Palapa Ring Terancam Molor

Oleh Rizal Calvary dan Rizaganaa

Jakarta, Investor Daily – Proyek jaringan telekomunikasi prestisius, Palapa Ring, terancam molor. Bahkan nilai investasinya pun bisa membengkak dari angka sebelumnya, US$245 juta.

Menkominfo muhammad Nuh dan Ketua Konsorsium Palapa Ring Rinaldi Firmansyah tak mau berkomentar tentang perkembangan proyek pembangunan jaringan kabel serat optik sepanjang 11 ribu kilometer itu. Mereka berdua ditemui saat peresmian Contact Centre Telkom dan Garuda Indonesia di Jakarta, pekan lalu.

Sementara itu, Kepala Pusat Informasi dah Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto mengatakan, penundaan proyek Palapa Ring itu tak bisa dipungkiri. Pasalnya, setelah libur panjang dan dilakukannya harmonisasi, proyek ini baru bisa efektif dimulai pascakuartal I-2009. Padahal sebelumnya, pada kuartal I-2009, sudah ada kabel serat optik yang digelar.

“Kelihatannya bakal molor lagi. Soalnya banyak hal yang harus dipersiapkan,” kata Gatot kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (19/1).

Gatot juga memperkirakan, nilai investasi Palapa Ring bisa membengkak dari angka yang telah ditetapkan, yakni US$ 245 juta. Pasalnya, anggota konsorsium harus mempertimbangkan penyesuaian anggaran, kenaikan harga bahan baku kabel serat optik, serta keterbatasan kapal pengeruk untuk pemasangan kabel di dasar laut.

“Namun itu bukan dominan kami. Itu terserah konsorsium saja,” ujar Gatot.
Itu berarti, persoalan Palapa Ring bertambah. Sebelumnya, konsorsium beranggotakan tujuh perusahaan, yakni PT Telkom, PT Indosat, PT Excelcomindo Pratama, PT Bakrie Telecom, PT Powertek Utama Internusa, PT Macca System Infocom dan PT Infokom Elektrindo.

Semula, anggota konsorsium urunan masing-masing sebesar US$30 juta, kecuali Telkom (US$90 juta) dan PT Infokom Elektrindo (US$15 juta),. Namun, tiga perusahaan (Powertek, Macca dan Infocom) mundur dari keanggotaan. Dengan demikian, dana yang seharusnya terkumpul US$225 juta, kini tinggan US$180 juta.

Akhir 2008, konsorsium Palapa Ring pernah mengusulkan agar masing-masing menambah porsi atau mengundang investor baru. Pemerintah, seperti pernah diungkapkan Menkominfo Muhammad Nuh, siap ikut urunan bila tak ada jalan keluar lain. Namun hingga kini atak jelas, opsi mana yang dipilih.

“Sejauh ini belum ada keluhan ke pemerintah dari konsorsium terkait dana proyek Palapa Ring,” tegas Gatot.
Untuk itu, pemerintah hanya akan membantu konsorsium dengan memfasilitasi agar proyek ini dapat segera dieksekusi secara fisik. Pemerintah akan memberikan insentif potongan pajak, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, bantuan fasilitas dana sebesar Rp 500 juta.

“Selebihnya, terkait pendanaan, pemerintah tidak akan ikut campur,” kata dia. Sedangkan, Rakhmad Juanidi, juru bicara konsorsoium Palapa Ring, mengatakan, sejauh ini belum ada calon investor baru yang berminat masuk ke Palapa Ring. Meski demikian, konsorsium telah menenderkan pengerjaan proyek itu dan hingga kini masih dalam proses. Dari sembilan peserta, kini sudah dipilih tiga perusahaan asing yang akan menjadi kontraktor pengerjaannya.

“Anggota konsorsium baru akan bertemu bulan depan. Kalau ada investor baru, ya tergantung nantinya.” Kata dia.

Tender Lisensi BWA
Pada bagian lain, tender lisensi jaringan pita lebar broadband wireless access (BWA) akan digelar dalam waktu dekat. Pasalnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh akan segera menandatangani rancangan peraturan menteri (RPM) tentang BWA dan dokumen tendernya.

“Dokumen itu sudah masuk tahap finalisasi,” ungkap Gatot. Finalisasi RPM dan susunan dokumen tender sudah ditangan Menkominfo.
Sebelumnya, tender BWA dijadwalkan dimulai paling lambat akhir 2008. Namun, jadwal tender terus molor karena industri lokal yang menyediakan perangkat WiMax, salah satu teknologi BWA, dianggap belum siap bertarung dengan vendor asing.

0 komentar: