Oleh Sylviana Pravita R.K.N
Bisnis Indonesia
Jakarta: PT Bakrie Telecom Tbk mengisyaratkan akan merealisasikan merger dan akuisisi dengan operator telekomunikasi lain guna konsolidasi perusahaan telekomunikasi pada pertengahan tahun depan.
“Arahnya memang berkonsolidasi dengan operator telekomunikasi lain pada pertengahan tahun depan. Saat ini, Bakrie Telecom memperkuat konsolidasi internal dulu,” ujar Wakil Direktur Utama Bakrie Telecom M. Danny Buldansjah, kepada Bisnis, kemarin.
Danny memaparkan langkah tersebut semakin mengerucut terkait dengan ketatnya persaingan di sektor telekomunikasi dan besarnya dana yang digelontorkan operator telekomunikasi guna pengembanga usaha.
Selain berkonsolidasi secara internal, perseroan tengah mempersiapkan perkirakan dana yang akan dihimpun guna kemungkinan merger dan akuisisi itu.
“Kami belum tahu berapa dana yang diperlukan. Begitu juga pihak mana yang akan diakuisisi atau merger dengan perseroan,” ujarnya.
Terkait dengan kabar yang beredar di pasar bahwa PT Telekomunikasi Indonesai Tbk berminat terhadap kepemilikan atas Bakrie Telecom, Danny mengatakan perseroan dan Telkom belum pernah membahas langkah itu.
“Tidak tertutup kemungkinan dengan pihak mana pun, tetapi kami belum bisa apa pun dengan Telkom tentang hal itu.”
Direktur Utama Bakrie Telecom Anindya Bakrie mengatakan saat ini perseroan lebih memilih untuk fokus mengembangkan bisnis secara organik, meski ke depan tidak menutup kemungkinan pengembangan bisnis secara organik.
Saat ini, manajemen fokus mengembangkan bisnis telekomunikasi melalui produknya Esia, Wifone, dan Wimode.
Tahun ini, Bakrie Telecom menargetkan jumlah pelanggan 10,5 juta dan ditargetkan dapat bertambah menjadi 14 juta tahun depan.
Perseroan juga memiliki bisnis sambungan internasional yang diharapkan bisa meraup sepertiga pasar sambungan langsung internasional, atau setara dengan Rp1 triliun dalam 3 tahun mendatang.
Adapun, Bakrie Telecom baru saja meraup dana Rp390 miliar dari total nilai penjualan menara telekomunikasi perseroan, yaitu Rp450 miliar.
Perseroan telah menunjuk PT Solusi Tunas Pratama sebagai pemenang tender penjualan 543 menara. Adapun, penjanjian jual beli (sales and purchasing agreement/SPA) dan Master Lease Agreement (MLA) ditandatangani pada 14 Mei 2009.
Pada perdagangan kemarin, harga saham emiten berkode BTEL ini ditutup pada level Rp123 atau turun 3,91% dibandingkan dengan 3 Juli 2009, yaitu Rp128.
Dengan mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp3,50 triliun.


0 komentar:
Posting Komentar