Excelcomindo Akan Minta Pinjaman Baru
Jakarta, Republika – Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi seluler, PT Excelcomindo Pratama (EXCL), akan meminta persetujuan para pemegang sahamnya untuk mencari pinjaman baru. Permintaan itu akan menjadi agenda tunggal dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) EXCL yang akan digelar akhir bulan ini.
Sekretaris Perusahaan EXCL, Ike Andriani, membenarkan hal tersebut pada sesi keterbukaan informasi yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (3/2). Ike menyatakan, persetujuan rencana untuk mendapatkan pinjaman tersebut merupakan agenda tunggal RUPSLB, 27 Februari mendatang.
Menurut Ike, pinjaman baru tersebut akan dilakukan melalui satu atau beberapa transaksi. Bentuknya bisa dalam bentuk pinjaman kredit sindikasi, pinjaman kredit bilateral, atau melalui penerbitan obligasi maupun instrumen utang lainnya. Pinjaman baru tersebut juga bisa berbentuk rupiah atau mata uang asing, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, EXCL tahun ini membutuhkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) tidak kurang dari 700 juta dolar AS. Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, saat meresmikan menara radio pemancar (BTS) di Kalimantan Selatan, akhir bulan lalu mengungkapkan bahwa dana belanja modal tersebut berasal dari dana internal 250juta dolar AS. “Sisanya akan kami cari dari pihak eksternal” kata Hasnul.
Menurut Hasnul, hingga semester I-2009 dana yang tersedia akan mencapai 450 juta dolar AS. Besaran itu terdiri atas 250 juta dolar AS dana internal, ditambah 200 juta dolar AS dana pinjaman dari Export Credit Agency (ECA) Swedia. Sedangkan sisanya yang mencapai 200 juta dolar AS masih akan dicari bentuk pinjamannya. Persoalannya, kondisi krisis keuangan seperti saat ini menyebabkan tidak begitu gampang menentukan apakah pencarian dana itu akan dilakukan melalui perbankan atau justru dengan menerbitkan surat utang.
Dari belanja modal yang besarnya 700 juta dolar AS tersebut, sebanyak 90 persen akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti BTS, jaringan kabel serat optik (optic fibre), perangkat teknolagi microwave 3G, dan mobile switching (MSC). Sementara itu sisanya akan digunakan untuk pengembangan teknologi informasi, seperti sistem penagihan (billing system).
Untuk itu perseroan akan menyelenggarakan RUPSLB guna meminta persetujuan pemegang saham atas pencarian pinjaman baru tersebut. Dengan demikian, disaat dana dibutuhkan, legalitas atas utang itu susah selesai.
Selain melakukan RUPSLB, pada hari yang sama perseroan juga menyelenggarakan RUPS tahunan dengan agenda, diantaranya, persetujuan laporan keuangan 2008, persetujuan penggunaan laba perseroan, dan perubahan susunan komisaris. *ant
0 komentar:
Posting Komentar