Tampilkan postingan dengan label Flexi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flexi. Tampilkan semua postingan

27 Desember 2009 Flexi Bicara Sepuasnya Cuma Rp17.500 per Bulan

Jakarta, Investor Dialy (23/12/2009) – PT Telkom menggelar program Bebas Bicara Sesama Flexi dan telepon rumah pada enam kota. Pelanggan Flexi di enam daerah itu bisa berkomunikasi sepuasnya dengan tarif Rp5.500 untuk program mingguan dan Rp17.500 untuk bulanan.

“Program Bebas Bicara ke Flexi dan telepon rumah itu serempak di laksanakan pada 20 Desember 2009. Program ini akan berlangsung selama enam bulan,” kata Executive General Manager PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Divisi Flexi Triana Mulyatsa di Jakarta, akhir pekan lalu.

Triana mengatakan, keenam kota itu adalah Karawang, Purwakarta, Serang, Cilegon, Pandeglang, dan Rangkas Bitung. Untuk menikmati layanan itu, pelanggan cukup mengirim SMS ke 678 berisi BB Bulanan dan BB Mingguan.

Sementara itu, lanjut Triana, untuk program Bebas Bicara dengan Telepon Rumah (PSTN), pelanggan Flexi bisa berkomunikasi dengan maksimal tiga nomor telepon rumah. Caranya, pelanggan Flexi mengirim SMS ke 678 berisi BB no PSTN1 spasi No PSTN2 spasi No PSTN3. Pelanggan bisa juga mengubah nomor tujuan telepon rumah.

Penyempurnaan TRRT
Selain itu, Telkom juga melanjutkan program poin reward Telepon Rumah Rejeki Tumpah (TRRT), bukan hanya bagi pelanggan telepon rumah, juga Speedy dan YesTV.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengatakan, pelanggan telepon rumah yang mendaftar ikut program TRRT mencapai 74% atau sekitar 5,8 juta pelanggan. Sedangkan jumlah poin yang terkumpul mencapai 11,18 miliar poin. Setiap menit menelepon mendapat satu poin.

“Besarnya jumlah pelanggan yang mengikutsertakan nomornya untuk mengikuti program TRRT menunjukkan bahwa program TRRT cukup diminati pelanggan,” ujar Eddy Kurnia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Program baru TRRT akan digelar mulai Januari 2010. Program ini untuk pelanggan telepon rumah, juga bagi pengguna TelkomNet Instan dan Sambungan Langsung Internasional (SLI-007), Speedy, YesTV, dan siturs e-commerce Plasa.com. (rz)

Read more.....

10 Desember 2009 Pelanggan Flexi Tembus 15,5 juta

Jakarta, Investor Daily (09/12/2009) – Pelanggan Flexi hingga November 2009 telah mencapai sekitar 15,5 juta pelanggan, atau tumbuh lebih dari 60% dibanding periode yang sama pada 2008. Melihat pertumbuhan Flexi yang mengesankan tersebut, menurutnya Telkom tetap fokus membesarkan Flexi.

“Di tengah persaingan yang cukup ketat, Flexi terus memperlihatkan pertumbuhan yang cukup berarti,” ujar Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia di Jakarta, Selasa (8/12).

Upaya pengembangan layanan Flexi, lanjut Eddy, antara lain dengan menawarkan bundling handset, menawarkan tarif kompetitif, tarif data murah, pemasaran bersama dengan anak perusahaan dan memperkaya layanan nilai tambah (value added service) dalam bentuk content.

Saat ini Telkom merupakan operator telepon berbasis CDMA terbesar dengan jumlah pelanggan 15,5 juta dan jumlah base transceiver station (BTS) sebanyak 5.060 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tarif Flexi Rp300
Salah satu upaya memberikan nilai tambah kepada pelanggan Flexi, Telkom meluncurkan Program Bulan Crita Flexi, yang tak lain kepanjangan dari ‘bicara irit tiga ratus rupiah sepuasnya’. Program ini memungkinkan pelanggan Flexi menghemat panggilan ke sesama Flexi tanpa syarat pada pukul 23.00 hingga 09.00 dengan biaya Rp300 sekali bicara. Adapun pembicaraan enam menit pertama dikenakan tarif normal Rp49 per menit.

Program ini, menurut Eddy, berlaku pada Desember 2009 hingga Februari 2010. “Kami yakin Program Bulan Crita Flexi ini akan disambut baik oleh pelanggan seperti halnya program-program Flexi lain,” kata Eddy.

Flexi adalah operator yang hingga kini masih mempertahankan tarif percakapan lokal yang flat, yakni Rp49 per menit.

Saat ke luar kota, pelanggan Flexi cukup menghubungi *777 di tempat kota tujuan untuk mengaktifkan layanan Combo. (cep)

Read more.....

04 November 2009 Memimpin di antara 2 perang

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

Suksesi di tubuh Telkom membawa Triana Mulyatsa, Executive Genaral Manager Divisi TelkomFlexi PT Telkom Tbk, berada di 2 perang. Wajar saja, kompetisi di industri telekomunikasi memang cukup ketat. “Kedepan ini, zamannya perang kualitas setelah perang harga bukan main [ketatnya],” ujarnya baru-baru ini.

Pasalnya, tutur Triana, masyarakat kini sudah lebih pandai. Ini belajar dari pengalaman selama 2008 dan 2009. Namun demikian, pria berkarakter supel ini percaya kualitas tidak dapat diwujudkan sendirian. Untuk mewujudkannya diperlukan dukungan mitra seperti vendor terminal handset.

“Kualitas produk [ponsel] mereka akan turut menentukan bagaimana layanan di-deliver. Jika salah satu tidak berkualitas, masyarakat juga yang merasakan,” tuturnya.

Adapun dalam perang tarif, Triana masih gusar dengan perkembangan yang ada.

Pasalnya ‘Panglima’ baru divisi fixed wireless access (FWA) Telkom ini masih menemukan persepsi yang berbeda dari kalangan masyarakat. “Kami sudah mengeluarkan tarif yang sangat murah, tetapi mengapa masih ada persepsi belum termurah?,” tanyanya.

Dengan sigap, pria yang dikenal pengayom ini pun memotivasi jajaran diler besar hingga frontliner TelkomFlexi untuk membantu dalam hal komunikasi.

Triana telah berkarier di bidang telekomunikasi mulai 1986. penggemar olahraga di antaranya Tenis ini juga hobi menyanyi. Tidak heran dalam beberapa kesempatan dia didaulat untuk membawakan lagu.

Di posisinya yang baru, Triana menekankan indikator prestasi key performance indicator (KPI) di jaringan distribusi Flexi. Dia pun memberi contoh dengan menerapkan KPI maka kinerja jaringan diler yang aktif pun meingkat.

Dia menegaskan pada era konvergensi CDMA dan seluler, kualitas layanan sudah tidak lagi berbeda antara seluler dan telepon tetap nirkabel (CDMA). Dia kagum dengan fenomena pesatnya pertumbuhan akses Internet yang merata diminati anak-anak hingga orang tua.

Pria kelahiran Cilacap, 50 tahun lalu ini mengawali kariernya sebagai staf di bagian tunggakkan fasilitas telkomunikasi pelanggan. Sebelum menempati posisinya yang baru, Triana adalah Executive Genaral Manager PT Telkom Divre V Jawa Timur.

Read more.....

02 November 2009 TelkomFlexi incar 600.000 pelanggan baru

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

Jakarta: PT Telkom mengklaim berhasil menjaga loyalitas 15 juta pelanggan layanan TelkomFlexi dan siap menggaet sekitar 600.000 pelanggan baru sampai akhir tahun ini.

Triana Mulyatsa, Executive General Manager Divisi TelkomFlexi PT Telkom Tbk, menuturkan optimistis dengan proyeksi tersebut menyususl meningkatnya indikator kinerja (key performance indicator/KPI) jaringan diler resmi Flexi.

“Saat ini total pelanggan mencapai 15 juta nomor, kami berharap dapat menambah sekitar 600.000 nomor baru lagi sampai akhir tahun,” tuturnya kepada Bisnis di sela-sela penyerahan reward kepada diler hingga front liner berprestasi, Jumat akhir pakan lalu.

Dia mengatakan KPI tersebut harus dipenuhi oleh setiap diler yang tidak hanya dinilai berdasarkan pendapatan penjualan, tetapi juga keberhasilan dalam menjaga loyalitas pelanggan dan branding.

Telkom membagi layanan Flexi ke 7 area yaitu Sumatera, Jabotabek, Jawa Barat-Banten, Jawa Tengah-DIY, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi-Papua.

Adapun, penyumbang terbesar pendapatan dari layanan Flexi berasal dari Jawa Timur diikuti Jabotabek dan Sumatera. Layanan Flexi Combo saat ini sudah digelar di lebihd ari 324 kota.

Read more.....

06 Oktober 2009 Telkom Flexi Siapkan Diri Antisipasi Bencana

Surabaya, Investor Daily (05/10/2009) – PT Telekomunikasi Indonesai Tbk (Telkm) Divre V Jawa Timur (Jatim) menyiapkan diri untuk mengantisipasi kerusakan jaringan bila terjadi bencana alam di Jatim. Mereka menyiapkan lima mobile genset yang dibeli dengan investasi Rp4 miliar serta didukung 29 mobile BTS dan portable genset.

“Telkom Flexi sudah melakukan banyak persiapan bila ada bencana alam yang bisa merusak BTS milik perseroan. Kami bukannya berharap, tapi hanya mengantisipasi saja mengingat intensitas bencana dewasa ini cukup tinggi,” kata General Manager Telkom Area Surabaya Divisi Fixed Wireless Network Ketut Budi Utama di Surabaya, Jumat (2/10).

Menurut Ketut, Telkom Flexi sudah menyiapkan lima mobile genset yang sewaktu-waktu bisa dikirim kelokasi BTS yang rusak, ini terutama jika pasokan listrik terhenti karena bencana. Mobile genset itu bisa digunakan untuk mengisi dan memulihkan kerja BTS.

“Secara umum, sebenarnya jairngan kami sangat aman karana BTS yang ada sebanyak 1.300 BTS dan cukup rapat. Jadi, kalah ada BTS mati, masih bisa dikawal BTS lainnya,” kata dia.

Selain mobile genset, kata Ketut, Telkom juga sudah menyiapkan 29 mobile BTS Flexi yang langsung bisa dipakai bila sewaktu-waktu ada BTS yang rusak atau roboh karena bencana alam. “Tidak hanya itu, kami juga bisa mengandalkan portable genset milik mitra Telkom penyedia tower. Kami hanya tinggal membantu dari sisi transportasi,” kata Ketut.

Menurut Ketut, semua peralatan yang disiapkan itu cukup untuk mengantisipasi bencana alam yang merusak jaringan. “Kami masih belum berencana menambah peralatan yang ada karena alat yang sudah ada sudah cukup. Lagi pula cukup mahal untuk menambah alat baru, seperti mobile genset yang harga per unitnya mencapai Rp8000 juta,” tutur dia.

Selama ini, untuk perawatan BTS, perseroan mengeluarkan biaya Rp20 juta per bulan di luar biaya sewa portable genset dan bahan bakar yang mencapai Rp18 juta. (zal/rz)

Read more.....

05 Oktober 2009 Pasca Gempa Layanan Flexi Tetap On

Bandung, Radar Bandung – Pasca gempa 7,6 SR di Sumatera Barat (Sumbar), kemarin (2/10) sebagian besar layanan Telkom Flexi di daerah tersebut berjalan normal. Masyarakat dapat menggunakannya, baik untuk menelepon antar pelanggan di Sumbar, menelepon keluar Sumbar maupun menerima panggilan dari luar.

Tidak terganggunya secara total layanan Flexi menurut Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurni, masyarakat Sumbar tetap bisa berkomunikasi dengan kerabat maupun keluarga. “Tetap beroperasinya layanan wireless ini setidak-tidaknya telah membantu proses evakuasi maupun pemberian bantuan kepada para korban gempa,” ujar dia dalam rilisnya yang diterima Radar Bandung, kemarin (2/10).

Berdasarkan laporan terakhir, dari 85 BTS (Base Transceiver Station) Flexi yang ada, 48 di antaranya sudah dalam status “On” dengan rincian 9 BTS untuk kode area 0751, 18 BTS untuk 0752, 3 BTS untuk 0753, 9 BTS untuk 0754, dan 9 BTS untuk 0755. Terkait layanan seluler Telkomsel, Eddy Kurnia menyatakan berdasarkan laporan terakhir sentral utama (MSC) Telkomsel dalam kondisi OK.

Hasil inventarisasi sementara hingga Jumat pagi (2/10) sebagian besar Sentral Telepon Otomat (STO) sudah beroperasi kembali setelah mendapat pasokan listrik dari genset. “Hal ini berdampak positif khususnya pada layanan telepon kabel,” ujar Eddy Kurnia. Khusus STO Bukittinggi dan Solok sudah bisa beroperasi kembali sejak Kamis karena mendapat pasokan listrik dari PLN meski pasokan listriknya dilakukan secara bergilir tiap enam jam.

Sedangkan untuk STO Kinali Baru, siang kemarin sudah beroperasi dengan catu daya dari genset yang telah tiba pagi kemarin. Adapun dua STO yang paling dekat dengan episnetrum gempa, yakni STO Padang dan STO Pariaman dengan kapasitas sekitar 25 ribu SST dalam kondisi baik dan dapat beroperasi.

Saat ini, Kandatel Sumbar sudah mendapatkan bantuan tambahan dari Kantor Telkom Riau Daratan (Kanatel Ridar) yang sudah mengirimkan enam tenaga teknisi untuk membantu mempercepat recovery jaringan di sana. Bantuan teknisi dan peralatan juga sudah berdatangan baik dari Pekanbaru, Sumatera Utara maupun Medan.

Total kapasitas STO Sumatera Barat dalam keadaan normal mencapai 180.000 LIS, total pelanggan telepon tetap sebanyak 152.000 SST. Jumlah BTS Flexi berjumlah 85 BTS, pelanggan Flexi berjumlah sekitar 61.000 SSF, sedangkan jumlah pelanggan internet cepat Speedy sebanyak 18.000 pelanggan.

POSKO TELKOM PEDULI
Tentang kondisi karyawan Telkom, Eddy Kurnia menyatakan bahwa berdasarkan laporan terakhir yang diterimnya, seluruh karyawan dan keluarga dalam keadaan selamat, namun demikian konsentrasi mereka masih tertuju mengurus keluarga. Sedangkan aktivitas kantor, termasuk Plasa Telkom, mengingat keadaan fisik bangunan yang rusak praktis belum jalan. “Saat ini rekan-rekan kami di Sumbar sedang mengupayakan kantor darurat di lapangan tennis indoor,” ujar Eddy Kurnia.

Sementara itu untuk membantu proses tanggap darurat di kota Padang, Telkom mendirikan Posko Telkom Peduli yang berlokasi di Kantor Telkom JL KHA Dachlan No. 17 Padang. Bagi masyarakat yang memerlukan sarana telekomunikasi bisa datang ke posko tersebut. (*/dad)

Read more.....

Sumbangan SMS Flexi Rp271 Juta

Tribun Jabar – Pelanggan Telkom Flexi telah mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa melalui donasi SMS, dengan total pencapaian sementara lebih dari Rp271 juta.

“Hingga Jumat pukul 13.30 WIB, total SMS peduli yang berhasil kami kumpulkan mencapai 54.347 SMS,” ujar Eddy Kurnia, VP Public and Marketing Communication Telkom.

Setiap SMS yang berisi kata PEDULI dan dikirim ke nomor khusus 5000, maka pelanggan Flexi dipotong pulsanya senilai Rp5.000. Dengan pencapaian sementara 54.347 SMS, maka dana yang telah terkumpul Rp271.735.000.

“Penggalangan dana lewat SMS Peduli ini akan berlangsung selama satu bulan,” jelas Eddy.

Untuk membantu perbaikan pascagempa, Telkom telah menyediakan 20 unit Flexi Home untuk posko-posko bencana yang ada di Padang dan sekitarnya. Operator ini juga membagikan 100 ponsel Flexi gratis kepada relawan yang barjuan di lokasi bencana.

“Untuk informasi layanan kepada masyarakat, Posko Telkom juga menyediakan layanan bebas pulsa 0800751 atau dapat juga menghubungi 0751-446580 dan 0751-40731,” tandas Eddy. (dtc)

Read more.....

30 September 2009 Flexi Berhasil Layani Lonjakan Komunikasi

Jakarta, Investor Daily – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berhasil melayani dengan baik lonjakan trafik telekomunikasi, baik layanan komunikasi suara, SMS, da data selama Idul Fitri. Tingkat keberhasilan panggilan mencapai 96%.

“Berkat kesiapan dengan penyediaan kapasitas dan prediksi akurat kenaikan trafik telekomunikasi, Telkom berhasil melayani pelanggan selama berlangsungnya musik mudik Lebaran 2009,” kata Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia di Jakarta, Selasa (29/9).

Eddy menjelaskan, lonjakan trafik, baik suara, SMS, maupun data terjadi pada H-1 hingga H+1 dengan kenaikan 41-71% dibanding musim Lebaran 2008. Pada H-1, tercatat 87,13 juta SMS atau naik sekitar 57% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan pada hari H, tercatat 97,07 juta SMS, dan pada H+1 tercatat 66,73 juta SMS.

Untuk melayani pelanggan yang mudik, Telkom yang telah hadir di 342 kota ini meningkatkan kapasitas layanan Combo dengan menyediakan lebih dari 3,5 juta dummy number atau sekitar 30-40% dari total pelanggan Flexi yang saat ini mencapai 13,8 juta. Selama H-5 hingga H+5, tercatat rata-rata 250 ribu aktivasi Combo per hari.

“Tahun ini terjadi kenaikan aktivasi Combo yang cukup berarti dibandingkan periode yang sama 2008, yakni naik 34% pada H-1,” ujar Eddy.

Sedangkan pertumbuhan pada layanan data, menurut Eddy, terjadi setelah Flexi menawarkan layanan Flexinet Unlimited. Saat ini pelanggan data Flexi mencapai lebih dari 84 ribu pelanggan. “Saat ini masyarakat sudah bisa menerima kiriman ucapan selamat Idul Fitri, baik melalui email maupun situs jejaring sosial, seperti Facebook ataupun Twitter,” kata Eddy. (cep)

Read more.....

28 September 2009 Selama Liburan Terjadi Aktivasi 500.000 Nomor Flexi Combo

Bandung, Pikiran Rakyat – Sepanjang musim libur Lebaran sedikitnya terjadi aktivasi 500.000 nomor Flexi Combo ke wilayah Jawa Barat (Jabar) dan Banten atau naik 174,03% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Seperti diperkirakan, puncak aktivasi Combo terjadi pada H-1 sampai H+1.

“Mayoritas aktivasi dilakukan pelanggan Jakarta dan Jateng yang memasuki wilayah Jabar Banten. Banyak juga pelanggan Jabar Banten yang melakukan aktivasi combo lokal antarkota,” ujar Henhen Suhendi, Manajer Sales and Promo Flexi Jabar Banten dihubungi “PR”, akhir pekan lalu.

Tingginya peningkatan aktivasi tahun ini, menurut Henhen, salah satunya dimungkinkan karena peningkatan jumlah pelanggan yang cukup besar. Secara nasional tahun ini pelanggan Flexi tumbuh hingga satu juta nomor dibandingkan posisi akhir tahun lalu. Pada periode yang sama pelanggan Jabar Banten naik hingga 280 juta nomor.

Untuk mengantisipasi lonjakan traffic Lebaran tahun ini, secara nasional PT Telkom Tbk telah menyiapkan 4,11 juta-5,48 juta nomor sebagai dummy Flexi Combo. Jumlah itu mencapai 30%-40% dari total pelanggan Flexi nasional, 13,7 juta nomor.

“Tahun ini tidak ada kendala berarti pada pelayanan Flexi. Kami bisa mengantisipasi semua lonjakan traffic, baik combo, SMS, suara, maupun data. Perisapan kami terhitung matang dan telah teruji pada gempa, 2 September lalu. Saat itu pun jaringan kami tidak mengalami gangguan berarti. Bisa dibilang tahun ini kami sukses melayani pelanggan,” ujar Henhen.

Tahun ini peningkatan traffic layanan suara Flexi di wilayah Jabar Banten naik hingga 28% dibandingkan dengan hari normal. Pada puncaknya, H-1 dan hari Lebaran, rata-rata percakapan Flexi menembus angka 2,48 juta menit per hari.

Peningkatan serupa juga terjadi pada layanan SMS yang selama libur Lebaran traffic-nya naik hingga 61,73%. Pada kondisi normal, traffic SMS Flexi di wilayah Jabar dan Banten mencapai 1,85 juta unit per hari.

Berbeda dengan tahun lalu, traffic Flexi pada Lebaran kali ini diwarnai pertumbuhan baru pada layanan data. Selama libur Lebaran ini tercatat pertumbuhan traffic data yang signifikan, mencapai 740% dibandingkan dengan posisi Juni. (A-150)***

Read more.....

15 September 2009 Terget Flexi Muslim Capai 30%

Jakarta, Koran Jakarta – Penjualan ponsel bundling milik Telkom, Flexi Muslim, tercatat mencapai 60 ribu unit atau 30 persen dari target perseroan yang ingin menjual 200 ribu paket ponsel itu dalam sisa tahun ini. Flexi Muslim yang dilincurkan 15 Agustus menawarkan ponsel dari sejumlah vendor seperti Nexian, ZTE, dan Huawei dengan keunikan pada konten muslim.

“Kami memiliki stok barang mencapai 200 ribu unit. Melihat tingginya animo masyarakat, bisa saja stok semua menjadi habis,” kata Executive General Manager Divisi Telkom Flexi Dodiet Hendrojono di Jakata, Senin (14/9).

Saat ini , Flexi Muslim yang telah beredar di tujuh kota, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar. “Kami harap 200 ribu Flexi Muslim yang disediakan akan habis terjual sampai dengan Lebaran Haji nanti,” kata dia.

Untuk menarik pelanggan menggunakan jasa Flexi, Telkom juga menawarkan nomor cantik Flexi. Sebanyak 36 juta nomor cantik telah berhasil dijual oleh Telkom dengan total penjualan mencapai 215,5 juta rupiah. “Nomor yang paling laku dijual adalah nomor 021-37777777 dengan harga 70 juta rupiah. Kegiatan promosi ini sejak 9 September hingga 15 hari ke depan,” jelas Dodiet.

VP Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengungkapkan Telkom semakin serius menggeber pengelolaan interkoneksi sebagai sumber pendapatan baru. “Awalnya interkoneksi menjadi mandatory karena regulasi. Tetapi seiring perkembangan kompetisi, ini bisa menjadi sumber pendapatan baru,” kata dia. ■ dni/E-2

Read more.....

14 September 2009 Nomor Cantik Flexi Laku Rp215,5 Juta

Jakarta, Investor Daily – Telkom berhasil melelang 36 nomor cantik Flexi Muslim dengan harga total Rp215,5 juta. Bahkan nomor cantik 021-37777777 terjual dengan harga Rp70 juta. Selain itu beberapa nomor cantik lain, seperti 021-37888888, 021-37999999 dan 021-36000000 juga laku terjual dengan harga tak kalah tinggi.

Executive General Manager (EGM) Divisi Telkom Flexi Dodiet Hendrajono mengatakan, lelang nomor cantik dimulai dari harga dasar Rp 5 juta. Beberapa kalangan, termasuk mantan direktur Telkom Garuda Sugardo ikut dalam lelang tersebut.

“Semua dana dari hasil lelang itu disumbangkan langsung tanpa potongan apapun kepada korban gempa bumi di Jawa Barat. Ini kami lakukan sebagai wujud kepedulian sosial kami,” ujar Dodiet di Jakarta, Kamis (10/9).

Bagi beberapa orang, nomor cantik itu bukan hanya mudah diingat, tapi juga memberikan prestise tersendiri dalam berbisnis. “Karena itu, berapa pun harganya pasti akan dibeli, asalkan sesuai dengan keinginan mereka,” kata Dodiet. (cep)

Read more.....

07 September 2009 Flexi tetap berfungsi di Jabar

Bandung, Bisnis Indonesia – PT Telkom Unit Flexi Area Jabar-Banten memperingati Hari Pelanggan Nasional 2009 dalam suasana berduka akibat gempa.

Muhammad Muaf, GM Area Commerce Flexi Jabar-Banten, mengungkapkan gempa di sejumlah lokasi di Jabar meningkatkan trafik Flexi. Akan tetapi, layanan tersebut diklaimnya tetap berfungsi hingga pelosok Jabar.

“Kami peduli gempa, juga pelanggan yang datang ke Flexi Center saat Hari Pelanggan. Ada yang diberi kejutan ponsel, rezeki pulsa, hingga tarif khusus pelanggan,” katanya di sela-sela melayani pelanggan, akhir pekan kemarin. (BISNIS/MSU)

Read more.....

31 Agustus 2009 Bidik Pelanggan Baru, Flexi Andalkan Tarif Lama

Achmad Rouzni Noor II – detikinet

Jakarta – Telkom optimistis bisa mereguk tambahan dua sampai tiga juta pelanggan baru lagi untuk Flexi, masih dengan mengandalkan skema tarif dasar lama Rp 49 untuk panggilan telepon ke sesama pelanggannya.

“Saat ini jumlah pengguna Flexi sudah 13,8 juta pelanggan. Akhir tahun nanti kami akan genapkan jadi sekitar 16 juta atau 17 juta,” kata Direktur Konsumer Telkom, I Nyoman G Wiryanata, di stand Mega Bazar Telkom 2009, Carrefour Lebak Bulus, Jakarta.

Nyoman menjelaskan, Telkom tidak akan mengubah tarif percakapan telepon nirkabel terbatasnya itu, Rp 49 untuk panggilan on-net Flexi dan Rp 35 untuk PSTN lokal. “Tarif itu sudah paling murah dan tidak menjebak. Saya kira pelanggan sudah mulai jeli dalam mencermati tarif,” ujarnya dalam rilis, Senin (31/8/2009).

Untuk meraih target penambahan pelanggan tersebut, Telkom berupaya untuk mendekatkan diri dengan pelanggan termasuk menggelar sejumlah program. Seperti momentum Ramadhan dan Idul Fitri kali ini, Telkom menggelar Mega Bazar 2009 di 30 Mall yang ada di wilayah Divisi Regional II Telkom.

Program yang berlangsung 22 Agustus hingga 20 September 2009 itu menampilkan sejumlah produk Telkom mulai dari deretan ponsel bundling Flexi Muslim hingga program bundling antara siaran berbayar YesTV dan akses internet Speedy. (rou/faw)

Read more.....

Telkom Flexi Hadirkan Konten Bernuansa Ramadhan

Jakarta, Kompas.com - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk melalui layanan Telkom Flexi kembali meluncurkan program Ramadhan, yakni program yang memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mendapatkan ataupun mengunduh konten bernuansa Islami untuk melewatkan hari-hari selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1430 H.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, Minggu (30/8) mengatakan, Program Flexi Ramadhan memungkinkan pelanggan Flexi memperoleh konten Islami baik yang berbasis SMS, FTONE/FSONG dan WAP. “Mengingat saat ini kita berada di bulan Ramadhan, Telkom tidak hanya menyediakan konten bernuansa Muslim tetapi juga content-content yang sangat dibutuhkan selama Ramadhan dan Mudil Lebaran,” jelas Eddy Kurnia.

Konten yang dapat diperoleh antara lain, Quran (konten terjemahan ayat-ayat Quran yang bertema Ramadhan dalam bentuk SMS 160 karakter, di mana setiap pelanggan satu konten per hari, Hadits (kutipan Hadist yang bertema Ramadhan dalam bentuk SMS 160 karakter, setiap pelanggan menerima satu konten per hari), dan SMS (template Ucapan Lebaran dari berbagai bahasa daerah. Pelanggan menerima 3 template hanya dengan membayar Rp1.000.

Dijelaskan Eddy Kurnia, Program Ramadhan Flexi di peruntukan bagi seluruh pelanggan Flexi baik itu Trendy maupun Classy. Untuk mendapatkan konten Muslim, sangat mudah yakni dengan akses menu 2525, yaitu SMS menu yang dapat melakukan mengakses konten berbasis SMS, FlexiTONE/FSONG dan WAP.
“Cara sederhana yaitu hanya dengan me-reply dengan angka sesuai menu yang tertera di menu kemudian pelanggan akan memperoleh konten yang diinginkan,” kata Eddy Kurnia.

Selain program Ramadhan melalui akses Menu 2525, untuk memeriahkan Ramadhan dan Idul Fitri 1430H, Flexi telah meluncurkan handset bundling Flexi Muslim, yang merupakan layanan handset dan konten bernuansa Muslim berbasis On Device Portal (ODP) yang sangat memudahkan pelanggan mengakses konten-konten bernuansa Islami. Haryo Damardono

Read more.....

12 Agustus 2009 Flexi Muslim Bidik 200 Ribu Pelanggan

Jakarta, Investor Daily – Menjelas bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) meluncurkan ponsel berkonten Islami yang dikemas dalam program bundling dengan kartu perdana bertajuk Flexi Muslim. Dari Flexi Muslim, Telkom membidik tambahan 100 hingga 200 ribu pelanggan baru,” kata Direktur Konsumer Telkomsel, Nyoman G Wiryanata, di sela Peluncuran Flexi Muslim di Jakarta, Senin (10.8).

Di tahap awal, Nyoman menuturkan, Telkom akan menyediakan secara total 20 ribu unit handset Flexi Muslim dan akan menyentuh 100 ribu unit sampai Lebaran mendatang. Dia yakin, Flexi Muslim ini akan mendapat sambutan baik di masyarakat, hal ini terlihat saat Telkom telah melakukan uji coba pemasaran di Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Flexi Muslim menyediakan sembilan fitur dan konten seperti Qur’an Mobile, hadist, Islamic Application, zakat dan infaq, khazanah, Islamku ebook, Islam Populer, Kios Islam, dan Info Ummat. Untuk handset-nya disediakan empat model pilihan.

Selain memiliki fitur dasar seperti suara dan SMS dilengkapi dengan kamera, MP3 player, slot externall memory untuk menyimpan lagu dan foto. Fasilitas eBuddy pun tersedia untuk pelanggan ber-chatting. Melalui MSN, Gtalk, Yahoo, dan lainya dapat dilakukan dengan mudah.

Keempat ponsel Flexi Muslim yang diluncurkan memiliki varian harga yang relatif terjangkau. Mulai dari Nexian C900 (Rp999 ribu) yang menyerupai NexianBerry, Haier C600 (Rp649 ribu), Haier C8989 (Rp399 ribu), dan ZTE S100 (Rp325 ribu). (cep)

Read more.....

Flexinet Unlimited Diluncurkan

Kompas – Karena kebutuhan masyarakat terhadap akses internet semakin berkembang, Flexinet Unlimited harian dan mingguan diluncurkan untuk melengkapi pelayanan Telkom, yaitu Speedy, Astinet, Telkomnet Instan, dan Flash Telkomsel.
Tarif Flexinet Unlimited Rp2.500 per hari dan Rp15.000 per minggu tanpa batas kuota.

General Manager Commerce Flexi Jawa Barat-Banten Muhammad Mu’af di Bandung, Selasa (11/8), mengatakan, Flexinet Unlimited dapat dipakai di seluruh kota yang sudah terjangkau jaringan Flexi.

Internet itu juga dapat untuk akses Facebook, surat elektronik, dan chatting. Cara mengakses internet, pelanggan cukup mengirimkan SMS ke nomor 2255. (BAY)

Read more.....

11 Agustus 2009 Komunitas Dongkrak Laba Telkom Flexi

Jakarta, Seputar Indonesia – PT Telkom Tbk mengaku komunitas Flexi yang saat ini berjumlah 650.000 anggota telah menyumbangkan pendapatan yang signifikan. “Meski kami menawarkan telepon gratis ke sesama komunitas Flexi, kami mendapat pendapatan lainnya sehingga pada kuartal dua ini pendapatan Telkom Flexi meningkat 10% dibandingkan kuartal I/2009,” kata Direktur Konsumer Telkom I Nyoman G Wiryanata seusai peluncuran Flexi Muslim di Jakarta, kemarin.

Nyoman optimistis pendapatan Telkom Flexi sampai akhir tahun akan terus meningkat seiring penambahan jumlah pelanggannya. Saat ini jumlah pelanggan Flexi telah mencapai 13,8 juta. Targetnya sampai akhir tahun bisa 14,7 juta sampai 15,7 juta.”Tahun ini kami targetkan bisa menambah pelanggan baru 2-3 juta,” tambah dia.

Untuk terus meningkatkan pendapatan Telkom tersebut, kata dia, pihaknya terus menggaet berbagai komunitas seperti yang baru dilaunching yakni Flexi Muslim. “Pihak yang diajak kerja sama untuk menyediakan handset-nya yakni Nexian, Haier, ZTE, dan Huawei,” tambahnya.

Nyoman menuturkan, Telkom menargetkan bisa menggaet pelanggan sebesar 200.000 untuk masuk ke dalam komunitas Flexi Muslim. “Konten di dalamnya sangat menarik seperti Quran Mobile, Hadits, Zakat, Infak, ringtone, beserta aplikasi islami lainnya. Jadi kami yakin bisa menarik banyak pelanggan,” tambahnya.

Sementara itu, Deputy Executive General Manager Bidang Commerce Telkom Flexi Judi Achmadi mengaku telah menyiapkan kenaikan kapasitas jaringan Telkom Flexi sebesar 400-500% untuk Ramadan dan Lebaran tahun ini. “Kami perkirakan traffic akan melonjak 4-5 kali lipat,” jelasnya. Juga mengatakan, Telkom akan memfokuskan diri pada wilayah-wilayah sentral seperti Jawa Tengah dan wilayah arus mudik lainnya. (rakhmat baihaqi)

Read more.....

05 Agustus 2009 Lonjakan 82% pelanggan Flexi tak menolong

Oleh Sutarno
Wartawan Bisnis Indonesia

Sebagian pelanggan telepon seluler mungkin akan bingun ketika disodori pertanyaan: di antara TELKOMFlexi (PT Telkom) dan Kartu As (PT Telkomsel), mana yang merupakan layanan telepon seluler alias ponsel.

Jangan disalahkan jika mereka menjawab keduanya sama-sama telepon seluler. Maklum, secara fisik kedua layanan itu sama-sama menggunakan handset, yaitu ponsel CDMA (code division multiple access) untuk TelkomFlexi dan ponsel GSM (global system for mobile communications) untuk kartu As.

Padahal, sejatinya keduanya memiliki lisensi yang berbeda. TELKOMFlexi sebenarnya merupakan layanan telepon tetap, sehingga disebut sebagai fixed wireless karena menggunakan telepon tanpa kabel. Adapun yang benar-benar memegang lisensi seluler adalah Kartu As, sama seperti lisensi untuk dua produk Telkomsel lainya, yaitu kartuHALO dan simPATI.

Akan tetapi, karena menggunakan handset atau telepon seluler sebagai terminal, keberadaan TELKOMFlexi menghadirkan fenomena tersendiri karena mampu menggantikan keberadaan telepon kabel konvensional di rumah. Bahkan untuk kantoran pun pelanggan tidak segan-segan mencantumkan nomor Flexi mereka sebagai contact number.

Itulah sebabnya, populasi pelanggan TELKOMFlexi mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan selama semester I/2009.

Menurut laporan keuangan PT Telkom per 30 Juni 2009 yang belum diaudit, jumlah pelanggan TELKOMFlexi hingga akhir Juni mencapai 13,5 juta nomor, sedangkan pelanggan telepon kabel hanya mencapai 7,4 juta nomor. Jika dibandingkan dengan pelanggan TELKOMFlexi semester I/2008, terjadi kenaikan 82% pelanggan.

Sebaliknya, popularitas layanan telepon kabel BUMN telekomunikasi itu makin memudar. Hingga akhir Juni 2009, Telkom hanya mampu mendongkrak 1% pelanggan telepon kabel dengan tambahan pelanggan sekitar 52.000 setahun atau sekitar 4.300 nomor per bulan. Bandingkan dengan tambahan pelanggan TELKOMFlexi yang mencapai 6,1 juta dalam setahun terakhir atau sekitar 508.000 pelanggan per bulan.

Omzet turun 19%
Kembali ke persoalan perbedaan TELKOMFlexi dan Kartu As, demikian juga dengan kartu HALO dan simPATI, dua layanan berbeda lisensi itu sama-sma berada dalam rengkuhan Telkom. Artinya kebingunan pelanggan tidak menjadi soal, karena toh mereka tetap menghadirkan pundi-pundi pulsa bagi BUMN telekomunikasi tersebut.

Akan tetapi, sudah bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa ‘kehidupan’ Telkom sebenarnya lebih banyak ditopang oleh kegiatan bisnis seluler Telkomsel sebagai salah satu anak perusahaannya. Dari omzet Telkom sebesar Rp30,67 triliun selama Januari-Juni tahun ini, sekitar 44,1% atau Rp13,53 triliun berasal dari kegiatan bisnis layanan seluler Telkomsel.

Pendapatan seluler itu meningkat Rp1,35 miliar atau 11,1% dibandingkan dengan omzet semester I tahun lalu. Sebuah pencapaian yang sangat melegakan mengingat ARPU (average revenue per user) atau belanja pulsa bulanan pelanggan turun sangat signifikan.

Selama semester I/2008, nilai ARPU pelanggan mencapai Rp63.000 per bulan, tetapi selama semesteri I tahun ini ARPU tersebut turun 25% menjadi Rp47.000. Penurunan ARPU tersebut terselamatkan oleh lonjakan pelanggan sebesar 45%.

Kondisi ini bertolak belakang dengan layanan seluler ‘semu’ yang diselenggarakan Telkom sendiri, yaitu TELKOMFlexi. Lonjakan pelanggan Flexi yang sangat fantastis sebesar 82% ternyata belum mampu mengangkat pamor bisnis layanan telepon tetap Telkom.

Selama Januari-Juni 2009, BUMN itu hanya mampu meraup omzet Rp4,26 triliun dari bisnis telepon tetap. Perolehan omzet itu turun 19% dibandingkan dengan omzet semester I/2008 yang mencapai Rp5,26 triliun.

Salah satu penyebab penurunan omzet telepon tetap itu mungkin antara lain karena Telkom masih menyatukan telepon kabel dan TELKOMFlexi dalam satu unit manajemen bisnis, sehingga BUMN itu kehilangan momentum untuk menikmati lonjakan pelanggan TELKOMFlexi.
Artinya kegiatan pemasaran TELKOMFlexi ditangani oleh 7 divisi regional (Divre) dengan jumlah karyawan sekitar 24.000 orang.

Telkom berencana memisahkan TELKOMFlexi menjadi unit bisnis yang terpisah. Gagasan itu pernah dilontarkan Presdir Telkom Rinaldi Firmansyah ketika berkunjung ke Bisnis akhir Maret lalu.

“Karena ingin lincah, dalam dua-tiga tahun ke depan kami akan lakukan konsolidasi di CDMA,” tuturnya waktu itu.

Pembentukan unit bisnis TELKOMFlexi itu tidak sekadar menjanjikan kelincahan manuver, namun yang justru lebih penting dari itu adalah agar pendapatan dari bisnis layanan ‘semiseluler’ tersebut tidak lagi tergerogoti oleh beban biaya dari kegiatan manajemen bisnis telepon tetap.

Rasanya tidak ada alasan bagi Telkom untuk tidak mempercepat realisasi rencana restrukturisasi kegiatan bisnsi TELKOMFlexi tersebut. (sutarno@bisnis.co.id)

Read more.....

24 Juli 2009 Flexi Sudah Jadi Unit Sendiri

Jakarta, Investor Daily – Sejak awal Juli 2009, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) resmi memisahkan bisnis Flexi menjadi unit sendiri. Pemisahan ini bertujuan membuat lincah gerakan Flexi untuk melakukan penetrasi pasar CDMA serta meningkatkan kontribusi pendapatan bagi perusahaan.

“Konsekuensi pemisahan ini memang agar Flexi lebih produktif dari sebelumnya,” kata Direktur Telkom Indra Utoyo di Jakarta, pekan lalu. Dia menjelaskan, layanan CDMA ini berada di bawah direktur network & solution Telkom, yang kini dijabat Ermadi Dahlan.

Saat peluncuran Flexi Valentine beberapa waktu lalau, Direktur Konsumer Telkom I Nyoman G Wiryanata mengatakan, Telkom menargekan 17 juta pelanggan Flexi dengan pendapatan Rp3,9 triliun pada 2009. pendapatan Flexi memberi kontribusi terhadap total pendapatan Telkom sekitar 15% pada 2008.

Untuk merealisasikan target baru tersebut, tim Flexi menyiapkan sejumlah langkah. Yakni, konsolidasi internal dan penunjukan sejumlah nama yang sebelumnya duduk sebagai executive general manager (EGM) di sejumlah Divisi Regional untuk menempati pos barunya di kantor pusat. Kemudian, tahapan berikutnya adalah melakukan transformasi. “Prosesnya diperkirakan selesai hingga akhir 2009,” kata Indra.

Pada saat itu, Flexi memiliki jaringan distribusi sendiri. Seluruh layanan mulai dari costumer service, pengaduan, jaringan, dan sebagainya. “Jadi, tidak seperti sekarang, seorang costumer service harus melayani pelanggan fixed line, Flexi, dan produk lainnya,” kata dia.

Dihubungi terpisah, anggota BRTI Heru Sutadi menanggapi pemisahan Flexi menjadi unit tersendiri bakal mendorong pertumbuhan pasar layanan CDMA. Sedangkan sisi regulasi, selama ini Flexi belum tersentuh regulasi, sebagaimana yang diterima kompetitornya (Esia dan Hepi). Itu karena Flexi masih berada dibawah Telkom.

“Regulasi langsung melekat bila Flexi menjadi sebuah entitas baru,’ Kata dia. Regulasi itu antara lain adalah kewajiban melaporkan frekuensi dan penomoran. (cep)

Read more.....

22 Juli 2009 Telkom luncurkan Flexi Muslim

Surabaya, Bisnis Indonesia – PT Telkom Tbk Divisi Flexi meluncurkan paket bundling Flexi Muslim untuk menggenjot penambahan 1 juta pelanggan baru.

Pemasaran paket bundling bersama PT Heier Indonesia itu diawali dari Jawa Timur sebagai penghargaan terhadap provinsi itu yang selama ini memberikan kontribusi pelanggan Flexi relatif besar. Semenatara itu, launching secara nasional, menurut Excecutive General Manager Divisi Telkom Flexi Dodiet Hendrojono baru akan dilakukan pada awal Agustus.

“Sebagai tahap awal Telkom akan mempersiapkan sebanyak 1 juta unit ponsel Flexi Muslim untuk seluruh Indonesia,” ujar Dodiet pada acara launching Flexi Muslim, kemarin. (BISNIS/DW)

Read more.....