua Catur Telkom Herry Bowopoernomo dan Vice Rector Genaral Affair Telkom Hendratno, di Aula Kantor Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika No. 77 Bandung, Jumat (17/7).

Irene merupakan pecatur putri pertama yang meraih grand master. Namun, pecatur asal Bekasi itu bertekad untuk merebut grand master pria. Ia membutuhkan tambahan 200 rating untuk mencapai itu dan akan menimba pengalaman di Eropa.

Syafik Umar mengharapkan agar bantuan tersebut bisa digunakan semaksimal mungkin untuk meningkatkan prestasi Irene. Sebelumnya, pada 24 Maret lalu, ia juga sudah mendapatkan bantuan dari Gubernur Jabar. Menurut Syafik, Irene merupakan ikon catur Jabar saat ini dan menjadi contoh bagi para pecatur muda, khususnya yang ada di Jabar.

Syafik secara khusus mengucapkan terima kasih kepada PT Telkom dan berharap bisa lebih banyak perusahaan yang peduli dan memberikan kontribusinya bagi kemajuan catur Jabar. Ia yakin dengan dukungan semua pihak, catur Jabar akan tetap menjadi yang terbaik di Indonesia.

“Potensi catur Jabar sangat besar. Saya merasa bangga melihat pada kejurda lalu banyak sekali pecatur-pecatur muda yang ambil bagian. Hal ini semakin membuktikan bahwa Jabar merupakan lumbung pecatur potensial di tanah air,” kata Syafik.

Herry Bowopoernomo mengatakan, pihaknya sangat bangga dengan prestasi yang dicapai Irene. Bantuan merupakan bentuk perhatian atas prestasi tersebut, juga bagian dari corporate social responsibility (CSR) dari Telkom.

“Bantuan ini juga merupakan bentuk komitmen Telkom dalam mendukung pembinaan catur di Jabar. Selama ini, kami telah sebelas kali melaksanakan kejuaraan Telkom Open,” tutur Herry.

Sementara itu, Irene mengaku senang atas perhatian yang diterimanya. Ia pun menegaskan kembali komitmentnya untuk tatap berada di Jabar. Apa yang dilakukannya saat ini semata buka karena materi, melainkan lebih pada kecintaannya berada di Jabar.

“Kalau melihat materi, saya tidak perlu seperti ini. Saya tinggal duduk manis karena sudah ada daerah yang sanggup membiayai kepergian saya ke Eropa. Mereka mau menanggung Rp1,8 miliar yang saya butuhkan, namun saya masih tetap ingin di Jabar,” ujar Irene.

Irene rencananya akan kembali melakukan tur dengan mengikuti kejuaraan di Vietnam. Ia akan berangkat pada 19 Juli, kemudian dia akan terbang ke Swiss. Sekitar Agustus, Irene akan kembali ke tanah air. (A-126)***

0 komentar: