06 April 2009 XL Serius Garap Layanan VAS

Jakarta, Investor Daily – PT Excelcomindo Pratama Tbk (EP) mengakhiri perang tarif murah pada layanan suara (voice) dan SMS. Kali ini, operator XL itu memperkuat diri pada layanan bernilai tambah (VAS).

“Bisa habis kalau kita bermain dengan tarif murah terus,” kata Presiden Direktur PT EP Hasnul Suhaimi di Jakarta, akhir pekan lalu.

Hasnul mengatakan, manajemen selalu mengevaluasi untuk mengetahui kepuasan dan kebutuhan pelanggan setiap tahunnya. Evaluasi juga bertujuan untuk mengantisipasi tantangan di masa depan. Pada kuartal II-2009, pihaknya mengubah strategi dari sekadar tarif murah pada kelebihan produknya, terutama pada VAS.

Pada sisi produk layanan, ujar dia, XL berjanji melahirkan inovasi layanan yang bisa menjawab kebutuhan pelanggan, baik perorangan maupun korporasi. Tahun ini, XL makin melengkapi layanan VAS berkualitas dan inovatif. Layanan VAS tersebut antara lain XL SMS Plus (untuk auto forward, auto copy, auto blacklist, dan auto reply) dan XL Xcite Fun (untuk membuat pesan lebih 'hidup') yang akan mempermudah pelanggan dalam berkomunikasi.

Selain itu, pihaknya juga menawarkan layanan VAS berbasis Location Base Service (LBS), seperti XL Fun, XL Travel, XL Directory, XL Sharing, dan XL Funbook. XL Sharing bertujuan untuk memanfaatkan keberadaan orang atau suatu tempat. Sedangkan XL Photo Sharing, XL Funbook untuk upload photo atau video ke Facebook, Youtube dan lainnya, dengan satu klik.

Soal tarif, Hasnul menjanjikan akan selalu mengedepankan penerapan tarif yang terjangkau bagi masyarakat atas setiap produk layanannya. Dengan tarif layanan yang murah, pelanggan dan masyarakat luas akan mendapatkan manfaat yang semakin besar atas penggunaan layanan telekomunikasi yang mereka butuhkan.

“Tarif murah ini tidak akan mengurangi kualitas layanan,” janji Hasnul.

Sementara itu, Vice President Marketing VAS PT EP I Made Hartawidjaya menambahkan, sekitar 30% dari total pelanggan yang lebih dari 26 juta telah memanfaatkan layanan VAS. Pada akhir tahun lalu, empat juta pelanggan XL telah memanfaatkan layanan ring back tone (RBT), dan pada kuartal I/2009 ini jumlahnya telah bertambah menjadi lima juta.

Dalam pandangan regulator, kata Kepala Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto, biasanya inovasi produk selalu diikuti kompetitor. Tindakan tersebut masih ditoleransi sejauh tidak merugikan konsumen dengan tarif yang terbilang mahal tapi layanan berkualitas rendah.

“Biasanya kalau sudah ada yang memelopori, yang lainnya ikut-ikutan menerjuninya,” kata dia.

Gatot menolak mengomentari pergeseran strategi karena biaya yang dikeluarkan pelanggan setiap bulan (ARPU) sudah mendekati ambang toleransi. Regulator melihat kondisi tersebut sebagai upaya operator untuk menaikkan ARPU yang terus menurun sejak pemerintah mengeluarkan regulasi pembebasan biaya interkoneksi.

Depkominfo tidak akan melakukan intervensi perubahan tarif serta detail yang menyangkut revenue. Keinginan pemerintah pada operator tetap mendapatkan pendapatan signifikan dan pelanggan tidak dirugikan dengan pelayanannya. (cep)

0 komentar: