01 Juli 2009 Telkom makin agresif garap konten

Oleh Muhammad Sufyan
Bisnis Indonesia

Bandung: PT Telkom Tbk mulai agresif memasuki bisnis konten dengan menyiapkan dana hibah sedikitnya Rp500 juta bagi pengembang pemula dan mengubah pola bagi hasil.

Arief Yahya, Direktur Enterprise & Wholesale Telkom, mengungkapkan bisnis konten dalam industri telematika global semakin menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Dia menunjuk pemilik sejumlah situs jejaring sosial yang memiliki nilai perusahaan berkali lipat dari aset yang dikuasainya, sebaliknya perusahaan jasa layanan tidak memperoleh nilai valuasi yang tinggi.

“Pemilik Facebook, misalnya, asetnya tidak seberapa, tetapi nilai perusahaannya bisa tujuh kali lipat dari itu. Adapun operator telekomunikasi seperti Telkom, Asetnya besar tetapi nilainya maksimal dua kali lipat,” katanya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Menurut Arief, situasi itu terjadi karena ekonomi kreatif yang berbasis ide yang ditunjang peranti lunak kian diterima masyarakat. Di sisi lain, tambahnya, konten menjadi andalan operator di saat teledensitas semakin meluas.

Telkom menyiapkan dana hibah dalam program bernama Indigo Fellowship sedikitnya Rp500 juta, yang akan dialokasikan bagi sekitar 100 usahawan pemula yang bergerak di bidang konten digital, baik di ponsel maupun Internet.

“Setiap orang akan diberi Rp50 juta, dengan syarat lolos seleksi. Syaratnya, konten kreatif yang mereka tawarkan sudah mature digunakan masyarakat.”

Menurut Arief, peserta juga akan memperoleh pelbagai insentif lainnya, misalnya promosi konten yang dibarengkan dengan layanan Speedy atau Flexi, atau juga diikutsertakan dalam program pelatihan.

Pola bagi hasil
Ketua Gugus Tugas Content & Aplikasi Telkom Widi Nugroho menambahkan peserta yang memperoleh dana hibah dan produknya diminati publik bisa memperoleh tambahan dana.

Indigo Fellowship akan mulai memasuki seleksi proposal rencana bisnis pada Mei-Juli ini, proses penjurian dan sidang dewan juri (awal September), serta pengumuman pemenang (November).

0 komentar: