Tampilkan postingan dengan label Telkom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Telkom. Tampilkan semua postingan

27 Desember 2009 Flexi Bicara Sepuasnya Cuma Rp17.500 per Bulan

Jakarta, Investor Dialy (23/12/2009) – PT Telkom menggelar program Bebas Bicara Sesama Flexi dan telepon rumah pada enam kota. Pelanggan Flexi di enam daerah itu bisa berkomunikasi sepuasnya dengan tarif Rp5.500 untuk program mingguan dan Rp17.500 untuk bulanan.

“Program Bebas Bicara ke Flexi dan telepon rumah itu serempak di laksanakan pada 20 Desember 2009. Program ini akan berlangsung selama enam bulan,” kata Executive General Manager PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Divisi Flexi Triana Mulyatsa di Jakarta, akhir pekan lalu.

Triana mengatakan, keenam kota itu adalah Karawang, Purwakarta, Serang, Cilegon, Pandeglang, dan Rangkas Bitung. Untuk menikmati layanan itu, pelanggan cukup mengirim SMS ke 678 berisi BB Bulanan dan BB Mingguan.

Sementara itu, lanjut Triana, untuk program Bebas Bicara dengan Telepon Rumah (PSTN), pelanggan Flexi bisa berkomunikasi dengan maksimal tiga nomor telepon rumah. Caranya, pelanggan Flexi mengirim SMS ke 678 berisi BB no PSTN1 spasi No PSTN2 spasi No PSTN3. Pelanggan bisa juga mengubah nomor tujuan telepon rumah.

Penyempurnaan TRRT
Selain itu, Telkom juga melanjutkan program poin reward Telepon Rumah Rejeki Tumpah (TRRT), bukan hanya bagi pelanggan telepon rumah, juga Speedy dan YesTV.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengatakan, pelanggan telepon rumah yang mendaftar ikut program TRRT mencapai 74% atau sekitar 5,8 juta pelanggan. Sedangkan jumlah poin yang terkumpul mencapai 11,18 miliar poin. Setiap menit menelepon mendapat satu poin.

“Besarnya jumlah pelanggan yang mengikutsertakan nomornya untuk mengikuti program TRRT menunjukkan bahwa program TRRT cukup diminati pelanggan,” ujar Eddy Kurnia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Program baru TRRT akan digelar mulai Januari 2010. Program ini untuk pelanggan telepon rumah, juga bagi pengguna TelkomNet Instan dan Sambungan Langsung Internasional (SLI-007), Speedy, YesTV, dan siturs e-commerce Plasa.com. (rz)

Read more.....

Telkom rampungkan optik Speedy di Madura

Oleh Dwi Wahyuni
Bisnis Indonesia

Surabaya (23/12/2009): PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) merampungkan proyeksi jaringan serat optik berkapasitas 96 core di Madura dengan memanfaatkan Jembatan Suramadu guna memacu pertumbuhan 3% pelanggan Speedy di wilayah itu pada tahun depan.

Genaral Manager Telkom Surabaya Barat Subandrio mengatakan jaringan serat optik sepanjang 48.000 meter dan membentang dari Surabaya ke Pulau Madura tersebut dipersiapkan untuk mendukung kecepatan broadband Internet hingga 3 megabite per second (Mbps).

Menurut dia, jaringan broadband tersebut akan dapat meningkatkan kualitas layanan Internet.

“Akses Speedy di Madura akan semakin cepat sehingga bisa menjadi momentum untuk menguatkan penetrasi pengguna Internet di Pulau itu,” ujar Subandrio di Surabaya, kemarin.

Telkom, katanya, menargetkan pertumbuhan pelanggan Speedy di Madura sebesar 3% atau 13.000 pelanggan di Madura. Menurut dia semula kecepatan akses Speedy di Madura hanya mencapai 384 kilobite per second (kbps).

Namun dengan selesainya proyek jaringan serat optik kecepatan akses di Pulau Garam itu, kecepatan Internetnya akan sama yang di kota besar seperti Surabaya dan Jakarta.

Menurut catatan Telkom, kecepatan akses Internet Speedy di kedua kota tersebut bisa mencapai puncak 3 Mbps.

Sementara itu, untuk memberikan informasi mengenai kesiapan jaringan akses Internet ataupun produk derivatif dari Speedy kepada konsumen di pulau itu, Telkom menggelar Road Show Speedy Go To Faster di Madura. Perhelatan ini dilakukan secara bertahap mulai dari Bangkalan, Pamengkasan dan terakhir di Kabupaten Sumenep.

Pameran itu diharapkan akan mampu menggenjot penetrasi pengguna Internet Speedy di pulau itu.

Sebagaimana diketahui pemakai Internet baru tercatat 10.000 pelanggan, sementara total populasinya mencapai 6 juta jiwa. Dari total pelanggan Speedy tersebut, sekitar 4.000 di antaranya merupakan pelanggan dari segmen industri.

“Kami optimis penambahan kapasitas akan membuat penetrasi pasar Speedy mudah dilakukan, sebab masyarakat sudah bisa merasakan fasilitasnya,” tegas Subandrio.

Itulah sebabnya, lanjutnya, Telkom akan membidik semua segmen konsumen yakni mulai dari kalangan pendidikan hingga corporate lewat berbagai program kerja sama.

Read more.....

16 Desember 2009 Telkom pulihkan jaringan kabel

Jakarta, Bisnis Indonesia (15/12/2009): PT Telkom Tbk menyelesaikan gangguan kabel primer yang mencatu STO (Sentral Telepon Otomat) Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Siaran pers Telkom, kemarin, menyatakan Tim Jaringan Telkom Jakarta Selatan telah berhasil menyelesaikan gangguan massal kabel primer yang mencatu STO Pasar Minggu.

“Proses penyambungan sembilan kabel primer tuntas dilakukan. Sebanyak 3.352 sst saluran telepon dan 823 ssl layanan Speedy telah berhasil diaktifkan kembali pada Sabtu malam [12 Desember],” demikian bunyi siaran pers Telkom kemarin.

Gamas kabel primer yang terjadi sejak Selasa (8 Desember) lalu mengakibatkan putusnya sembilan kabel primer yang dicatu dari STO Pasar Minggu. (BISNIS/API)

Read more.....

12 Desember 2009 Kabel Primer Telkom di Pasar Minggu Putus

Jakarta, Investor Daily (10/12/2009) – Sembilan kabel primer milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang mencatu Sentral Telepon Otomat (STO) Pasar Minggu putus. Akibatnya, sebanyak 3,316 pelanggan telepon serta 785 pelanggan Speedy terputus.

Siaran pers Telkom yang diterima Investor Daily, Rabu (9/12) menyebutkan, terputusnya kabel primer itu akibat pekerjaan booring untuk pembuatan saluran air oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Kabel primer itu berada di Jalan Raya Ragunan Pasar Minggu (depan Kantor Depkes).

“Saat ini proses perbaikan sedang dilakukan, estimasi penyelesaian akan memakan waktu maksmal 14 hari. Kami mengupayakan perbaikan itu secepatnya agar fasilitas telekomunikasi pelanggan berfungsi normal kembali,” demikian pernyataan Telkom. (rz)

Read more.....

09 Desember 2009 Telkom Raih Best of Best Perusahaan Idaman 2009

Kontan (08/12/2009) – Perusahaan penyelenggara TIME (telecommunication, information, media, and edutainment), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), terpilih sebagai Best of the Best Perusahaan Idaman 2009.

Dalam ajang CEO dan Perusahaan Idaman Award 2009 yang digelar majalah Warta Ekonomi, Jumat (4/12), Telkom berhasil menyisihkan 14 perusahaan nomine lainnya, yaitu PT Astra Internasional Tbk, PT Pertamina (persero), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Garuda Indonesia, dan PT Unilever Indonesia, PT Medco Energi Internasional Tbk.

Selain tiu, PT Indosat Tbk, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Bakrie & Brother Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk.

Selain itu, Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah, terpilih sebagai CEO Idaman 2009 hasil survei pembaca Warta Ekonomi.

Penghargaan Perusahaan Idaman diberikan kepaa perusahaan yang diidam-idamkan untuk tempat bekerja dan meniti karier favorit oleh 986 responden yang tersebat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Survei dilakukan pada 1-5 September 2009. Hasilnya Telkom menjadi perusahaan yang paling banyak dipilih responden.

“Kami bangga dan berterima kasih atas penghargaan-penghargaan tersebut yang merupakan wujud nyata pengakuan terhadap kerja keras dan dedikasi manajemen dan karyawan Telkom yang dilakukan selama ini,” kata Vice President public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia di Jakarta, kemarin.

Secara keseluruhan responden memilih Telkom karena dianggap memiliki standar gaji tinggi bila dibandingkan dengan perusahaan lain serta memberikan fasilitas tunjangan yang baik kepada karyawannya.

Telkom juga dianggap sebagai perusahaan terbaik di industrinya dan dipersepsikan sebagai perusahaan besar, terkenal, dan memiliki manajemen bagus.

Menurut Eddy, pengakuan sebagai Perusahaan Idaman 2009 menunjukkan Telkom menjadi tempat pilihan dalam mendedikasikan ilmu dan menghasilkan karya-karya inovatif dan komersial yang berguna bagi keamjuan bangsa. (AT/E-4)

Read more.....

08 Desember 2009 Telkom batal akuisisi Indonesiantower

Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia

Jakarta (07/12/2009): PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) membatalkan rencana mengakuisisi 80% Indonesiantower lantaran tidak adanya kesepakatan di antara pembeli dan penjaul, yang dalam hal ini PT Solusindo Kreasi Pratama.

Sekretaris Perusahaan Telkom Agus Murdiyanto dalam keterangan resminya menuturkan syarat yang dibutuhkan dalam conditional agreement untuk kegiatan jual beli tidak terpenuhi lantaran Telkom dan pemegang saham Solusindo Kreasi Pratama tidak mencapai kata sepakat.

“Dengan tidak terpenuhinya kondisi persyaratan yang ditetapkan dalam conditional agreement, maka rencana akuisisi kepemilikan mayoritas di Indonesiantower tidak dilanjutkan,” ujarnya akhir pekan lalu.

Telkom rencanya membeli perusahaan penyedia menara base transceiver station (BTS) melalui anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel).

Menurut Agus, batalnya rencana akuisisi tersebut tidak akan menggangu kinerja Mitratel dalam mengembangkan bisnis tower untuk telekomunikasi. Namun, dia tidak memberikan perincian yang menyebabkan rencana akuisisi itu batal.

Sementara itu, Direktur Telkom Indra Utoyo menuturkan ada beberapa klausul dalam perjanjian jual beli yang tidak bisa diterima Telkom maupun pihak Indonesiantower.

“Opsinya, dengan tidak adanya kesepakatan itu maka transaksi tidak bisa dilanjutkan. Namun kami tetap akan masuk ke bisnis menara,” ujar Indra.

Telkom menyatakan akan membeli 80% saham Indonesiantower pada Agustus lalu untuk memperkuat bisnis di bidang penyediaan jasa tower untuk telepon seluler.

Entitas baru
Jika akuisisi berhasil, Telkom akan memasukkan perusahaan menara yang akan diakuisisi itu menjadi entitas baru di BUMN telekomunikasi itu.

Tahun lalu, Indonesiantower memiliki menara sebanyak 1.816 unit. Sementara itu menara yang dimiliki Telkom bersama Telkomsel, mencapai lebih dari 14.000 unit di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah baru-baru ini mengungkapkan bisnis menara telekomunikasi pada masa depan akan sangat menguntungkan dan memiliki prospek yang cerah.

Berdasarkan catatan Bisnis, nilai transaksi perusahaan menara itu mencapai Rp600 miliar. Dalam akuisisi ini, Mitratel menunjuk Hongkong and Shanghai Bank sebagai financial advisor dan Melli Darsa & Co sebagai legal advisor.

Telkom akan mengalokasikan belanja modal sebesar US$2 miliar (atau sekitar Rp19 triliun) pada tahun depan untuk mengembangkan sektor bisnis seluler dan multimedia. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp13 triliun akan dialokasikan untuk anak usahanya, Telkomsel.

Salah satu sumber pendanaan akan diambil dari penerbitan obligasi sebesar US$200 juta atau sekitar Rp2 triliun.

Terkait dengan penerbitan obligasi, Telkom mengundang sejumlah sekuritas di antaranya PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas.

Read more.....

27 November 2009 Telkom Batasi Pengembangan Jaringan Tembaga

Jakarta, Koran Jakarta (26/11/2009) – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mulai membatasi pembangunan jaringan telepon tetapnya berbasis tembaga guna meningkatkan kualitas layanan pita lebar (broadband) ke pelanggan.

“Kami sekarang lebih fokus mengembangkan jaringan telepon kabel menggunakan serat optik. Hal ini karena jika mengandalkan tembaga kurang solid dalam mengantarkan data,” ungkap Direktur Konsumer Telkom I Nyoman G Wiryanata di Jakarta, Rabu (25/11).

Dijelaskan, kabel tembaga memiliki keterbatasan pada kemampuan menghantarkan data. Jika kabel berjarak satu kilometer dari rumah pelanggan, maka data yang dihantarkan tidak bisa mencapai satu hingga dua Mbps. “Padahal untuk mempertahankan pelanggan telepon kabel, Telkom harus menyinergikan layanan suara dengan broadband dari Speedy,” kata dia.

Nyoman pun menegaskan layanan telepon tetap kabel akan digunakan di tengah kerasnya persaingan dengan wireless. Hal ini karena telepon tetap kabel memiliki keunggulan pada kualitas suara, kamampuan pengiriman data, dan bagian dari persyaratan collateral dalam mengajukan kredit.

“Bukti nyata jasa ini masih diminati ketika diluncurkan program Paket Tagihan Tetap tahun lalu, terdapat satu juta pelanggan dari 8,7 juta pengguna yang mengikuti layanan ini. Saat ini PTT dimodifikasi sengan menawarkan penurunan tarif sebesar 30 hingga 40 persen dalam bentuk bonus,” tutur dia. ■ dni/E-2

Read more.....

26 November 2009 Telkom rilis paket tagihan

Jakarta, Bisnis Indonesia: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) meluncurkan program Paket Tagihan Tetap bagi pengguna telepon rumah, yang terdiri dari paket On Net (anytime calling) dan Mobile Calling.

“Mengingat sambutan yang cukup baik dan setelah mendengar masukan dari para pelanggan, Telkom menyempurnakan program Paket Tagihan Tetap yang telah diluncurkan beberapa waktu lalu,” ujar Direktur Konsumer Telkom, I Nyoman G Wiryanata, kemarin.

Pada paket Anytime Calling, pelanggan bisa memperoleh bonus panggilan SLJJ kapan saja, sementara pada paket Mobile Calling pelanggan memperoleh bonus mobile calling lebih lama dibandingkan dengan paket yang sudah ada. (BISNIS/FIM)

Read more.....

23 November 2009 Telkom bagi dividen interim Rp524,19 miliar

Oleh Rahayuningsih
Bisnis Indonesia

Jakarta(20/11/2009): PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) membagikan dividen interim senilai total Rp524,19 miliar atau Rp26,65 per saham.

Dengan mengacu pada besaran dividen tersebut, pemerintah mengantongi dana sekitar Rp267,33 miliar atas kepemilikan 51% sahamnya di BUMN telekomunikasi tersebut.

Vice President Investor Relations Telkom Hendra Purnama mengatakan besaran dividen tersebut telah ditetapkan dalam rapat direksi perseroan pada 18 November. Dividen tersebut akan dibayarkan pada 29 Desember 2009.

Dalam keterangan tertulisnya kemarin, PT Semen Gresik Tbk juga membagikan dividen interim senilai Rp58 per saham. Dividen akan dibayarkan pada 23 Desember. Sebelumnya, tiga bank BUMN yaitu PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk juga membagikan dividen interim senilai total Rp700 miliar dari laba tahun berjalan 2009.

Hingga kuartal III/2009, Telkom berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp47,11 triliun naik dibandingkan dengan perolehan periode yang sama tahun lalu yaitu Rp44,65 triliun.

Pendapatan dari telepon seluler berkontribusi besar terhadap kinerja perseroan yaitu Rp21,04 triliun. Selain itu, pendapatan terbesar juga dihasilkan dari data, Internet dan jasa teknologi informatika Rp12,48 triliun.

Pada triluwan III/2009, perseroan juga berhasil membukukan keuntungan kurs sebesar Rp774,78 miliar melonjak dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang merugi sebesar Rp63,8 miliar.

Pertumbuhan pendapatan dan meningkatnya perolehan laba kurs mendorong laba bersih perseroan menjadi sebesar Rp9,3 triliun naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu Rp8,91 triliun.

Capaian laba bersih tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar. Analis PT Optima Securities Arief Budiman menilai Telkom bisa mencapai pertumbuhan laba bersih 4% pada akhir 2009, berdasarkan kuatnya ekspektasi laba semester II/2009.

“Perseroan masih menuju tahun pemulihan. Kami yakin Telkom masih menjadi perusahaan dengan posisi terbaik di sektor tersebut, seiring dengan menjauhnya persaingan dan pemangkasan tarif pada 2007-2008,” tuturnya dalam laporan riset per 4 Agustus.

Untuk meningkatkan kinerja, perseroan mengalokasikan dana sebesar US$54 juta atau sekitar Rp513 miliar untuk membangun backbone serat optik Mataram Kupang sepanjang 1.041 kilometer.

Direktur Telkom Indra Utoyo menuturkan dana yang akan dialokasikan itu akan diambil dari vendor financing Huawei, yang sejauh ini telah berkomitmen memberikan pinjaman sebesar US$100 juta.

Pada perdagangan kemarin, harga saham yang berkode TLKM ini ditutup pada level Rp9.000 per saham naik Rp100 per saham dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yaitu Rp8.900.

Read more.....

19 November 2009 Bisnis Telekomunikasi

Telkom Siap Ambil Alih Zona Nirkabel

Jakarta, Koran Jakarta – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyatakan siap untuk mengambil alih zona Broadband Wireless Access (BWA) yang ditinggalkan oleh pemenangnya karena tidak sanggup membayar biaya hak penyelenggaraan (BHP) tahun pertama dan up front fee.

“Kami siap mengambil alih zona yang cocok secara nilai bisnis. tetapi baiknya kita tunggu dulu keputusan akhir dari pemerintah jika benar ada yang mundur setelah menang tender,” tegas Chief Operation Officer (COO) Telkom Ermady Dahlan kepada Koran Jakarta, Rabu (18/11).

Batas terakhir pembayaran BHP dan up front fee bagi 8 perusahaan pemenang tender BWA adalah Selasa (17/11). Kedelapan perusahaan ini adalah Telkom, Indosat Mega Media (IM2), Internux, First Media, Jasnita Telekomindo, Berca Hardayaperkasa, Konsorsium Wimax Indonesia, serta Konsorsium PT Comtronics Systems dan Adiwarta Perdania.

Dari delapan perusahaan tersebut, hanya dua pemenang yang memenuhi kewajibannya, yakni Telkom dan IM2.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto, menjelaskan selain kedua perusahaan yang membayar, satu pemenang malah mengirimkan surat resmi berisi alasan tidak melakukan pembayaran tepat waktu.

“Kami mengirimkan surat resmi Rabu (18/11) ini kepada pemenang tender yang intinya memberikan tambahan batas waktu pembayaran hingga Jumat pekan ini,” katanya.

Roy Rahajasa Yamin dari PT Wireless Telecom Universal (sebelumnya Konsorsium WiMax Indonesia), mengungkapkan pihaknya telat membayar BHP dan up front fee WiMax karena masih mengurus izin badan hukum perusahaan baru ke Departemean Hukum dan HAM.

“Selain itu, di dokumen seleksi jelas untuk konsorsium batas waktunya Januari tahun depan. Selain itu, telat bayar tanpa alasan pun tidak bisa langsung dicabut, tetapi didenda 2 persen per bulan,” kilahnya.

Layanan Data
Sementara itu, jumlah pelanggan Telkom Speedy di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta pada kuartal IV-2009 mencapai 91.000 orang. Angka itu merupakan 87,7 persen dari target hingga akhir tahun sebesar 110 ribu orang.

Manajer Komunikasi PT Telkom Divre IV Jateng-DIY Sudjatmiko mengatakan pemcapaian tersebut secara umum telah memosisikan Internet cepat Speedy sebagai market leader layanan data, baik di wilayah Jateng-DIY maupun secara nasional.

Selain itu, layanan Internet cepat Telkom Speedy juga mencatat pertumbuhan paling tinggi dibandingkan layanan lainnya dalam portofolio bisnis PT Telkom, seperti telepon kabel dan fixes wireless access Flexi.

“Telkom terus memacunya dengan cara membuka Broadband Learning Centre (BLC) atau tempat pembelajaran Internet di kota-kota di Indonesia. Pengguna Telkom Speedy juga terus bertambah yang diiringi dengan kualitas jaringan yang semakin luas,” tutur Sudjatmiko di Semarang, kemarin. ■ dni/SM/E-3

Read more.....

18 November 2009 Telkom Dukung Program INSANI

Melalui Program CSR-DNS Nawala

Bandung, Radar Bandung – Dalam rangka penyelenggaraan Program Internet Sehat yang dicanangkan Menteri Negara Komunikasi dan Informatika, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan Asosiasi Warung Internet Indonesia (AWARI), kemarin (17/11) bertempat di Ruang Pasopati Kantor Telkom STO Gambir Jakarta Pusat, menandatangani perjanjian kerjasama penyediaan internet sehat melalui penyediaan Mirror DNS Nawala.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, mengatakan, keberadaan internet memang banyak memberikan keuntungan dan kemudahan, namun tidak dipungkiri pula bahwa kemajuan teknologi ini juga sarat dengan pengaruh negatif. “Telkom sebagai ISP (Internet Service Provider) terbesar di Indonesia peduli dan sangat mendukung terhadap program Internet Sehat yang dicanangkan Menkominfo,” kata Eddy dalam rilisnya kepada Radar Bandung, kemarin (17/11).

“Demi tumbuh kembang serta peningkatan kualitas generasi muda dan sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Telkom menyediakan DNS Nawala yang dapat menyeleksi konten internet,” tambahnya.

DNS (Domain Name System) Nawala digunakan secara gratis oleh pengguna internet seluruh Indonesia yang membutuhkan konten terseleksi. Secara spesifik DNS Nawala akan mengurangi konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai agama, norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudaian. Selain itu, DNS Nawala juga akan memblokir situr Internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising (penyesatan) dan sejenisnya.

Perlindungan pengguna, terutama anak-anak menjadi perhatian utama Telkom dalam menyediakan DNS Nawala. Dengan adanya DNS Nawala diharapkan Internet dapat menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman agar masyarakat agar masyarakat dapat memanfaatkan internet secara optimal untuk mempercepat kemajuan serta kesejahteraan.

DNS Nawala sejak awal dirancang untuk menerima masukan langsung dari komunitas internet dan masyarakat umum yang menjadi pengguna fasilitas ini. “Masukan inilah yang ditelaah oleh Tim Nawala Project untuk menentukan apakah sebuah situs layak di filter atau tidak. Jadi, pengguna internet dapat mengusulkan kandidat situs black list seandainya menjumpai konten negatif yang belum terblokir,” terang Eddy Kurnia.

DNS Nawala juga dapat dimanfaatkan untuk mereduksi (menghemat) konsumsi bandwidth hingga 30 persen akibat konten negatif tersebut. Konsumsi bandwidth yang tidak tepat guna dan kurang bertanggung jawab akan merugikan bangsa karena harus dibayarkan kepihak luar dalam mata uang asing sehingga turut menguras cadangan devisa nasional.

Cara menggunakn fasilitas DNS Nawala ini cukup mudah yaitu dengan melakukan perubahan konfigurasi IP DNS komputer/server DHCP/Modem Router/Router ke alamat IP: 180.131.144.144 (primry) – 180.131.145.145 (secondary).

DNS tersebut akan berlaku sebagai perangkat saringan konten negatif. DNS Filtering, juga dapat digunakan untuk akses Internet massal digunakan dan akan efektif apabila admin hanya membuka akses setiap query ke arah DNS.

Read more.....

Telkom Luncurkan Pemblokir Situs Negatif

Jakarta, Koran Tempo – PT Telekomunikasi Indonesia bekerja sama dengan Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari) meluncurkan program Domain Name System (DNS) Nawala. Program ini mampu membatasi penyediaan Internet ber-content negatif, seperti pornografi dan perjudian, serta content berbahaya macam malware dan phising (penyesatan).

“Penggunaan DNS Nawala bisa menghemat konsumsi bandwidth hingga 30 persen akibat content negatif,” kata Chief Operating Officer Telkom Ermady Dahlan kemarin.

Program ini bisa digunakan dengan mengubah konfigurasi Internet protocol ke 180.131.144.144 atau 180.131.145.145. Nawala secara otomatis akan memblokir situr ber-content negatif saat pengguna mencoba mengakses. ● DESY PAKPAHAN

Read more.....

Proyek Mataram Kupang digarap Telkom-konsorsium

Oleh Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia

Jakarta: Pemerintah mengklaim pembangunan jaringan infrastrukur telekomunikasi dalam bentuk serat optik di kawasan timur Indonesia jalur Mataram Kupang Cable System (MKCS) sepanjang 1.851 km dilakukan oleh PT Telekomunukasi Indonesia (Telkom) besama konsorsium.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan pembangunan infrastrukur di kawasan timur Indonesia melalui proyek Palapa Ring yang rencananya dimulai 30 November diresmikan langsung oleh Presiden.

“Palapa Ring tahap II tersebut tidak hanya dikerjakan Telkom, tetapi juga beberapa konsorsium lainnya karena rutenya panjang dari Mataram hingga Kupang. Setelah itu kami juga berencana melakukan tender untuk pembangunan jaringan Jakarta-Hong Kong,” ujarnya kemarin.

Dia menjelaskan pemerintah juga sedang merumuskan bentuk khusus sebagai apresiasi kepada pihak swasta yang selama ini telah membangun infrastruktur di bidang telekomunikasi. Bentuk apresiasi yang dimaksud bisa dalam bentuk insentif bebas bea masuk perangkat, atau lainnya.

Tonda Priyanto, Ketua Konsorsium Palapa Ring, membantah jika pembangunan jalur Mataram-Kupang merupakan bagian dari proyek Palapa Ring yang dikerjakan oleh konsorsium karena yang sebenarnya adalah murni investasi Telkom.

Dia menjelaskan konsorsium baru akan melakukan survei di jalur yang berbeda pada Januari hingga Mei 2010, selanjutnya dimulai kegiatan pelaksanaan hingga siap digunakan pada Mei 2011.

Tahapan kegiatan yang akan dilakukan adalah design reveiw meeting (DRM), akuisisi lahan landing point, produksi submarine calbe, produksi terminal station equipment (TSE) dan submerged equipment (SE), submarine cable shipment, TSE and SE shipment, instalasi submarine calbe, instalasi TSE, hingga tes terakhir berupa ready for professional acceptance (RFPA).

Sebelumnya, pembangunan Palapa Ring jalur Mataram-Kupang diumumkan merupakan murni investasi dari PT Telkom untuk mengisi kekosongan keterlambatan pengerjaan fisik karena operator anggota Konsorsium Palapa Ring terkena dampak krisis keuangan global.

Telkom berinisiatif membangun jaringan backbone serat optik dengan mengambil sebagian konfigurasi Palapa Ring, yaitu melintasi jalur Matara-Kupang, Manado-Sorong, dan Fakfak-Makassar.

Pembangunan tahap pertama mengambil rute Mataram-Kupang sepanjang 1.041 km laut dengan 6 landing point, serta 180 km darat dengan 15 node.

Proyek tersebut terpisah dari rencana pembangunan yang dilakukan Konsorisum Palapa Ring.

Read more.....

16 November 2009 Telkomsel rangkul vendor broadband

Telkom bidik 1,2 juta pelanggan Speedy

Oleh Roni Yunianto & Arif Pitoyo
Bisnis Indonesia

Jakarta: PT Telkomsel siap menggandeng vondor lain dalam penggelaran HSPA+ (high speed packet acces plus) senilai Rp1,3 triliun.

Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan pada prinsipnya siap bekerja sama dengan vendor mana pun dan tidak sebatas pada vendor tertentu.

“Yang paling penting hasilnya terbaik bagi Telkomsel dan pelanggan kami mendapatkan layanan yang berkualitas,” ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Sejumlah kalangan mempersoalkan Telkomsel yang mengalokasikan belanja modal hingga Rp1,3 triliun untuk meng-upgrade HSPA+ dengan perangkat Huawei padahal untuk menerapkan perangkat 3G yang sudah ada.

Selama ini pemasok jaringan 3G bagi Telkomsel adalah Nokia Siemens Network (NSN), Ericsson, Huawei, dan ZTE.

Jaikishan Rajaraman, Senior Director of Services GSM Association (GSMA), mengungkapkan investasi yang dikeluarkan Telkomsel untuk HSPA+ seharusnya tak semahal itu jika tidak melakukan swap vendor.

Adapun Direktur Bidang ICT Lembaga Pengambangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Ventura Elisawati mengatakan investasi triliun rupiah yang dihabiskan operator untuk menggelar jaringan berbasis teknologi HSPA+ untuk akses data dinilai sangat mubazir.

Menganggapi hal tersebut, Sarwoto mengungkapkan HSPA+ merupakan roadmap normal ke Long Term Evolutin [LTE], sedangkan untuk LTE para operator sedang dalam masa uji coba hingga waktu yang belum jelas.

“Dengan HSPA+ Telkomsel bisa memanfaatkan sebesar-besarnya frekuensi second carrier dari pemerintah sekaligus memanjakan konsumen dengan kecepatan akses broadband sampai 21 Mbps,” ujarnya.

VP Telkomsel Jawa-Bali Gilang Prasetya mengatakan operator ini terus memandu era baru industri seluler ke arah mobile broadband dengan menawarkan berbagai program layanan. Pertumbuhan layanan Telkomsel Flash misalnya, mencapai 427%, sedangkan pengguna BlackBerry melonjak 433%.

Selain mengembangkan mobile broadband, Grup Telkom ini terus memacu produk fixed broadband-nya melalui Speedy.

Eddy Kurnia, VP Public & Marketing Communication PT Telkom, menuturkan memasuki kuartal IV/2009 pihaknya memacu penetrasi layanan Internet cepat Speedy.

“Layanan ini tumbuh 65% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sehingga kini dalam posisi memimpin untuk kategori layanan fixed broadband di Indonesia,” ujarnya baru-baru ini.

Hingga kuartal III/2009 jumlah pelanggan Speedy sudah mendekati angka 1 juta pelanggan. Eddy optimistis hingga akhir 2009 target 1,2 juta pelanggan Speedy akan tercapai. (K2)(roni.yunianto@bisnis.co.id/arif.pitoyo@bisnis.co.id)

Read more.....

15 November 2009 2011 YPT Telkom Buka Institut Desain dan Multi Media

Bandung, Republika (13/11/2009) – Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) Bandung terus berinovasi mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi di Tanah Air. Salah satunya, membuka program sturdi baru Institut Desain dan Multi Media.

Menurut Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha, Gunawan Haris, rencana tersebut selaras dengan misi YPT Telkom dalam menyelenggarakan pendidikan bertaraf international untuk mengembangkan sumber daya profesional di bidang informasi dan komunikasi (infokom). Selain itu, guna meningkatkan daya saing institusi untuk melayani industri dan masyarakat Infokom, menghasilkan lulusan yang kompeten, mampu bekerja, mengembangkan diri serta berwirausaha di bidang infokom.

Disebutkan Gunawan, saat ini, YPT Telkom memiliki tiga kampus. Yakni, Kampus Institut Teknologi (IT) Telkom dan Kampus Politeknik Telkom di Jl Telekomunikasi, Terusan Buah Baru, Dayeuhkolot, Kota Bandung, Institut Manajemen Telkom di Jl Gegerkalong Ilir No 47, dan Pusat Pelatihan atau Professional Development Center di Jl Ir Juanda No. 94.

Dengan akan hadirnya program study baru, maka pihak YPT pun menambah kampus. Pembangunan kampus baru di Dayeuh Kolot itu, menurutnya, sangat memungkinkan mengingat total areal lahan yang tersedia mencapai 48 hektare. Sementara lahan yang baru termanfaatkan 19 hektare.

“Lokasinya kita gabungkan dengan Kampus IT Telkom dan Kampus Politeknik Telkom,” tutur Gunawan Haris kepada Republika, Kamis (12/11). Diakuinya, sejak kampus Telkom dibuka pada 1990 lalu, animo masyarakat untuk kuliah di lembaga pendidikan yang dikelolanya cukup tinggi. Saat ini, jumlah mahasiswa mencapai 12 ribu dengan tenaga dosen tetap 300 orang dan dosen tidak tetap 600-an orang.

Terus bertambahnya jumlah mahasiswa, katanya, juga didasarkan tingginya kebutuhan tenaga infokom yang profesional. Apalagi perusahaan infokom di Tanah Air pun bertambah banyak yang tentunya membutuhkan tenaga handal. Tercatat selain perusahaan Telkom, terdapat puluhan perusahaan multinasional sejenis yang bergerak dibidang infokom. “Dan sebagian besar berasal dari kampus ini,” kata Haris.

Data di YPT menyebutkan, rata-rata pertumbuhan sektor bisnis telekomunikasi di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 20 persen setiap tahunnya. Pertumbuhan ini meliputi bisnis layanan komunikasi berbasis seluler, telepon tetap, internet, dan akses pita lebar.

Dengan jumlah pertumbuhan sebesar itu, diperkirakan kebutuhan tenaga Infokom pada tahun 2010 di Indonesia adalah sebanyak 320 ribu orang. Saat ini penyedia lulusan infokom berasal dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta, termasuk dari perguruan tinggi yang dikelola YPT Telkom. Namun jumlah lulusan dari perguruan tinggi yang memiliki program studi terkait dengan bidang infokom tersebut, baru sekitar 20 ribu orang per tahun.

Melihat kondisi seperti ini dan dengan memperhatikan peluang, kemampuan internal serta kepercayaan dari Pemerintah dan masyarakat industri, IT Telkom bertekad meningkatkan perannya di masyarakat infokom, melalui perubahan bentuk institusi yang memiliki kemampuan dan keunggulan yang lebih baik dibanding bentuknya yang terdahulu. ■ msudiaman

Read more.....

14 November 2009 Status Raja Telkom Masih Sulit Terusik Pemain Lain

Tahun depan, Telkom akan terus menggenjot bisnis data internet dan aplikasi IT

Abdul Wahid Fauzie

Jakarta, Kontan (13/11/2009) – Di saat bisnis beberapa perusahaan operator telekomunikasi lesu, kinerja PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) masih tetap moncer. Pendapatan perusahaan pelat merah ini masih bisa tumbuh meski penetrasi bisnis telekomunikasi sudah semakin tinggi.

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, Telkom berhasil membukukan kenaikan pendapatan sebesar 5,53% menjadi Rp47,11 triliun. Sedangkan laba bersihnya tumbuh 5,54% menjadi sebesar Rp9,3 triliun.

Salah satu penyumbang utama kenaikan pendapatan tersebut adalah laba kurs sebesar Rp774,78 miliar. Tak hanya itu, pendapatan layanan data internet dan jasa teknologi informasi lainnya naik 14,1% menjadi Rp12,4 triliun.

Nah, hingga akhir tahun ini, TLKM menargetkan akan membukukan pendapatan Rp63,7 triliun atau naik 5% dari tahun lalu. Sedangkan laba bersihnya diharapkan meningkat 9% menjadi Rp11,56 triliun. “Laba bersih sedikit tergerus sebesar Rp750 miliar sebagai pesangon untuk program pensiun dini,” ujar Rinaldi Firmansyah, Direktur Utama TLKM kepada KONTAN, belum lama ini.

Jasa Internet
Analis BNI Securities Akhmad Nurcahyadi menganggap wajar hasil yang diperoleh Telkom sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Pasalnya, bisnis seluler dan layanan internet sangat tergantung dari kesiapan infrastruktur operator. Misalnya, menara telekomunikasi dan jaringan kabel. Nah, saat ini Telkom masih sangat mendominasi infrastruktur.

Akhmad menduga, Telkom akan lebih serius menggarap bisnis data internet atau new wave tahun depan. Sebab, pendapatan lini bisnis ini menggiurkan. Apalagi, pasarnya belum digarap serius.

Tapi, TLKM tak akan meninggalkan bisnis halo-halo. Buktinya, dari anggaran belanja modal 2010 Rp20 triliun, sebanyak 65% dialokasikan untuk anak usaha selulernya, PT Telkomsel. “Tahun depan kontribusi new wave berkisar 10% hingga 15%,” kata Akhmad. Saat ini, kontribusinya masih sekitar 9%-10%.

Ia meramal, pendapatan TLKM tahun ini hanya akan tumbuh 3% jadi Rp62,25 triliun. Sedangkan laba bersih ia perkirakan naik 2,5% menjadi 10,89 triliun. Sedangkan tahun depan, kemungkinan pendapatan Telkom akan mencapai Rp64,28 triliun, dengan laba bersih Rp11,38 triliun. “Sebab, penetrasi pasar Indonesia sudah 80%,” imbuhnya.

Sedangkan Analis Danareksa Sekuritas, Chandra Pasaribu, dalam riset tanggal 10 November lalu juga meramal, TLKM akan kian serius menggarap bisnis data internet dan aplikasi IT. Maklum, perusahaan ini baru memiliki pelanggan jasa internet sebanyk 2,4 juta pengguna. Jumlah ini jauh lebih kecil dibandingkan pengguna seluler di Indonesia yang mencapai 150 juta.

Chandra memperkirakan, pendapatan Telkom tahun ini bisa tumbuh 4,2% menjadi Rp63,25 triliun dan laba bersih naik 19,8% menjadi Rp12,7 triliun. Sedangkan di 2010, pendapatan TLKM akan naik jadi Rp68,9 triliun, dengan laba bersih Rp13,85 triliun.

Ia pun merekomendasikan beli saham TLKM dengan target harga Rp11.200. Akhmad menyarankan hal serupa dengan target Rp9.700. Kemarin harga saham ini naik 0,57% jadi Rp8.800 per saham. ■

Read more.....

13 November 2009 2011, ARPU Industri Turun 50%

Jakarta, Koran Jakarta (12/11/2009) – Asosiasi GSM (GSM Association/GSMA) memperkirakan tingkat pendapatan rata-rata per pelanggan (average revenue per user/ARPU) dari industri telekomunikasi global akan mengalami penurunan hingga 50 persen pada 2011 nanti.

“Saat ini ARPU di industri telekomunikasi secara global rata-rata 48 dollar AS. Dua tahun lagi akan turun menjadi 24 dollar AS,” ungkap Senior Director of Services GSM Association Jaikishan Rajaraman di Jakarta, Rabu (11/11).

Dijelaskannya, kondisi tersebut terjadi karena semakin tingginya pengguna dan menurunnya harga perangkat untuk menggelar infrastruktur.

“Biaya infrastruktur itu mengalami penurunan 3 hingga 5 persen tiap tahunnya,” ungkap dia.

VP Public Miringand Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengakui fenomena turunnya ARPU memang telah terjadi. “Pertumbuhan itu justru terjadi di new wave business karena dipacu oleh layanan broadband,” kata dia.

New wave adalah lini bisnis di luar telekomunikasi dasar berbasis seluler atau kabel. Bisnis ini identik dengan penggunaan Internet dan solusi teknologi informasi.

Kecenderungan new wave menjadi kebutuhan yang luas sebenarnya sudah mulai terlihat pada 2008. Saat itu, bisnis yang mengandalkan layanan legacy seperti telepon kabel mengalami penurunan, sementara bisnis new wave Telkom justru terus tumbuh. Pertumbuhan bisnis new wave mencapai 51 persen sedangkan sumbangan terhadap total pendapatan meningkat menjadi 8,9 persen pada kuartal ketiga 2009 dibandingkan hanya 6,3 persen pada periode sama 2008. ■ dni/E-2

Read more.....

ARPU Telepon Tetap Telkom Turun 19%

Jakarta, Investor Daily (12/11/2009) – Pada Kuartal III-2009, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) masih menjadi market leader dalam bisnis telekomunikasi. Namun, belanja pulsa pelanggan (ARPU) layanan telepon tetap (fixed line) turun 19%, dari Rp138 ribu pada kuartal III-2008 menjadi Rp112 ribu.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengatakan, untuk layanan telepon tetap, Telkom masih memimpin pasar dengan pelanggan 8,7 juta. Sedangkan untuk layanan Fixed Wireless Access (FWA) atau Flexi, Telkom menguasai lebih dari 55% pangsa pasar FWA, dan layanan seluler Telkomsel (anak usaha Telkom) menguasai lebih dari 50% pangsa pasar seluler.

“Pada kuartal III-2009, hampir semua segmen bisnis Telkom tumbuh menggembirakan dan bahkan secara konsisten menguasai pasar seluler dan fixed line. Meskipun saat ini terjadi perubahan gaya hidup dan masyarakat makin mobile, pelanggan fixed line masih tumbuh 1,4%,” jelas Eddy Kurnia di Jakarta, Rabu (11/11).

Pelanggan Flexi tumbuh 63% menjadi 14,9 juta pada kuartal III-2009. Peningkatan jumlah pelanggan tersebut, menurut Eddy, antara lain disebabkan tarif percakapan yang kompetitif dan penambahan base transceiver station (BTS). Total BTS Flexi saat ini mencapai 5.296 BTS atau tumbuh sebesar 66%.

Di segmen seluler, Telkomsel hingga hari ini masih menjadi market leader, dengan jumlah pelanggan mencapai hampir 80 juta. Telkomsel kini didukung 29.781 BTS atau naik 19%. Sedangkan layanan broadband Speedy juga tumbuh 65% dengan total pelanggan saat ini mendekati 1 juta.

“Telkom yakin, strategi bisnis yang dijalankan mampu mendongkrak kinerja perusahaan serta memosisikannya sebagai operator terdepan,” jelas Eddy. (cep)

Read more.....

11 November 2009 Jasa Internet | Portal dan Konten Bakal Jadi Primadona

Sejuta Asa pada Mojopia

Situs Mojopia.com diluncurkan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Kamis (5/11) lalu. Ini merupakan langkah untuk transformasi bisnis menuju perusahaan berbasis TIME

Koran Jakarta (10/11/2009) – Investasi sekitar dua juta dollar AS tak segan dikeluarkan Telkom untuk menjadikan Mojopia menjadi salah satu pemain besar di dunia maya dalam waktu tiga hingga lima tahun ke depan.

Peluncuran situs Mojopia tersebut merupakan langkah Telkom untuk transformasi bisnis menuju perusahaan berbasis Telecomunication, Information, Media dan Edutainment (TIME).

Situs yang merupakan reinkarnasi dari Plasa.com tersebut memiliki tiga lini bisnis yaitu e-commerce, komunikasi, dan pusat konten (content agregator).

“Kami ingin menjadikan Mohopia sebagai pendorong e-commerce di Indonesia. Saat ini, baru tiga persen dari total 31 juta pengguna Internet yang menggunakan e-commerce,” kata CEO Mojopia.com Shinta Dhanuwardoyo di Jakarta, baru-baru ini.

Sebagai pusat konten, Mojopia menjanjikan pelanggan menikmati konten hiburan setiap saat dan di mana saja. Sedangkan dalam layanan komunikasi disediakan berbagai aplikasi menarik seputar komunikasi online serta beragam fasilitas layanan iklan sebagai media komunikasi bagi para pebisnis dengan pelanggannya.

Chief Innovation Officer Andi S Boediman menambahkan untuk e-commerce Mojopia menargetkan bisa menyediakan satu juta barang dagangan dengan seribu merchant.

Untuk mencapai target tersebut, Mojopia mengiming-imingi layanan gratis pendaftaran dan transaksi dikenakan fee di bawah lima persen jika mencapai lima atau 10 juta rupiah.

Tidak hanya itu, alat pembayaran disiapkan aplikasi berbasis single purpose minded yang bekerja sama dengan anak usaha Telkom lainnya, Finnet.

“Inilah bedanya Mojopia dengan situs e-commerce lainnya. Kami memiliki dukungan dari holding yang terpercaya. Jadi, salah satu kendala dari e-commerce yaitu sistem pembayaran telah teratasi,” kata Andi.

Untuk pusat konten Mojopia akan membidik kreator games, konten premium, dan musk. Para penyedia konten yang selama ini memiliki kendala mendistrubusikan produknya ke operator diharapkan dapat dijembatani.

“Telkom grup memiliki 100 juta pelanggan. Ini adalah kekuatan Mojopia, pasar konten lebih terukur karena bisnisnya antar perusahaan. Bisnis games saja nilainya bisa mencapai 300 miliar rupiah. Sedangkan e-commerce lebih bersifat perusahaan ke konsumen,” kata dia.

Di kalangan Netprenuer (wirausaha berbasis Internet) dikenal empat model bisnis Internet. Pertama, menjadikan Internet sebagai etalase barang dagangan. Pelopor model ini adalah Amazon.com

Kedua, membuat situs dengan target mendapatkan banyak anggota atau hit ke situs agar ada pemasang iklan yang datang. Ini model yang paling umum dilakukan di Internet. Nama besar seperti google, yahoo, youtube, dan facebook pantas diapungkan.

Ketiga, transaksi berbasis komisi seperti yang dilakukan oleh bay.com dan paypal.com. Dan keempat, model binsis broker seperti yang dibuat oleh alibaba.com.

Jika ditelaah Mojopia mendekati model bisnis nomor tiga dan empat.

Mojopia bukan bisnis Internet pertama Telkom. Pada awal 2000-an, Telkom membuat proyek business to business (B2B) dengan kepala proyek Indra Utoyo (sekarang menjabat direksi). Proyek ini gagal total karena dianggap mendahului zaman dan pada 2004 ditutup.

Tak menyerah, pada tahun lalu operator terbesar di Tanah Air itu mendorong situs plasa.com untuk menjadi yahoo-nya Indonesia dengan harapan bisa mendapatkan pendapatan dari iklan. Tetapi percobaan ini kembali gagal karena tidak jelasnya mau fokus di layanan yang mana dari sekian banyak kanal di palsa.com itu.

Wakil Ketua Komite Tetap Informatika Kadin, Iqbal Farabi, mengatakan tentang Mojopia sangat berat. “Lihat saja situs Glodokshop atau Bhineka.com, tetap saja banyak penjualan offline. Masyarakat itu hanya menjadikan situs sebagai pembanding atau melihat barang,” papar dia.

Butuh usaha
Peluang untuk Telkom tidak mengalami kegagalan layaknya beberapa tahun lalu memang lebih besar. Tetapi untuk booming menjadi superportal seperti yang digembar-gemborkan membutuhkan usaha dan dana yang tidak sedikit.

“Tantangannya lebih ke faktor eksternal. Kalau soal membuat portal seperti alibaba.com dan ‘mengumpulkan’ konten atau product owner untuk listing di Mojopia mungkin tidak terlalu sulit. Tetapi mengumpulkan prospective buyer, itulah tantangan terberatnya,”: kata praktisi telematika, Mochammad James Falahuddin.

Dia menambahkan inilah alasan Telkom menyiapkan dana hingga dua juta dollar AS untuk investasi karena sebagian akan dialokasikan untuk program pemasaran dan komunikasi yang masif guna menarik pembeli potensial melirik Mojopia.

Direktur Enterprise & Whole Sale Telkom Arief Yahya mengungkapkan pada masa depan secara valuasi bisnis maka sebuah portal memiliki nilai pendapatan sebesar 7,8 kali, media (1,5 kali), sedangkan telekomunikasi (0.9 kali).

“Walaupun secara uang yang didapat dari telekomunikasi itu besar, tetapi di masa depan portal dan konten yang akan menjadi primadona,” ungkap dia.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan persiapan untuk membuat Mojopia memakan waktu hampir 1,5 tahun. Langkah itu dilakukan dengan melihat jumlah pengguna seluler yang telah mencapai 128 juta.

“Apalagi Telkom harus menyelamatkan kinerja telepon kabel yang terus menurun. Transformasi ini adalah salah satu jalan keluarnya,” tegas dia.

Operator besar lainnya, Indosat, juga telah melakukan hal serupa. Kepala Pemasaran dan Merek Indosat Teguh Prasetya mengungkapkan, aksi membuat situs juga telah dirintis oleh Indosat dengan nama kongkoow.com.

“Sejak diluncurkan tahun lalu sudah menghasilakn uang ratusan juta rupiah bagi perseroan.” ■ dni/E-2

Read more.....

10 November 2009 Pendapatan Telkom Diproyeksikan Tumbuh 15%

Oleh Yohana S Philips

Jakarta, Investor Daily (09/11/2009) – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menargetkan kenaikan pendapatan sekitar 10-15% pada 2010 atau lebih tinggi dibandingkan proyeksi tahun ini 5-10%.

Komisaris Utama Telkom Tantri Abeng mengatakan, kenaikan pendapatan Telkom akan ditopang akuisisi beberapa perusahaan tahun ini. “Kami melihat pertumbuhan pendapatan perseroan bisa double digit, sehingga laba bersih juga bakal turut terdongkrak,” ujarnya seperti dikutip Reuters, akhir pekan lalu.

Target pendapatan operator telepon terbesar di Indonesia ini melebihi ekspektasi yang diterbitkan sejumlah analis. Berdasarkan kompilasi Thomson Reuters, kenaikan pendapatan Telkom tahun depan sekitar 8,5% dengan laba bersih sekitar 10,4%.

Proyeksi pertumbuhan kinerja keuangan perseroan, menurut dia, didasarkan atas konsolidasi sejumlah operator telekomunikasi di dalam negeri. Operator juga cenderung berkompetisi secara sehat. “Saya yakin konsolidasi akan terjadi mulai kuartal I tahun depan. Konsolidasi akan mengakibatkan merger serta kerja sama antarperusahaan telekomunikasi,” ungkapnya.

Sampai kuartal III-2009, Telkom mencetak pertumbuhan pendapatan sekitar 5,52% dari Rp44,65 triliun menjadi Rp47,11 triliun. Laba bersih naik 4,27% menjadi Rp9,3 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp8,92 triliun.

Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah beberapa waktu lalu mengatakan, kenaikan pendapatan disumbangkan pertumbuhan sejumlah bisnis perseroan, seperti bisnis seluler setelah naik 15,10% menjadi Rp21,04 triliun. Sedangkan pendapatan data, internet, serta jasa teknologi informatika menyumbang pertumbuhan sebanyak Rp1,53 triliun menjadi Rp12,43 triliun.

“Meski sebagian besar bisnis perseroan mencetak kenaikan pendapatan, bisnis telepon tetap justru mengalami penurunan pendapatan sebanyak Rp1,07 triliun dan bisnis interkoneksi melemah Rp899 miliar dalam kurun waktu Januari-September,” tuturnya.

Laba usaha Telkom meningkat 4,52% menjadi Rp17,95 triliun serta laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (earning before interest, taxes, depreciation, and amortisation/EBITDA) tumbuh 8,26%. Kondisi ini mendorong peningkatan laba bersih perseroan sebanyak Rp381 miliar. Adapun posisi kas dan setara kas Telkom per akhir September 2009 mencapai Rp7,21 triliun.

Obligasi Rp 3 Triliun
Telkom akan menerbitkan obligasi sekitar Rp2-3 triliun mulai kuartal II-2010. Menurut Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno, dana hasil emisi obligasi bertenor sekitar 5-10 tahun untuk mendanai belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2010. “Saat ini kami sedang mendiskusikan emisi obligasi ini dengan 3-4 calon perusahaan penjamin emisi,” ujarnya belum lama ini.

Operator telepon pelat merah ini menyiapkan capex 2010 sekitar US$2 miliar atau nilainya sama dengan anggaran capex tahun ini. Dana capex berasal dari kas internal, emisi obligasi, dan pinjaman bank. PT Telkomsel akan menyerap sekitar 60% dana capex. Sedangkan sekitar 30% digunakan untuk grup Telkom dan sisanya sebanyak 10% untuk anak usaha lainnya.

Telkom juga siap melepas saham simpanan (treasury stock) hasil pembelian kembali (buyback) yang berjumlah 490 juta unit atau 2,43% dari total jumlah saham perseroan. Pelepasan saham hasil buyback merupakan salah satu opsi untuk menutupi kebutuhan capex 2010.

“Ada beberapa financing yang dapat kami gunakan untuk memenuhi capex tahun depan, yaitu pinjaman langsung (direct loan), emisi obligasi, dan melepas treasury stock hasil buyback,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Investor Daily, Telkom telah mengeluarkan dana sekitar Rp4,26 triliun untuk mem-buyback 490 juta unit saham yang mencapai 2,43% dari total jumlah saham perseroan. Berarti, Telkom mem-buyback rata-rata seharga Rp8.600 per saham.

Setelah Telkom sukses mengakuisisi 66,67% saham PT Indosnesia Tower, perseroan akan kembali mengambil alih dua perusahaan tahun ini. Akuisisi ini sejalan dengan rencana perseroan untuk memperkuat bisnis bidang teknologi informasi, media, dan pendidikan. Perseroan sudah menyiapkan dana dari capex sebesar Rp500 miliar tahun ini.

Analis Danareksa Sekuritas Chandra S Pasaribu dalam risetnya menyebutkan, akuisisi Indonesia Tower akan memberikan nilai tambah bagi Telkom. Pihaknya memperkirakan kenaikan pendapatan tahun ini sebanyak 4,25% menjadi Rp63,27 triliun. Laba bersih diproyeksikan melonjak 19,69% menjadi Rp12,7 triliun.

Read more.....