25 September 2009 Kesiapan vendor WiMax lokal didesak

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

Jakarta: Operator WiMax (worldwide interoperability for microwave access) berharap vendor perangkat lokal siap dalam mengikuti rencana penggelaran jaringan yang akan digelar 2010.

Indar Atmanto, Direktur Utama PT Indosat Mega Media (IM2), menuturkan kesuksesan penggelaran sangat mengandalkan kesiapan vendor perangkat lokal.

“Saat ini perhatian kami lebih ke detail perencanaan roll-out ini. Harapan kami vendor juga mengikutinya [rencana penggelaran], agar pada 2010 semuanya sudah siap,” ujarnya kepada Bisnis baru-baru ini.

Apapun, terkait dengan penyesuaian perangkat baik base transceiver station maupun lainnya yang dibutuhkan, IM2 masih terus melakukan pemantauan persiapan vendor.

Indar mengatakan sebagai salah satu pemenang ternder, proses administrasi termasuk kewajiban penyerahan performance bond, pembayaran up font fee, dan biaya hak penggunaan (BHP) akan dipenuhi sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Basuki Yusuf Iskandar, Plt Dirjen Postel Depkominfo mengatakan delapan operator WiMax sudah menyerahkan komitmen membangun jaringan (perfomrmance bond).

“Setelah mendapatkan IPP [izin prinsip penyelenggaraan] mereka membayar up front fee dan BHP pada 11-17 November 2009,” ujarnya.

Semula Depkominfo menargetkan paling lambat awal November tahun ini izin prinsip sudah bisa diberikan kepada para pemenang lelang.

Namun, masih adanya masalah teknis menyangkut pembagian blok, karena penawar terbesar disetiap zona dapat memilih lebar frekuensi di 2,3 gigahertz (GHz) itu, maka jaadwal sedikit tertunda.

Setoran terbesar
Perusahaan pemenang tender akan menyetorkan up front fee sebesar Rp438,64 miliar dan biaya hak penyelenggaraaan (BHP) tahun pertama sebesar Rp438,64 miliar. Dana BHP tersebut akan dibayarkan setiap tahun kepada pemerintah.

Berca Hardayaperkasa menjadi pemenang tunggal zona 2 Sumatra bagian tengah, zona 3 Sumatra bagian selatan, zona 8 Bali dan Nusa Tenggara, zona 11 Sulawesi bagian selatan, zona 13 Kalimantan bagian barat, serta zona 14 Kalimantan bagian timur.

Berca menang di zona 1 Sumatra bagian utara dengan harga penawaran Rp6,6 miliar dan di zona 15 Kepulauan Riau dengan harga penawaran Rp4 miliar.

Setoran terbesar kedua berasal dari PT First Media yang berhasil memenangi zona 4, wilayah Banten, Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi dengan penawaran Rp101,21 miliar untuk satu blok, ditambah satu blok di zona 1 dengan penawaran sebesar Rp7,2 miliar.

Perusahaan ini harus membayar sebesar Rp108,41 miliar untuk tahun pertama.

0 komentar: