05 Juni 2009 Telkom Kaji Penerbitan Obligasi

Jakarta, Koran Tempo – PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk mengkaji penerbitan obligasi untuk memenuhi kebutuhan belanja modal sebesar US$ 2,1 miliar. Opsi ini menjadi pilihan terakhir jika perseroan tidak bisa memenuhi kebutuhan dari dana murah.

Direktur Keuangan PT Telkom Sudiro Asno mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan tiga hal untuk mencari pembiayaan, yakni sumber pendanaan murah, prosesnya mudah, dan kemampuan penyerapan pasar. “Kami lihat sumber pendanaan lain bisa langsung, vendor financing, obligasi, atau mungkin kombinasinya,” kata dia di Jakarta pada Rabu malam lalu.

Perseroan juga harus menyesuaikan pembiayaan dengan kebutuhan biaya dan perkembangan inisiatif-inisiatif pendanaan yang tengah diproses. Sampai saat ini Sudiro belum mengetahui kekurangan dana untuk memenuhi kebutuhan belanja modal tersebut. “Baru ketahuan sekitar Juni sampai Agustus,” katanya. Jika semua berjalan lancar, Telkom setidaknya mendapat setengah dari total kebutuhan.

Sudiro mengatakan, jika menerbitkan obligasi, Telkom memiliki dua ganjalan, yakni penggunaan laporan keuangan maksimum enam bulan dan mahalnya dana dari pembiayaan ini. Laporan keuangan 2008 tidak bisa digunakan karena habis masa berlaku pada 30 Juni nanti. Sementara perseroan memilih penerbitan obligasi harus dilakukan audit atas laporan keuangan pada triwulan pertama atau kedua, penerbitan obligasi justru baru digelar pada semester kedua. “Jadi obligasi merupakan opsi terakhir,” katanya.

Menurut Sudiro, hingga kini Telkom belum menunjuk penaksir untuk penerbitan obligasi, tapi pembicaraan sudah dibuka dengan Deutsche Bank. Dalam hal ini Telkom masih dalam tahap meminta saran kepada bank asal Jerman itu. “Kupon berapa, pasarnya menyerap atau tidak,” katanya sembari mengatakan belum ada ikatan di antara keduanya.

Saat ini Telkom akan meneken kontrak kerja sama vendor financing Huawei dengan nilai komitmen US$ 800 juta sampai US$ 1miliar. Untuk tahun 2009 akan dicairkan sekitar US$ 100 juta setelah pekerjaan selesai. *RIEKA RAHADIANA

0 komentar: