Flexi Jangkau Seluruh Indonesia
Surabaya, Investor Daily – PT Telkom mengklaim seluruh kabupaten di Tanah Air sudah terjangkau jaringan Flexi. Meski demikian, upaya penambahan base transceiver station (BTS) hanya akan dimaksimalkan di wilayah yang trafik komunikasinya paling padat yakni 42 kota dari 400 kota yang sudah terjangkau. Saat ini pelanggan Flexi nasional sebesar 13 Juta. Tahun 2009, seiring penambahan infrastruktur, pelanggan Flexi ditarget menjadi 16,5 juta.
Direktur Konsumer PT Telkom I Nyoman G. Wiyanata mengatakan, tahun ini pihaknya akan menambah hingga 1.300 unit BTS baru untuk meningkatkan kualitas di wilayah-wilayah padat. Sejauh ini, upaya perluasan jangkauan hingga ke wilayah kecamatan sudah dilakukan.
“Namun selain terbentur kendala pendanaan, pihaknya juga masih harus mempertimbangkan profitabilitas. Percuma kita sediakan BTS banyak-banyak di sebuah wilayah, kalau peminatnya masih rendah,” katanya usai drive test jaringan Flexi di Surabaya, Jumat (16/1).
Nyoman menambahkan, dari penambahan 1.300 unit BTS, hampir separuhnya akan dialokasikan di wilayah Jatim, karena wilyah ini paling potensial dibanding provinsi yang lain. Kontribusi Jatim terhadap pelanggan nasional sangat besar dengan pelanggan 4,3 juta atau 35% dari total pelanggan Flexi nasional.
Untuk mendukung rencana tersebut, Telkom terus meningkatkan kualitas layanan dan melakukan penambahan BTS dan kapasitas pelanggan. Pertumbuhan pelanggan Flexi di Tanah Air sangat fantastis pada 2008. Ke depan, Telkom akan melakukan konsolidasi kebutuhan pelanggan.
“Sehingga, kami akan fokus pada kota-kota yang tingkat okupansinya tinggi,” jelas Nyoman.
Dari 42 kota di Jatim yang memiliki tingkat okupansi tinggi, Telkom berencana menambah 700 BTS di wilayah tersebut. Cukup banyak kota-kota di Jatim yang okupansinya tinggi, antara lain Surabaya, Malang, Jember dan Banyuwangi.
Kuasai 78% CDMA
Dengan capaian 4,2 juta pelangga, Flexi menguasai 78% pasar code division multiple access (CDMA) di Jatim dengan jaringan sampai kota kecamatan. “Tercatat hingga akhir tahun 2008 lalu pelanggan Flexi di Jatim mencapai 4,3 juta. Pencapaian ini berhasil menempati urutan ketiga dari seluruh operator telekomunikasi di Jatim,” kata Executive General Manager Telkom Divre V Jatim Triana Mulyatsa.
Dengan pencapaian tersebut, saat ini Flexi menempati urutan ke-3 terbesar operator telekomunikasi di Jawa Timur, dengan pangsa pasar di atas 14%.
Triana mematok target meraih 6 juta pelanggan Flexi bakal tercapai di tahun 2009. Untuk mencapainya Telkom akan membangun 650 BTS lagi, melengkapi 925 BTS yang sudah on saat ini di hampir seluruh wilayah ibu kota Kabupaten dan Kecamatan di Jatim. Selain itu juga menambah lima mobile switching center (MSC) berkapasitas masing-masing 1,5 juta pelanggan.
Sementara untuk Speedy, Triana mematok target 450 ribu pelanggan di 2009. “Untuk mengantisipasi ketersediaan alat produksinya, kami akan meningkatkan kapasitas jadi 500 ribu,” katanya lagi. Saat ini, jumlah pelanggan Speedy di Jatim sudah mencapai 200 ribu pelanggan. (zal)
Surabaya, Investor Daily – PT Telkom mengklaim seluruh kabupaten di Tanah Air sudah terjangkau jaringan Flexi. Meski demikian, upaya penambahan base transceiver station (BTS) hanya akan dimaksimalkan di wilayah yang trafik komunikasinya paling padat yakni 42 kota dari 400 kota yang sudah terjangkau. Saat ini pelanggan Flexi nasional sebesar 13 Juta. Tahun 2009, seiring penambahan infrastruktur, pelanggan Flexi ditarget menjadi 16,5 juta.
Direktur Konsumer PT Telkom I Nyoman G. Wiyanata mengatakan, tahun ini pihaknya akan menambah hingga 1.300 unit BTS baru untuk meningkatkan kualitas di wilayah-wilayah padat. Sejauh ini, upaya perluasan jangkauan hingga ke wilayah kecamatan sudah dilakukan.
“Namun selain terbentur kendala pendanaan, pihaknya juga masih harus mempertimbangkan profitabilitas. Percuma kita sediakan BTS banyak-banyak di sebuah wilayah, kalau peminatnya masih rendah,” katanya usai drive test jaringan Flexi di Surabaya, Jumat (16/1).
Nyoman menambahkan, dari penambahan 1.300 unit BTS, hampir separuhnya akan dialokasikan di wilayah Jatim, karena wilyah ini paling potensial dibanding provinsi yang lain. Kontribusi Jatim terhadap pelanggan nasional sangat besar dengan pelanggan 4,3 juta atau 35% dari total pelanggan Flexi nasional.
Untuk mendukung rencana tersebut, Telkom terus meningkatkan kualitas layanan dan melakukan penambahan BTS dan kapasitas pelanggan. Pertumbuhan pelanggan Flexi di Tanah Air sangat fantastis pada 2008. Ke depan, Telkom akan melakukan konsolidasi kebutuhan pelanggan.
“Sehingga, kami akan fokus pada kota-kota yang tingkat okupansinya tinggi,” jelas Nyoman.
Dari 42 kota di Jatim yang memiliki tingkat okupansi tinggi, Telkom berencana menambah 700 BTS di wilayah tersebut. Cukup banyak kota-kota di Jatim yang okupansinya tinggi, antara lain Surabaya, Malang, Jember dan Banyuwangi.
Kuasai 78% CDMA
Dengan capaian 4,2 juta pelangga, Flexi menguasai 78% pasar code division multiple access (CDMA) di Jatim dengan jaringan sampai kota kecamatan. “Tercatat hingga akhir tahun 2008 lalu pelanggan Flexi di Jatim mencapai 4,3 juta. Pencapaian ini berhasil menempati urutan ketiga dari seluruh operator telekomunikasi di Jatim,” kata Executive General Manager Telkom Divre V Jatim Triana Mulyatsa.
Dengan pencapaian tersebut, saat ini Flexi menempati urutan ke-3 terbesar operator telekomunikasi di Jawa Timur, dengan pangsa pasar di atas 14%.
Triana mematok target meraih 6 juta pelanggan Flexi bakal tercapai di tahun 2009. Untuk mencapainya Telkom akan membangun 650 BTS lagi, melengkapi 925 BTS yang sudah on saat ini di hampir seluruh wilayah ibu kota Kabupaten dan Kecamatan di Jatim. Selain itu juga menambah lima mobile switching center (MSC) berkapasitas masing-masing 1,5 juta pelanggan.
Sementara untuk Speedy, Triana mematok target 450 ribu pelanggan di 2009. “Untuk mengantisipasi ketersediaan alat produksinya, kami akan meningkatkan kapasitas jadi 500 ribu,” katanya lagi. Saat ini, jumlah pelanggan Speedy di Jatim sudah mencapai 200 ribu pelanggan. (zal)
0 komentar:
Posting Komentar