CAPEX/OPEX US4 350 JUTA

Garuda Naikkan Belanja TI

Jakarta, Investor Daily – PT Garuda Indonesia akan menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/capex) dan operasional (operational expenditure/opex) sebesar US$ 350 juta tahun ini. Sebesar 2-3% dari belanja tersebut akan digunakan untuk belanja teknologi informasi (TI).

“Ada peningkatan tahun ini. Belanja TI kita sekitar 2-3%,” ujar Vice President Information System Solution PT Garuda Indonesia M. Ismed Arifin kepada Investor Daily usai paparan Dell Technology Update 2009 di Jakarta. Kamis (15/1).

Dia mengakui, capex maupun opex Garuda tidak sebesar badan usaha milik negara (BUMN) lainnya. Sebagian belanja capex dan opex itu akan dipakai untuk penyewaan dan pengadaan pesawat baru, pembangunan infrastruktur, dan pembukaan rute-rute baru di berbagai kota seperti Ambon, Gorontalo, Kendari dan Malang.

Kendati demikian, sebesar 2-3% atau sekitar US$ 10,5 juta untuk belanja TI. “Utamanya untuk belanja blade server,” tutur Ismed.

Ismed memaparkan, sebagai perusahaan pemerintah, pihaknya tidak akan sembarangan dalam melakukan belanja TI. Garuda akan menetapkan kriteria yang ketat bagi produsen TI yang akan memasok produk mereka. “Kita kan perusahaan negara. Semua harus melalui proses yang benar agar menemukan mitra yang terbaik,” kata dia.

Beberapa kriteria itu antara lain produsennya harus memiliki sistem pemeliharaan (maintenance) peralatan yang paling baik, memiliki relasi yang baik dengan Garuda, menawarkan harga yang jauh lebih murah, dan Garuda akan mendapat dukungan dari produsen itu.

Dia mengatakan, selama ini Garuda menggelar tender pengadaan peralatan sangat selektif dan obyektif. “Kebetulan kriteria yang diberikan DELL sesuai dengan harapan Garuda,” tandas Ismed.

14 Juta Penumpang
Pada bagian lain, Garuda menargetkan dapat mengangkut 14 juta penumpang tahun ini. Guna mencapai target itu, selain akan menambah armada, Garuda akan mengembangkan layanan pemesanan tiket melalui TI.

“Makanya belanja TI termasuk dalam rangka mencapai target itu,” kata Ismed. Untuk itu, Garuda akan mengembangkan infrastruktur TI yang memadai serta membuka layanan pemesanan tiket secara online atau melalui internet. “Rencananya besok (Juma,16/1) layanan online akan kami luncurkan,” imbuh dia.

Bagi penumpang yang kesulitan untuk mendapat tiket cukup melakukan booking lewat internet. Selain itu, Garuda juga memiliki call center 24 jam. “Kita juga ada e-payment. Kita menargetkan 14 juta penumpang,” lanjut Ismed.

Ismed mengaku belum menetapkan target penumpang lewat internet ini. Sebab, layanan TI ini measih merupakan pasar baru bagi Garuda. “Kita lihat perkembangannya saja. Kita bisa lihat sampai 2% kalau memang nanti bagus sambutan masyarakat, kita tingkatkan,” ucap Ismed.

Dia menambahkan, meluasnya jaringan internet ke berbagai daerah membuka peluang yang sangat besar bagi penjualan tiket pesawat secara online. Pemesanan tiket online ini diakuinya tak hanya akan membantu perseroan mencapai target jumlah penumpang.
Lebih dari itu, layanan ini bakal membuat perusahaan lebih efisien dan mencetak pendapatan yang signifikan.

Sementara itu, Dirut Garuda Indonesia Emirsya Satar mengatakan, kerja sama layananan contact center dengan Telkom bertujuan untuk memenuhi tuntutan pelanggan yang makin tinggi.
Sebagai full service airline, yang mengutamakan aspek kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna jasa, layanan ini diharapkan akan makin memudahkan pelanggannya.

Sebanyak 60 ribu calon penumpangnya memakai layanan ini untuk reservasi setiap bulan. Sekitar 12% dari yang sudah reservasi dipastikan posisif berangkat dengan pesawat Garuda. (cep/rav)

0 komentar: