21 Juli 2009 Tidak Didukung Layanan Purnajual

Menteri Pangestu Stop Peredaran BlackBerry

Rakyat Merdeka – Departemen Perdagangan menghentikan sementara peredaran BlackBerry sesuai dengan Permendag No.19 tahun 2009 hingga 26 Agustus 2009. bahkan, setelah BlackBerry, telepon genggang iPhone produksi Apple juga akan diselidiki, karena hingga saat ini belum mempunyai layanan purnajual sendiri.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu memastikan, produsen BlackBerry untuk sementara waktu menghentikan penjualannya sampai 26 Agustus 2009. Imbauan penghentian sementara ini bertujuan agar produsen tersebut untuk segera membangun layanan purna jual (service center) sesuai dengan Permendag No. 19 tahun 2009.

“Kami beri tenggat waktu hingga 26 Agustus kepada mereka untuk segera memenuhi semua syarat edar sesuai dengan Permendag,” kata Mari usai melakukan kunjungan kerja ke pabrik II PT Arwana Citramulia, Cikande, Banten, kemarin.

Selain akan menindak tegas produsen BlackBerry, kata Mari, pihaknya juga akan melakukan hal serupa kepada produsen telepon genggam lainnya jika ada yang belum memiliki layanan purna jual setelah tanggal tersebut. “Kami akan hentikan peredarannya. Hal ini penting untuk melindungi konsumen,” terang Mari.

Direktur Jenderal perdagangan Luar Negeri Depdag Diah Maulida menambahkan, pihaknya tidak bisa menghentikan impor. Yang bisa dilakukan adalah melarang peredaran BlackBerry karena tidak memenuhi syarat edar sesuai dengan Permendag.

“Departemen Perdagangan tidak akan menghentikan impornya. Tapi dipastikan produk itu tidak bisa beredar di masyarakat,” kata Diah.

Menurut Diah, secara bisnis, seharusnya produsen itu tidak akan mungkin menjual dengan model seperti ini. “Seharusnya mereka tahun dan harus punya izin edar dari Dirjenpostel. Sehingga sebelum impor harus memperhatikan persyaratan,” tandasnya.

Diah menambahkan, produk BlackBerry termasuk dalam importir yang impornya diatur melalui Permendag No. 56/2008 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu.

“Importir BlackBerry masuk dalam IT produk elektronik yang diawasi ketat impornya,” pungkasnya.

Sesuai dengan aturan Permendag No.19 tahun 2009 yang mengatur tentang pendaftaran petunjuk penggunaan (manual) dan kartu jaminan/garansi purnajual dalam bahasa Indonesia, maka bagi setiap produk telematika dan elektronika harus mempunyai layana purnajual. ■ TIO

0 komentar: