Temasek Tambah Saham di Global Mediacom dan MNC
Oleh Deviana Chuo
Investor Daily
Jakarta (19/06/09) – Induk pengelola BUMN Singapura, Temasek Holdings, tahun ini akan menambah kepemilikan saham di PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) melalui anak usahanya, Mediacorp Investment Pte Ltd.
Mediacorp saat ini menguasai masing-masing 6% dan 6,8% saham perusahaan milik pengusahaan nasional Hary Tanoesoedibjo itu. “Kami akan mempertimbangkan peningkatan jumlah saham di kedua perusahaan,” kata Komisaris Global Mediacom Lukas Chow selaku wakil Mediacorp, pada paparan publik Global Mediacom di Jakarta, Kamis (18/6).
Meski demikian, menurut Lukas, Mediacorp tidak berniat menjadi pemilik mayoritas. Anak usaha Temasek Holdings itu masih akan menjadi mitra Global Mediacom dan Media Nusantara Citra (MNC) serta melanjutkan hubungan bisnis yang telah berjalan selama ini.
“Untuk itu, Mediacorp akan membeli saham melalui pasar sekunder pada harga yang tepat. Tidak ada batasan kepemilikan saham oleh institusi asing di kedua perusahaan tersebut,” ujarnya.
Dia optimistis bisnis Global Mediacom dan MNC terus tumbuh sejalan dengan membaiknya perekonomian Indonesia. “Selain itu, penetrasi subscriber based content hanya 2,5% pada akhir 2008 dan masih berpotensi tumbuh,” tuturnya.
Mediacorp membeli saham Global Mediacom dan MNC masing-masing senilai US$93 juta pada 2007. Saat ini, perusahaan yang didirikan pada 1965 dan 100% sahamnya dimiliki Temasek Holdings itu mengendalikan enam stasiun televisi, 15 stasiun radio, satu surat kabar gratis, dan 18 majalah.
Jual Mobile-8
Sementara itu, Global Mediacom berniat menjual sisa kepemilikan sahamnya sebesar 19% di PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN). “Kami akan melepas kepemilikan bersama para pemegang saham lainnya. Kalau yang lain melepas dan ada calon investor baru, kemungkinan kami pun akan ikut serta,” papar Presiden Direktur Global Mediacom Hary Tanoesoedibjo.
Menurut Hary, pihaknya ingin fokus pada bisnis media massa dan tidak lagi menggeluti industri telekomunikasi. “Lagipula, investasi di bawah 20% merupakan investasi biasa yang hanya penyertaan,” ucap dia.
Tahun ini, kinerja bisnis Global Mediacom diperkirakan meningkat. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) perseroan tahun ini ditargetkan tumbuh 25% menjadi Rp1,42 triliun di banding Rp1,13 triliun tahun lalu.
Hary Tanoe juga mengungkapkan, MNC akan mengakuisisi televisi lokal berjaringan. Untuk itu, perseroan menyiapkan kas internal Rp 400-500 miliar.
Dalam RUPST kemarin, perseroan menetapkan penggunaan 11,3% laba bersih 2008 sebagai dividen tunai yang dibagikan sebesar Rp3,5 per saham dengan total nilai Rp48,15 miliar.
Sementara itu, PT Indonesia Air Transport Tbk (IATA) membantah rencana masuknya investor baru sebagai pemegang saham perusahaan tersebut. PT Global Transport Service, perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo, bertekad mempertahankan kepemilikannya di Indonesia Air Transport (IAT) sebesar 66,02%


0 komentar:
Posting Komentar