Jakarta, Investor Daily – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) bersama anak perusahaannya, PT Indonusa Telemedia, meluncurkan sinergi pemasaran layanan internet cepat Speedy dengan layanan televisi berbayar YesTV. Ini sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah pada masing-masing produk.
Direktur Konsumer Telkom I Nyoman G. Wiryanata mengatakan, Telkom harus memiliki strategi khusus untuk dapat memenangkan persaingan, khususnya dalam bisnis TV berbayar yang cenderung semakin ketat. Telkom Group perlu melakukan terobosan, termasuk menyinergikan produk-produk Telkom Group agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Contoh dari sinergi yang kami luncurkan hari ini adalah sinergi YesTV dan Speedy. Tujuannya untuk memudahkan pelanggan memperoleh produk-produk Telkom, sekaligus dengan harga yang kompetitif,” ujar Nyoman di Jakarta, Senin (15/6).
Paket sinergi itu antara lain, pelanggan bisa mendapat Paket Speedy Family (Unlimited Access) plus YesTV Paket Perunggu dengan harga Rp290 ribu per bulan.
Dia menambahkan, sinergi pemasaran YesTV dan Speedy juga dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan bisnis baru (new wave) Telkom. Untuk berlangganan Speedy atau produk Telkom lain, pelanggan bisa datang kegerai YesTV, dan sebaliknya. “Dengan begitu, one stop solution dapat direalisasikan,” kata Nyoman.
Ke depan, lanjut dia, Telkom akan meningkatkan penjualan dan layanan sinergi ini, tidak hanya dalam bidang pemasaran, tapi juga untuk penagihannya. “Untuk berbagai tagihan dari beragam produk Telkom, pelanggan cukup membayar di satu tempat (single billing),” jelas dia.
Balai Internet Desa
Setelah mancanangkan pembangunan 1.000 Kampoeng Speedy, Telkom berencana membangun Balai Internet Desa (BID). Kantor daerah telekomunikasi (Kandatel) Jember memelopori pembangunan BID di Desa Dawuhan, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, yang diresmikan Bupati Jember M Djalal.
Deputi General Manager Telkom Jember Santoso Widodo mengatakan, respons Pemkab Jember sangat besar dengan BID. Oleh karena itu, Telkom siap mendukung rencana bupati Jember membangun BID di setiap kecamatan di Kabupaten Jember, yang berjumlah 31 kecamatan. Di BID itu disediakan tiga unit komputer yang bisa dimanfaatkan untuk sekadar mencoba, belajar atau untuk transaksi bisnis.
“Sebulan pertama, akses internet di setiap BID gratis, selanjutnya berbayar dengan menggunakan Speedy prabyar,” kata Santoso di Jember, pekan lalu.
Dia menjelsakan, pelanggan Speedy di Jember saat ini 20 ribu, 3.500 di antaranya adalah pelanggan prabayar. Di Jawa Timur kini terpasang 800 titik hotspot. “Telkom akan evaluasi seluruh hotspot, bila mungkin akan direlokasi ke lokasi yang lebih strategis dan membutuhkan,” ujar Executive General Manager Telkom Divre V Jatim Triana Mulyatsa.
Flexi di Suramadu
Bersamaan dengan peresmian jembatan Surabaya Madura (Suramadu), Telkom menyiapkan sembilan based transceiver station (BTS) Flexi untuk mengantisipasi lonjakan komunikasi di sepanjang jalur itu. Sembilan BTS itu ditaruh di sisi Surabaya sebanyak tujuh BTS, dan di sisi Madura sebanyak dua BTS.
“Sampai detik ini, belum ada masalah dengan sinyal Flexi di lokasi Suramadu. Artinya, sepanjang 5 km melintasi jembatan itu, Flexi masih lancar,” kata Manager Optimalization Coverage Area Divisi Telkom Flexi area Timur Agus Hendratno.
Agus menjelaskan, jumlah pelanggan Flexi di Jawa Timur mencapai 4,5 juta pelanggan yang dilayani 1,200 BTS dan 57 BTS di antaranya berlokasi di Madura. Sampai akhir tahun ini, Flexi Jatim berencana membangun 500 BTS baru. (rz/zal)



0 komentar:
Posting Komentar