Smart Telecom Tata Ulang BTS di Jatim
Surabaya, Investor Daily – PT Smart Telecom menata ulang sejumlah based transceiver station (BTS)-nya di Jawa Timur (Jatim).
Langkah ini dilakukan karena ada beberapa sejumlah infrastruktur dianggap kurang pas lokasinya.
“Pada kuartal I ini remaping akan dilakukan hampir di seluruh infrastruktur yang ada di Jatim. Baru pada kuartal II, rencana penambahan BTS dilakukan,” kata Kepala Regional Jatim-Bali dan Nustra Smart Telecom Arinto Utama di Surabaya, akhir pekan lalu.
Arinto menambahkan, remaping perlu dilakukan sebagai upaya mendukung pencapaian target pelanggan baru pada 2009 di Jatim, dari 500 ribu pada akhir 2008 menjadi empat juta pada akhir tahun ini. Sedangkan target pelanggan secara nasional adalah naik dari 2,5 juta menjadi 7,5 juta.
Pada 2009, jelas Arinto, operator yang 100% sehamnya dikuasai lokal ini adalah perluasan coverage, tak terkecuali di Jatim. Setelah meluncurkan beberapa program promosi, yakni tarif SMS Rp 5.000 per minggu ke Malaysia, Smart menggandeng tiga operator terbesar di Malaysia (Maxis, Digi dan Celcom). Targetnya adalah pelanggan dari keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Indonesia.
Untuk Jatim, sasarannya jelas, yakni daerah pinggiran di Provinsi Jatim. Daerah itu menjadi basis TKI ke Malaysia. Potensi inilah yang akan digarap Smart di Jatim,” ujarnya.
Arinto mengakui, pertumbuhan pelanggan di daerah urban sangat tinggi, seperti Pasuruan, Probolingo, Madiun, Jember, dan sekitarnya. Sampai saat ini jaringan Smart sudah menjangkau hampir seluruh kabupaten/kota di Jatim, termasuk empat kabupaten di Madura (Bangkalan, Pamengkasa, Sampang, dan Sumenep).
Untuk belanja modal Smart pada 2009, Arinto belum bisa ungkapkan karena masih dalam perencanaan . Market share Smart di Jatim saat ini sudah double digit dengan ARPU Rp 40 ribu untuk prabayar dan Rp 100 ribu untuk pascabayar. (zal)
0 komentar:
Posting Komentar