RIM Tak Kunjung Memberi Kepastian
Jakarta, Kontan – Permintaan pemerintah kepada Research In Motion (RIM) agar membuka layanan purna jual BlackBerry di Indonesia belum juga digubris. Hingga kini produsen BlackBerry tersebut belum memutuskan tindakan apapun demi pembeli BlackBerry di Indonesia.
Jakarta, Kontan – Permintaan pemerintah kepada Research In Motion (RIM) agar membuka layanan purna jual BlackBerry di Indonesia belum juga digubris. Hingga kini produsen BlackBerry tersebut belum memutuskan tindakan apapun demi pembeli BlackBerry di Indonesia.
“Kami masih berusaha terus bekerja sama dengan pemerintah lokal, namun memang hingga kini belum ada perkembangan lebih jauh,” tegas RIM melalui email kepada KONTAN, Senin (6/7).
Membandelnya RIM bisa jadi lantaran anggapan bahwa persoalan layanan purna jual bisa ditangani operator. Apalagi produsen handset asal Kanada ini yakin bahwa mereka hanya menjalin hubungan kerjasama distirbusi BlackBerry dengan operator penyelenggara jasa telekomunikasi. Model bisnis seperti ini pula yang mereka lakukan di hampir semua negara.
Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) Gatot S. Dewa Broto menegaskan pihaknya tetap meminta RIM untuk membuka layanan purna jualnya di Indonesai. “Kami sengaja melakukan itu untuk menghindari monopoli importasi pada perangkat telekomunikasi,” kata Gatot.
Di lain pihak, GM Sales PT Excelcomindo Pratama, Handono Warih mengatakan perlu ada kejelasan persepsi antara RIM dengan pemerintah. Misalnya, bagaimana nasib para pengguna BlackBerry yang membeli lewat importir tapi berlangganan paket data dari operator?
“Karena kami memberi layanan servis untuk handset yang dibeli langsung di XL. Adapun untuk yang kedua, tanggung jawab kami hanya sebatas layanan data, bukan pada perangkat BlackBerry-nya,” kata Handono.
Nadia Citra Surya


0 komentar:
Posting Komentar