Fixe Line Sulit Tumbuh, Telkom Perkuat Bisnis Lain
Kliping berita : Investor Daily
Oleh Encep Saepudin
Jakarta – PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengalami kesulitan mendongkrak jumlah pelanggan tetap (Fixed line) ditengah perubahan budaya bertelepon yang mengarah ketelepon selular.
Meski demikian, bisnis ini tidak akan ditinggalkan dan pihaknya justru akan memperkuat bisnis lain yang dapat mendatangkan revenue bagi perusahaan.
Demikian dikatakan Direktur Utama PT. Telkom Rinaldi Firmansyah diselah acara buka puasa bersama Menkominfo Muhammad Nuh di Jakarta, Jumat (12/9).
Dalam catatan Investor Daily, jumlah pelanggan fixed line Telkom pada 2006 sebesar 8,717 juta. Sedangkan pada 2007 jumlah pelanggan fixed line mengalamai penurunan sebesar 0.3% menjadi 8,697 juta. Pada semester I-2008, BUMN itu berhasil membukukan kenaikan pendapatan usaha sebesar 5,86% menjadi Rp. 30,18 triliun dan penuruanan laba bersih sebesar 4,94% menjadi 6,29 triliun dibanding dengan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Rinaldi, ditinggalkannya fixed line oleh pelanggan bukan sesuatu yang mengejutkan karena kondisi ini dialami semua Negara. Masyarakat Tiongkok juga beralih ke mobile phone.
Guna memenuhi kebutuhan pelanggan, baik untuk fixed line maupun mobile phone, Telkom menggandeng PCCW International Limited untuk penyediaan layanan internet protocol television (IPTV) di Indonesia. Kerja sama ini membuat pengguna telepon dapat memanfaatkan telepon dengan tiga kegunaan, yaitu berkomunikasi, berinternet, dan menonton televisi.
“Layanan ini ditargetkan sudah tersedia akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan,” kata dia.
Ini salah satu bentuk revitalisasi dalam pengembangan layanan generasi berikutnya yang didukung oleh platform integrasi telepon tetap, broadband internet, TV dan mobile service-delivery. Untuk pengembangannya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 2 triliun selama 2008. Alokasi yang disediakan untuk pengembangan Speedy, kata Rinaldi, sudah terpakai 100%. Sedangkan yang lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Kamera Pemantau Mudik
Sementara itu, Telkom Divre V Jawa Timur menyiapkan kamera pemantau arus mudik disejumlah titik di Jatim yang dapat diakses melalui internet. Ini untuk memudahkan dan memberi kenyamanan kepada masyarakat untuk memantau sendiri kondisi arus mudik Lebaran 2008 yang akan dilaluinya.
“Sudah tujuh titik yang dipasang kamera pengawas. Tiga kamera sudah dapat diakses melalui Flexi di nomor 7005. Kami targetkan ada 10 titik yang akan kami pasang.” Kata Executive General Manager Telkom Divre V Jatim Triana Mulyatsa di Surabaya. Seperti dikutip Antara, Senin (15/9).
Menurut dia, kamera pemantau arus mudik Lebaran tersebut dipasang di jalur-jalur padat, baik jalur utara dan selatan Jatim. Jalur padat mudik itu termasuk kawasan Porong, Sidoarjo.
Sedangkan dari sisi infrastruktur , lanjut dia, mobilitas pelanggan Flexi yang tinggi sepanjang Lebaran telah diantisipasi Telkom Divre V. Yakni, dengan memasang 25 mobile Base Transceiver Station (BTS) baru. Saat ini, di Divre V sudah ada enam mobile BTS.
Dengan demikian, menjelang dan pada saat Lebaran dioperasikan 31 mobile BTS, 700 BTS yang ada serta mempercepat pembangunan 80 BTS baru hingga akhir September ini.
Kapasitas pengiriman SMS ditingkatkan menjadi 192 juta SMS per hari. Selain itu, Telkom Divre V juga menyiapkan Mobile Switching Center (MSC) untuk menampung trafik komunikasi dari jumlah pelanggan Flexi hingga lima juta. Jumlah pelanggan Flexi di Jatim saat ini sebanyak tiga juta.
Guna menjamin kelancaran komunikasi bagi pelanggan yang akan keluar kota atau masuk Jatim, Telkom juga menyiapkan 500 ribu nomor Flexi Combo atau meningkat 100% dari angka sebelumnya. Layanan Flexi Combo kini juga dapat diaktifkan dikota tujuan
Demikian dikatakan Direktur Utama PT. Telkom Rinaldi Firmansyah diselah acara buka puasa bersama Menkominfo Muhammad Nuh di Jakarta, Jumat (12/9).
Dalam catatan Investor Daily, jumlah pelanggan fixed line Telkom pada 2006 sebesar 8,717 juta. Sedangkan pada 2007 jumlah pelanggan fixed line mengalamai penurunan sebesar 0.3% menjadi 8,697 juta. Pada semester I-2008, BUMN itu berhasil membukukan kenaikan pendapatan usaha sebesar 5,86% menjadi Rp. 30,18 triliun dan penuruanan laba bersih sebesar 4,94% menjadi 6,29 triliun dibanding dengan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Rinaldi, ditinggalkannya fixed line oleh pelanggan bukan sesuatu yang mengejutkan karena kondisi ini dialami semua Negara. Masyarakat Tiongkok juga beralih ke mobile phone.
Guna memenuhi kebutuhan pelanggan, baik untuk fixed line maupun mobile phone, Telkom menggandeng PCCW International Limited untuk penyediaan layanan internet protocol television (IPTV) di Indonesia. Kerja sama ini membuat pengguna telepon dapat memanfaatkan telepon dengan tiga kegunaan, yaitu berkomunikasi, berinternet, dan menonton televisi.
“Layanan ini ditargetkan sudah tersedia akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan,” kata dia.
Ini salah satu bentuk revitalisasi dalam pengembangan layanan generasi berikutnya yang didukung oleh platform integrasi telepon tetap, broadband internet, TV dan mobile service-delivery. Untuk pengembangannya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 2 triliun selama 2008. Alokasi yang disediakan untuk pengembangan Speedy, kata Rinaldi, sudah terpakai 100%. Sedangkan yang lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Kamera Pemantau Mudik
Sementara itu, Telkom Divre V Jawa Timur menyiapkan kamera pemantau arus mudik disejumlah titik di Jatim yang dapat diakses melalui internet. Ini untuk memudahkan dan memberi kenyamanan kepada masyarakat untuk memantau sendiri kondisi arus mudik Lebaran 2008 yang akan dilaluinya.
“Sudah tujuh titik yang dipasang kamera pengawas. Tiga kamera sudah dapat diakses melalui Flexi di nomor 7005. Kami targetkan ada 10 titik yang akan kami pasang.” Kata Executive General Manager Telkom Divre V Jatim Triana Mulyatsa di Surabaya. Seperti dikutip Antara, Senin (15/9).
Menurut dia, kamera pemantau arus mudik Lebaran tersebut dipasang di jalur-jalur padat, baik jalur utara dan selatan Jatim. Jalur padat mudik itu termasuk kawasan Porong, Sidoarjo.
Sedangkan dari sisi infrastruktur , lanjut dia, mobilitas pelanggan Flexi yang tinggi sepanjang Lebaran telah diantisipasi Telkom Divre V. Yakni, dengan memasang 25 mobile Base Transceiver Station (BTS) baru. Saat ini, di Divre V sudah ada enam mobile BTS.
Dengan demikian, menjelang dan pada saat Lebaran dioperasikan 31 mobile BTS, 700 BTS yang ada serta mempercepat pembangunan 80 BTS baru hingga akhir September ini.
Kapasitas pengiriman SMS ditingkatkan menjadi 192 juta SMS per hari. Selain itu, Telkom Divre V juga menyiapkan Mobile Switching Center (MSC) untuk menampung trafik komunikasi dari jumlah pelanggan Flexi hingga lima juta. Jumlah pelanggan Flexi di Jatim saat ini sebanyak tiga juta.
Guna menjamin kelancaran komunikasi bagi pelanggan yang akan keluar kota atau masuk Jatim, Telkom juga menyiapkan 500 ribu nomor Flexi Combo atau meningkat 100% dari angka sebelumnya. Layanan Flexi Combo kini juga dapat diaktifkan dikota tujuan


0 komentar:
Posting Komentar