05 Juni 2009 BROADBAND WIRELESS ACCESS

Banyak Persoalan Teknis di Tender BWA

Jakarta, Kontan – Ada saja persoalan yang menjadi keluahan para peserta tender penyelenggara broadband wireless access (BWA). Kini, para calon peserta mengeluhkan sejumlah persoalan teknis yang menghadang.

Salah satunya adalah keharusan calon perserta tender untuk membangun jaringan paling sedikit hingga ke tingkat kecamatan. Mereka menilai, ketentuan ini berpotensi tumpang tindih dengan proyek telepon pedesaan melalui program universal service obligation (USO). “Padahal kan sudah ada kutipan 1,25% dari pendapatan kotor perusahan untuk USO,” ujar General Manager Business Planning Development IndosatM2, Hermanudin, Kamis (4/6).

Powertel, salah satu calon peserta tender BWA juga melihat persoalan yang sama. “Jika memilih zona yang telah digarap USO, bisa jadi akan ada tumpang tindih proyek,” ujar Direktur Powertel Temy Effendi.

Selain soal benturan dengan USO, Hermanudin menilai standardisasi perangkat yang diajukan panitia penyelenggara lelang masih kurang jelas. Persoalannya, Pemerinah sebetulnya berniat baik menetapkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk perangkat BWA. Namun itu membuat standardisasi perangkat yang menjadi acuan calon peserta berbeda dengan standar perangkat yang berlaku secara internasional. “Akibatnya ada persoalan volume dan harmonisasi perangkat,” imbuhnya.

Salah seorang calon peserta tender yang mengelak disebutkan namanya bilang, calon peserta tender BWA juga mengeluhkan soal set up box buatan dalam negeri. “Selain standarnya berbeda, harga set up box buatan dalam negeri bisa tiga kali lipat harga set up box luar negeri,” cetusnya. *Nadia Citra Surya

0 komentar: