22 Juni 2009 Sektor Telekomunikasi

Peserta Tender Pita Lebar Menyusut

Jakarta, Koran Jakarta – Peserta tender Broadband Wireless Access (BWA) atau akses nirkabel pita lebar yang diselenggarakan oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) menyusust hingga 68 persen atau hanya diikuti 23 dari 73 perusahaan telekomunikasi.

“jumlah penyusutan lumayan besar setelah diumumkan harga penawaran dasar untuk setiap zona oleh pemerintah belum lama ini. Jumlah 23 itu adalah yang bersedia mengikuti dengan memasukkan dokumen penawaran hingga batas waktu terakhir Jumat (19/6) lalu,” ungkap Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto di Jakarta, Minggu (21/6).

Gatot memperkirakan menyusutnya jumlah perusahaan yang mengikuti tender tersebut di babak penawaran harga tak bisa dilepaskan dari adanya konsolidasi antarperserta dengan membentuk konsorsium. “Pembentukan konsorsium memang diakomodasi oleh panitia lelang,” tegasnya.

Tender BWA memiliki harga dasar penawaran (reserved price) bagi 15 zona untuk spektrum 2,3GHz sebesar 52,35 miliar rupiah. Harga frekuensi termahal terdapat di zona 4, yakni Jakarta, Banten, Bogor, Tangerang, dan Bekasi, senilai 15,16 miliar per bloknya.

Harga termurah terdapat di zona 10 yang meliputi Maluku dan Maluku Utara, yakni 45 juta rupiah.

Perusahaan yang mengembalikan dokumen tender BWA adalah PT Telkom, PT Power Telecom, PT Jasnikom Gemanusa, PT Indosat, PT Internet Maju Abadi Melindo, PT Indosat Mega Media, PT Batam Bintan Telekomunikasi dan PT Cyberindo Aditama, PT Sejahtera Globalindo, PT Internux, PT Matrixindo Global Infotama, dan PT Centeri Online.

Selanjutnya, Konsorsium Moretelindo Teleglobal, PT Global Komunikasi Dewata, PT First Media dan PT Broradband Multimedia, PT Bakrie Telecom, PT Jasnita Telekomindo, PT MSH Niaga Telecom Indonesia, PT Berca Hardaya Perkasa, Konsorsium Wimax Indonesia, PT Citra Sari Makmur, Konsorsium PT Comtronics Systems dan PT Adiwarta Pendawa, PT Tigatra Komunikatama, dan PT Giland Teknikatama.

Direktur Utama Indosat Johnny Swandi Sjam mengakui perusahaannya tertarik untuk mendapatakan frekuensi BWA. “Indosat maju sebagai entitas korporasi dan anak usaha Indosat Mega Media (IM2). Ini bagian dari strategi memenangkan lelang,” katanya.

Sementara itu, Dirktur Korporasi Bakrie Telecom Rakhmat Junaedi mengatakan sedang memperlajari zona yang akan dibidik secara serius. “Kami sudah memasukkan harga. Untuk masalah zonanya belum bisa diungkapkan,” ungkapnya. *dni/N-1

0 komentar: