20 Agustus 2009 Depkominfo Cek Fisik Service Center BlackBerry

Jakarta, Investor Daily (19/08/2009) – Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) terus memantau secara intensif janji Research in Motion (RIM) membuka layanan purnajual BlackBerry pada 21 Agustus 2009. Saat ini, RIM telah merampungkan site constructuin phase I, network connection, after sales service staff training, material palnning and delivery, dan repair line setup.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto mengatakan, produsen BlackBerry itu melaporkan perkembangan pembangunan service center dalam surat yang dikirimkan kepada Ditjen Postel dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) pada 15 Agustus 2009.

“RIM tinggal menyelesaikan quality assurance assessment yang sedianya rampung pada 17 Agustus 2009 dan after sales service centers and repair facility target opening pada 21 Agustus nanti,” jelas Gatot di Jakarta, Selasa (18/8).

Sesuai dengan keterangannya pada tanggal 11 dan 31 Juli 2009 serta 15 Agustus 2009, perusahaan telekomunikasi yang berbasis di Waterloo, Kanada, ini berjanji untuk membuka enam service center di tempat yang berbeda mulai 26 Agustus 2009 dan dua service center berikutnya pada Oktober mendatang. “Seandainya RIM menepati komitmennya untuk memperbanyak sentra layanan purnajual, sudah barang tentu Ditjen Postel/BRTI menyampaikan apresiasinya,” ujar Gatot.

Pemerintah sebenarnya tidak mematok jumlah minimal layanan purnajual yang harus didirikan RIM. Hal tersebut terkait dengan Peraturan Menkominfo No 29/2008 tentang sertifikasi alat dan perangkat telekmunikasi yang hanya meminta kesanggupan vendor perangkat telekomunikasi untuk memberikan garansi serta layanan purna jual di Indonesia.

Namun, lanjut dia, pemerintah tidak ingin terpaku bahkan perpukau dengan banyaknya layanan purna jual yang dijanjikan, karena nilai tambahan khusus akan diberikan dalam tahap evaluasi dan penilaian. Artinya, komitmen RIM akan bergantung pada penilaian teknis final yang akan dilakukan Ditjen Postel/BRTI di lokasi secara fisik sebelum 21 Agustus 2009.

“Kami masih menantikan kepastian lokasinya dari pihak RIM. Kalau sudah dapat, Depkominfo akan langsung melakukan site visiting paling lambat Kamis sore (20/8) nanti,” kata Gatot.

Depkominfo dapat memberikan penilaian konkret mengenai kualitas dan kelayakan service center yang akan menjadi tempat layanan lebih dari 400 ribu pengguna BlackBerry di Indonesia. RIM sebagai vendor juga akan mendapatkan masukan dari sentra layanan purnajual yang selama ini menjadi polemik.

Apabila pemerintah akhirnya memberikan lampu hijau, ujar Gatot, RIM dapat kembali mengajukan permohonan sertifikasi untuk tipe-tipe BlackBerry terbaru yang belum masuk ke Indonesia. (c135)

0 komentar: