30 Juni 2009 GAJAH TUNGGAL UBAH JATUH TEMPO KUPON

Restrukturisasi obligasi Mobile-8 Disepakati

Oleh Yohana SP Philips dan Jauhari Mahardhika
Investor Daily

Jakarta – Manajemen PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) akhirnya menyepakati tawaran pemegang obligasi terkait restrukturisasi utang obligasi senilai Rp675 miliar. Dengan demikian, aset perseroan yang dijaminkan tidak disita.

Hal itu merupakan hasil dari rapat umum pemegang obligasi (RUPO) Mobile-8 di Jakarta, Senin (29/6). “Poin-poin restrukturisasi sudah disepakati manajeman,” kata seorang eksekutif yang menghadiri RUPO Mobile-8.

Menurut dia, poin restrukturisasi yang disepakati antara lain penyelesaian obligasi rupiah yang lebih baik dibanding obligasi dolar Mobile-8, cicilan empat kali dalam satu tahun untuk kupon obligasi yang belum dibayar Rp41,76 miliar, pembayaran denda dua kupon Rp 1 miliar, dan ketentuan sinking fund (dana yang disisihkan untuk tujuan tertentu).

RUPO juga menyepakati penurunan kupon obligasi menjadi 5% untuk tiga tahun pertama, 8% untuk tiga tahun selanjutnya, dan 12% untuk dua tahun terakhir. Sebelumnya, kupon obligasi senilai Rp675 miliar itu dipatok 12,375%. Sedangkan tenor obligasi diperpanjang menjadi 2017 dari sebelumnya 2012. “Manajeman juga sepakat EBITDA pada kuartal I-2010 harus positif,” paparnya.

Dia menjelaskan, dengan EBITDA positif, Mobile-8 tidak perlu tambah modal melalui penerbitan saham baru (rights issue), penjualan saham ke investor strategis, atau pinjaman subordinasi dari pemegang saham.

Ketika dikonfirmasi ke manajemen, Direktur Utama Mobile-8 Merza Fachys tidak merespons panggilan telepon selulernya. Imam Rachman, head of investment banking PT Mandiri Sekuritas, membenarkan manajeman Mobile-8 sudah menyepakati restrukturisasi obligasi senilai Rp675 miliar.

Sementara itu, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) menawarkan skema baru kepada pemegang obligasi terkait pertukaran GT2005 Bonds BV senilai US$ 420 juta dengan obligasi baru US$441,5 juta dalam rangka restrukturisasi. Ketika dikonfirmasi, Direktur Gajah Tunggal Catharina Widjaja menolak berkomentar.

Bloomberg memberitakan, skema strukturisasi obligasi Gajah Tunggal yang mendasar adalah perpanjangan jatuh tempo. Obligasi perseroan yang baru akan jatuh tempo pada 2014, sedangkan GT2005 Bonds BV pada 2010. selain itu, jika sebelumnya pembayaran kupon dilakukan dua kali dalam setahun, kelak kupon dibayar empat kali setahun.

0 komentar: