Axis Incar 6 Juta Pelanggan
Jakarta, Investor Daily – Operator seluler Axis PT Natrindo Telepon Seluler (NTS) mengincar enam juta pelanggan tahun ini. Untuk itu, NTS siap berinvestasi sebesar US$ 500 juta untuk memperluas dan memperkuat jaringan.
“Tahun ini masih bagus prospeknya bagi kami untuk meraih pelanggan dua kali lipat dari tahun lalu, yang sampai akhir 2009 menjadi 6 juta pelanggan,” kata Presiden Direktur PT NTS Erik Aas saat memaparkan rencana perusahaan 2009 di Jakarta, Selasa (13/1).
Operator yang melakukannya peluncuran regional pada Februari 2008 itu memasang target kenaikan dua kali lipat untuk pelanggan, base transceiver station (BTS), dan jangkauan populasi (population coverage).
Sementara itu, penetrasi produk Axis seperti Salam, Axis Asik dan Axis Akrab selama 2008 sebanyak 3 juta pelanggan. Yang menarik, 50% pelanggannya memanfaatkan layanan ring back tone (RBT).
Selama 10 bulan (Februari-Desember 2008), Axis berhasil membangun 3000 unit BTS. Sedangkan, pancarannya bisa diterima 88 juta orang atau 39% dari populasi penduduk, yang umumnya terkonsentrasi di Sumatera dan Jawa.
Enam Juta Pelanggan
Terkait target selama 2009, Erik mengatakan jumlah pelanggannya diharapkan menjadi 6 juta. Sedangkan unit BTS menjadi 6.000. Axis akan menggelontorkan US$ 500 juta untuk penambahan BTS dan akuisisi pelanggan.
Pemegang saham Axis, Saudi Telecom Company (STC) dan Maxis Communications Berhad (Malaysia), kata dia, berkomitmen untuk memperkuat pasar Axis di Indonesia.
“Bukti lainnya, rencana kami untuk menempati gedung baru sebagai kantor pusat kami di Mega Kuningan sudah disetujui,” tandas dia.
Menurut dia, setelah setahun, pemegang saham yakni pasar Indonesia masih menarik. Penetrasi pelanggan secara nasional selama dua tahun terakhir sangat bagus, sebesar 52 juta (2007) dan 91 juta (2008). Penetrasi pelanggan diperkirakan 117 juta tahun ini.
Sedangkan untuk penetrasi SIM Axis sebesar 103 juta (2007) dan 172 juta (2008). Untuk penetrasi SIM dua tahun kedepan, diperkirakan sebesar 213 juta (2009) dan 231 juta (2010).
Faktor lain yang mendukung optimisme itu, lanjut dia, konsumen kian peka terhadap tarif seluler. Namun, dia mengakui penerapan tarif cukup membingungkan konsumen saat ini. Pasalnya, konsumen masih bingung mengetahui cara penetapan tarif percakapan.
“Konsumen akan lebih pandai mencari layanan dengan nilai dan harga yang terjangkau daripada sebelumnya,” papar dia.
Axis, kata Erik, menawarkan tarif tetap yang sederhana, transparan, dan bersaing tanpa syarat dan ketentuan yang tersembunyi. Market research mencatat perbandingan tarif Akrab dan Axis dengan enam operator Global Syatem for Mobile (SGM) dan satu Code Division Multiple Access (CDMA) cukup signifikan. Tarif Akrab dan Axis masing-masing sebesar Rp 32.260 dan Rp 41.800. Tarif tertinggi dan terndah GSM yakni Rp 266.500 dan Rp 135.950. Sedangkan tarif CDMA rata-rata Rp 90.830. (cep)s

0 komentar:
Posting Komentar