Banjarmasin Jadi Provinsi Cyber
Martapura, Investor Daily – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkonifo) Muhammad Nuh dan President Direktur (Presdir) PT Excelcomindo Pratama Hasnul Suhaimi berharap, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, bisa menjadi provinsi cyber sehingga bisa ditiru daerah lain.
“Teknologi Informasi (TI) harus jadi motor penggerak. Kalau nantinya Kalimantan Selatan jadi full cyber, ini harus dikloning ke provinsi lain,” ujar Muhammad Nuh saat meresmikan Pondek Pesantren Darussalam, Martapura, Kalimantan Selatan, sebagai pondok pesantren berbasis TI, Jumat (30/1).
Dia menjelaskan, pada 2005, hasil penelitian Deutch Bank menunjukkan, biaya berlangganan internet di Indonesia termasuk termahal di dunia. Pada 2008, biaya berlangganan internet di Indonesia menjadi yang termurah di Asia. “Kita sudah merombak fondasinya agar TI terjangkau buat siapa saja. Itu kita modifikasi agar tarifnya paling murah,” kata Mekominfo.
Pada kesempatan itu, ia menjelaskan, sebelum milenium ketiga adalah era industri yang ditandai dengan segala sesuatu dikaitkan dengan mesin. “Sekarang eranya TI, yang tak lain adalah komputer dan jaringan internet,” kata dia. Menteri menjelaskan, lembaga pendidikan sangat memegang peranan penting bagi suatu daerah untuk menjadi provinsi cyber. Ia mendorong semua operator telekomunikasi untuk mendukung penyediaan sarana pendidikan berbasis TI di daerah, seperti Banjarmasin.
“Semua butuh komputer, begitu juga pondok pesantren. Sebab, siapa yang tidak menguasai teknologi, akan tertinggal. Kami akan meminta operator untuk membantu,” ujar Nuh.
Pada kesempatan itu, PT Excelcomindo Pratama (EP) melalui Indonesian Telecommunication User Group (IDTUG) menyerahkan donasi 12 perangkat komputer, akses internet dan beragam pelatihan untuk menjadikan Ponpes Darussalam sebagai pondok pesantren berbasis TI.
Ponpes yang berdiri sejak 1914 ini memiliki 14.500 santri. Menurut Presdir PT EP Hasnul Suhaimi, jika program ini berhasil , pihaknya akan melanjutkannya ke lembaga pendidikan lain di Tanah Air.
“Pondok pesantren ini jadi proyek percontohan,” kata Hasnul. Hasnul mengatakan, operator XL berharap bisa membantu menyediakan perangkat komputer beserta internet untuk 60 sekolah pada tahun ini. Yakni, dengan mendonasikan tak kurang dari 300 komputer plus akses internet pita lebar. “Kami juga akan membantu men-training sekitar 15 guru di seluruh Indonesia,” kata dia. (rz)
0 komentar:
Posting Komentar