21 Juli 2009 Telkom Kuasai 12 Broadband Wireless Access

Media Indonesia – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memperoleh lisensi broadband wireless access (BWA) untuk 12 zona di Tanah Air. Itu diperoleh setelah memenangi tender yang digelar pemerintah pekan lalu.

Lisensi tersebut meliputi tujuh di 3,3 GHz dan lima di 2,3 GHz tanpa overlap. Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia, menjelaskan lisensi BWA 3,3 GHz untuk tujuh zona itu mencakup Jabodetabek, Banten, Sumatra Utara, Sumatra Tengah, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Lisensi BWA 2,3 GHz untuk lima zona lainnya yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Papua, dan Maluku.

BWA memiliki keunggulan kompetitif antara lain dalam aspek kecepatan penggelaran infrastruktur bila dibandingkan dengan kabel (wireline), estimasi nilai investasi yang lebih menarik, dan kesesuaian dengan kebutuhan gaya hidup masyarakat urban untuk layanan broadband (bergerak, nyaman, dan mudah).

Dia menambahkan, dengan portofolio broadband tersebut, Telkom akan dapat melayani penyediaan akses internet terjangkau bagi hampir seluruh populasi di Indonesia. Dalam lelang yang diselenggarakan secara elektronik, ada 21 peserta yang memperebutkan 15 zona BWA di Indonesia.

Awalnya pemerintah menawarkan harga Rp52 miliar untuk 15 zona itu. Namun, karena banyak peminat, pemerintah lalu menetapkan harga Rp460 miliar di akhir lelang dan dimenangi delapan peserta.

“Lisensi tambahan yang dimiliki tersebut akan dimanfaatkan Telkom maupun anak-anak perusahaan, khususnya Telkomsel,” tambahnya.

Layanan internet cepat Speedy dan Telkomsel Flash dari Telkomsel diklaim akan dapat lebih maksimal melayani kebutuhan internet cepat dan mobilitas tinggi. Selain itu, perolehan lisensi BWA akan memperkuat bisnis new wave business yang tengah tumbuh. Teknologi new wave itu akan menyelaraskan kebutuhan bagi pelanggan ritel dan korporasi.

“Lisensi baru itu akan memuluskan jalan untuk migrasi ke high-speed, mobilitas penuh, sesuai dengan permintaan untuk layanan suara, internet, dan multimedia,” ungkapnya. (*/E-4)

0 komentar: