07 Oktober 2009 Provider Telekomuniaksi Menyiapkan Infrastruktur Komunikasi Darurat

Kontan – Penyedia jasa telekomunikasi bergerak cepat untuk memulihkan akses telekomunikasi di Sumatera Barat yang mempet akibat gempa.

PT Telkom, ambil contoh, mendirikan posko di kantor Telkom yang berlokasi di Jalan KH Achmad Dachlan Nomor 17, Padang. Eddy Kurnia, Vice President Public and Marketing Communication Telkom mengungkapkan, perusahaannya mendirikan posko ini untuk membantu masyarakat yang memerlukan sarana telekomunikasi. “Ini juga membantu proses tanggap darurat oleh tim-tim relawan,” ungkapnya.

Telkom telah menyediakan 20 unit Flexi Home bagi posko-posko bencana yang ada di padang dan sekitarnya.

Selain itu mereka membagi ratusan ponsel Flexi kepada para relawan yang sedang berjuang di lokasi bencana.

Mengingat banyak instalasi telepon di rumah pelanggan yang mengalami kerusakan, Telkom menyediakan fasilitas telepon gratis 0800.1000.000. “Segera akan kami publikasikan kesiapan fasilitas telepon bebas pulsa dari Telkom,” ucapnya.

Berdasar laporan terakhir, dari 85 BTS (Base Transceiver Station) milik Flexi, 48 di antaranya sudah dalam status aktif beroperasi. Rinciannya 9 BTS untuk kode area 0751, 18 BTS untuk kode area 0752, 3 BTS untuk 0753, 9 BTS untuk 0754, dan 9 BTS untuk 0755. Terkait layanan seluler Telkomsel, Eddy menyatakan, sentral utama (MSC) Telkomsel dalam kondisi baik berdasarkan laporan terakhir.

Kantor Telkom di Padang sendiri saat ini tidak bisa digunakan karena rusak akibat gempa. “Kami sedang berusaha mendirikan kantor darurat di stadion tenis,” kata Eddy.

Sementara PT Indosat Tbk (Indosat) mengaku layanan telekomunikasi kini sudah berjalan normal, khususnya di Padang. Adita Irawati Group Head Corporate Communications Indosat bilang, layanan Matrix, Mentari, IM3 dan StarOne sudah normal. “Masalahnya, saat ini kepadatan trafik telekomunikasi meningkat,” katanya.

Di Padang, sebagian besar BTS telah aktif berjalan seperti biasa. Adita bilang. Indosat masih mengusahakan aktivasi BTS di Solok, Bukittinggi, dan Pariaman.

Masalahnya, walaupun kerusakan infrastruktur tidak parah, tidak adanya akses listrik membuat jaringan yang ada tidak beroperasi maksimal. Karena itu, Indosat mendatangkan generator beserta bahan bakarnya sebagai sumber pasokan listrik sementara dari beberapa kantor cabang Indosat seperti Palembang, Pekanbaru, dan Medan.

Adita berharap, adanya pasokan generator ini dapat mendukung sejumlah BTS di Sumatera Barat agar dapat beroperasi seperti biasa. Indosat menggunakan 20 unit genset sebagai sumber daya listrik infrastrukturnya di wilayah sekitar gempa.

Sedangkan anak usaha Indosat, PT Indosat Mega Media (IM2), yang menyediakan jasa internet dan multimedia akan mengirimkan bantuan teknisi dan mobil sistem telekomunikasi satelit atau Very Small Aperture Terminal (VSAT) guna membangun infrastruktur komunikasi darurat di wilayah Padang.

VSAT C-Band milik IM2 dilokasikan di kantor gubernur Jalan Jenderal Sudirman No. 51 Padang yang saat ini berlaku sebagai pusat informasi bencana menyusul runtuhnya jaringan komunikasi. Masyarakat dan tim relawan petugas dapat memanfaatkan akses internet berkecepatan 1 Mbps secara gratis. ■


0 komentar: