Oleh Muhammad Sufyan
Bisnis Indonesia
Garut: Operator seluler di Jawa Barat optimistis menghadapi prospek bisnis pada semester kedua tahun ini, setelah mengalami penurunan laba pada semester satu.
Bisnis Indonesia
Garut: Operator seluler di Jawa Barat optimistis menghadapi prospek bisnis pada semester kedua tahun ini, setelah mengalami penurunan laba pada semester satu.
Laporan resmi anak perusahaan Qatar Telecommunication pada 22 Mei lalu menunjukkan laba perusahaan triwulan 2009 mencapai Rp119,52 miliar atau turun 80,5% dibandingkan dengan periode sama 2008 yang sebesar Rp613,87 miliar.
Dia menjelaskan mayoritas pelanggan pada paruh pertama tahun ini menahan dulu pembelian pulsa, bahkan mengurangi alokasi anggaran. Sebab krisis telah menciptakan efek psikologis dalam alokasi belanja konsumsi.
Akan tetapi, lanjut Bambang, pihaknya mulai akhir Mei lalu telah melihat sejumlah indikator pemulihan ekonomi yang diyakini akan mendorong perbaikan penjualan pulsa pada sisa tahun nanti.
Dia mencontohkan pertumbuhan penggunaan layanan data pada Juni meningkat 30%-40% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sementara trafik percakapan suara juga sudah mendorong investasi jaringan tersendiri.
“Kami baru saja membangun pusat switching tersendiri di Sukabumi guna melayani trafik voice yang terus naik di wilayah Sukabumi-Cianjur. Jadi, tidak perlu lagi trafik lewat switching Bandung dulu, baru dialihkan kembali ke Sukabumi,” katanya di sela-selah Indosat Customer Gathering 2009 di Garut, akhir pekan lalu.
Sebelumnya, jaringan lalu lintas komunikasi wilayah Bandung mencakup area Bandung, Sukabumi, dan Tasik. Dengan investasi pusat switching tadi, operator itu kini memiliki empat pusat switching di Jabar dari sebelumnya tiga lokasi.
Bambang melanjutkan operator telekomunikasi terbesar ke dua itu juga melihat sektor usaha lainnya, khususnya yang skala kecil-menengah, terlihat menunjukkan perbaikan kinerja mendekati semester kedua.
Promo baru
Budi Adiseno Amiruddin, Head of Regional West Java PT Mobile-8 Telecom Tbk, menambahkan perbaikan ekonomi mendorong operator berbasis GSM maupun CDMA, pada semester kedua tahun ini meningkatkan belanja operasionalnya.
“Selain ramai-ramai mengeluarkan berbagai gimmick promo baru, yang umumnya mengarah ke layanan data, kami lihat belanja iklan semua operator juga besar lagi. Itu karena kondisi ekonomi masyarakat tidak berat lagi.”
Isman Pepadri, Division Head of Marketing & Sales Support PT Indosat Tbk WRJO, mengungkapkan usahawan pada berbagai sektor juga menunjukkan sinyalemen bahwa daya beli maupun psikoligis masyarakat berangsur pulih.


0 komentar:
Posting Komentar