31 Maret 2009 Indosat Konservatif Tetapkan Rencana Bisnis Tahun Ini

Media Indonesia – PT Indosat Tbk menyiapkan belanja modal senilai US$600 juta untuk membangun aset tetapnya pada 2009.
“Prospek 2009 masih penuh dengan ketidakpastian jadi rencana disusun dengan konservatif,” kata Direktur Utama Indosat Johnny Swandi Sjam di Jakarta, kemarin.

Belanja modal senilai US$600 juta akan digunakan untuk membangun aset tetap yang mendukung ketiga lini bisnis perusahaan itu yakni seluler, data tetap, dan telepon tetap.

Perseroan menyusun rencana yang konservatif menghadapi gejolak krisis finansial global sejalan dengan kebijakan perusahaan yang menerapkan prinsip kehati-hatian.
Meski begitu, pihaknya menyatakan akan tetap fleksibel dalam kaitannya untuk meningkatkan belanja modal sesuai dengan kondisi bisnis yang berkembang dan mungkin terjadi.

Pihaknya menyatakan akan tatap menjalankan strategi yang kuat dan seimbang antara pengelolaan keuangan dan rencana penanaman modal untuk mengembangkan bisnis.

“Didasari atas prinsip ini berharap dapat memenuhi komitmen kami untuk menyediakan layanan terbaik bagi para pelanggan dan memberikan nilai terbaik bagi para pemegang saham,” ujarnya.

Pendapatan BTEL naik
Sementara itu, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mencatat pendapatan kotor perusahaan pada 2008 sebesar Rp2,805 triliun atau meningkat 67,8% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp1,672 triliun.

Corporate Communication Bakrie Telecom A Noorman Iljas dalam keterangan tertulis menyatakan catatan positif pendapatan itu semakin memperkukuh fundamental perusahaan untuk terus fokus mengejar target pertumbuhan operasional dan keuangan perusahan di masa mendatang.

Meningkatnya pendapatan tersebut terutama didorong faktor kenaikan laju pertumbuhan pelanggan yang mencapai 91,2% dari 3,8 juta pada 2007 menjadi 7,3 juta.

Selain itu, pendapatan bersih perusahaan meningkat menjadi Rp2,202 triliun atau naik 70,7% jika dibandingkan dengan pada 2007 sebesar Rp1,289 triliun.

Laba operasional perusahaan pun naik 19,0% dari Rp318,3 miliar pada 2007 menjadi Rp378,6 miliar pada 2008. Kenaikan laba operasional ini membuat laba bersih Bakrie Telecom pada 2008 mencapai Rp136,8 miliar. Pada 2008, Bakrie Telexom membukukan kerugian kurs sebesar Rp44,5 miliar, menyusul melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dari 9.419 menjadi 10.950 per dolar AS.

Bakrie Telecom tetap optimis target perusahaan10,5 juta pelanggan pada 2009 meski iklim persaingan di Indonesia semakin ketat dengan mempertahankan semangat inovasi sehingga dapat menyajikan produk-produk yang lebih baik, cepat namun harganya terjangkau. (Ant/E-2)

0 komentar: