04 Oktober 2009 IdotTV Luncurkan Kartu SIM untuk Wisman

Jakarta, Investor Daily (02/10/2009) – PT IdotTV meluncurkan Global Stater Pack (GSP), kartu SIM prabayar, yang bisa dipakai di beberapa negara. Kartu telepon seluler ini bisa digunakan mereka yang sering melancong ke negara lain.

“Adanya GSP akan mempermudah wisatawan, karena bisa membeli kartu ini sebelum berangkat dan langsung bisa menggunakan begitu tiba di negara tujuan,” kata President Direktur PT IdotTV Jacqueline Losung di Jakarta, Kamis (1/10).

Dia menjelsakan, adanya GSP wisatawan dapat menikmati tarif yang kompetitif sebagai alternatif biaya roaming. Para wisatawan, lanjut dia, akan mendapatkan manfaat tawaran value added service (VAS) yang menarik dari partner-partner IdotTV untuk memenuhi kebutuhan wisata mereka.

Lebih lanjut, Jacqueline menjelaskan, harga kartu dimulai dari Rp100 ribu dan wisatawan dari seluruh dunia sudah bisa mendapatkan GSP perusahaan telekomunikasi lokal dari negara-negara, seperti Indonesia (Indosat), Malaysia (Celcom), Kamboja (Hello), Singapura (M1), dan lain-lain.

Selain itu, untuk para travel agent, kata dia, GSP memberikan jalur pendapatan baru yang menggantikan laba hilang dari zero commission move yang dikeluarkan semua maskapai penerbangan baru-baru ini. Dengan adanya kerja sama dengan PT Abacus Distribution System Indonesia, travel agent dapat menjual GSP secara cost effective. Sebab, perusahaan itu dapat menggunakan platform yang sama, yaitu Abacus Whiz Platform yang juga digunakan untuk menjual tiket pesawat.

Dia juga mengharapkan, banyak perusahaan travel agent yang ikut bergabung sebagai penjual GSP sekligus menambah partner perusahaan telekomunikasi lainnya untuk bergabung dalam program GSP ini.

Sementara itu, Dirut Indosat Harry Sasongko berharap, kerja sama ini dapat memberikan manfaat dan kepuasan bagi banyak pihak, terutama wisatawan mancanegara yang berwisata ke Indonesia. “Kami terus mendukung upaya memberi kenyamanan akses telekomunikasi bagi para wisatawan dengan memanfaatkan layanan prabayar Indosat,” kata Harry. (mam/cep)

0 komentar: