10 September 2009 Indosat terbitkan sukuk Rp400 miliar

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia

Jakarta: PT Indosat Tbk akan menerbitkan sukuk Rp400 miliar sebagai bagian dari emisi surat utang bernilai total Rp1,5 triliun pada akhir tahun ini guna membiayai ekspansi dan pembiayaan kembali (refinancing) utang.

Direktur Utama Indosat Harry Sasongko mengatakan perseroan akan menerbitkan sukuk senilai Rp400 miliar, sedangkan obligasi konvensional mencapai Rp1,1 triliun. Dia mengisyaratkan kalau kondisi pasar bagus, nilai emisi itu bisa dinaikkan.

“Kalau minat [pemodal] bagus, bunga [obligasi] cukup rendah, kenapa tidak?” ujarnya di sela-sela acara buka puasa bersama Indosat dengan wartawan, tadi malam.

Harry menambahkan obligasi akan diterbitkan dalam beberapa seri dengan jangka waktu berkisar 1-5 tahun. Dia juga menjelaskan emisi surat utang ini merupakan bagian dari strategi pembiayaan rutin perusahaan.

Menurut dia, nilai emisi Rp1,5 triliun itu mencukupi hingga akhir tahun. Kendati demikian, Indosat akan tetap mengkaji semua opsi yang ada.

Terkait dengan rencana penerbitan surat utang itu, Harry mengatakan manajemen telah menunjuk Mandiri Sekuritas, Danareksi Sekuritas, dan DBS Vickers Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi.

Perusahaan telekomunikasi terbesar kedua nasional itu menargetkan obligasi dapat terbit pada kuartal IV/2009, dengan menggunakan dasar laporan keuangan tengah tahunan.

Harry memaparkan penerbitan surat utang ini dilakukan sebagian untuk membiayai utang perseroan. Sebagai gambaran, posisi utang perseroan utang perseroan hingga 30 Juni 2009 melonjak 15,3% dari Rp19,68 triliun menjadi Rp22,69 triliun.

Proyeksi laba
Pada kesempatan yang sama, Harry memproyeksikan pendapatan dan laba bersih Indosat kemungkinan tumbuh tipis pada tahun ini. Meski ada potensi penguatan rupiah pada akhir tahun ini. Meski ada potensi penguatan rupiah pada akhir tahun, dia menolak berkomentar lebih jauh soal kinerja perseroan.

“Nilai tukar kan bergerak terus, kalau sekarang rupiah menguat belum tentu bertahan begitu sampai akhir tahun. Dampaknya terhadap laba bersih belum bisa diperkirakan.”

Mengenai pelanggan, dia mengatakan pembersihan data pelanggan seluler dari tipe pelanggan jenis calling card kemungkinan tidak akan dilakukan lagi pada semester II/2009 ini. “Itu karena sekarang [data pelanggan] sudah mulai bersih [dari pelanggan jenis calling card].

Pelanggan tipe calling card adalah pengguna nomor seluler yang hanya memanfaatkan program promosi untuk kemudian tidak mengisi ulang pulsanya dan membiarkan kartu hangus.

0 komentar: