Investor Daily – Berkolaborasi dengan Telkom Group, PT Telkomsel ingin secara total menggarap bisnis layanan atau solusi bagi korporasi. Ini semua untuk menyongsong era layanan berbasis data.
“Corporate account kami tidak lagi hanya menawarkan Kartu Halo, Simpati, atau Kartu As. Tapi, kami menawarkan solusi,” kata Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno di Jakarta, Rabu (25/3).
Ia menjelaskan, Telkomsel adalah penguasa pasar seluler di Tanah Air dengan total pelanggan saat ini lebih dari 69 juta atau menguasai 50% lebih pangsa pasar seluler di Indonesia. Pelanggan pascabayar (Kartu Halo) sebanyak 500 ribu lebih atau menguasai 65% lebih pangsa pasar pascabayar di Tanah Air.
Telkomsel memiliki 27 ribu lebih base transceiver station (BTS) di seluruh Tanah Air, yang seluruhnya telah didukung akses data berteknologi GPRS, sebagian lagi berteknologi EDGE, 3G, dan HSDPA atau 3,5G.
Sedangkan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk memiliki pelanggan telepon tetap sebanyak 9,2 juta dan pelanggan Flexi di atas 13,5 juta. Dengan demikian, pengguna layanan Telkom Group amat besar. Selain itu, infrastruktur Telkom amat lengkap, mulai dari kabel serat optik di darat dan di bawah laut hingga satelit.
Pelanggan korporasi Telkomsel saat ini sebanyak 5.000 perusahaan, mulai dari perusahaan yang bergerak di sektor finansial, minyak, gas dan pertambangan, retail, industri, dan lain-lain. Saat ini, kontribusi pendapatan dari bisnis solusi ini baru 3-4% dari total pendapatan Telkomsel yang mencapai Rp35 triliun.
Telkomsel dan Telkom Group siap melayani solusi telekomunikasi dari ujung ke ujung (end to end). “Layanan telekomunikasi apa saja yang diinginkan perusahaan di Tanah Air, bahkan ke negara lain, kami sanggup menyediakannya,” kata Sarwoto.
Dia menjelaskan, Telkomsel yang didukung Telkom Group memiliki tiga kategori layanan, yakni Wireless Connectivity, Business Mobility dan Business Leveraging. Masing-masing kategori memiliki beberapa layanan.
ATM Manfaatkan GPRS
Vice president Account Management Telkomsel Aulia E Marinto menambahkan, Wireless Connectivity Telkomsel menawarkan solusi konektivitas nirkabel melalui GPRS. “Kami sudah memiliki beberapa klien, baik perusahaan swasta maupun instansi pemerintah,” kata Aulia.
Badan Pertanahan Nasional (BPN) menggunakan layanan connectivity over GPRS Telkomsel untuk melayani masyarakat dalam mengurus surat (sertifikat) tanah melalui mobil keliling. “Dari mobil keliling itu, data pertanahan bisa online ke kantor pusatnya,” kata Aulia.
Selain itu, Departemen Pertanian juga menggunakan jaringan GPRS Telkomsel untuk distribusi bibit ke petani di daerah-daerah. Kelompok tani hanya dilengkapi magnetic card dan mesin electornic data capture (EDC) untuk menggesekkan kartu. Lewat jaringan GPRS Telkomsel, EDC itu terhubung ke kantor pusat untuk mengetahui permintaan bibit dari petani.
“KPU (Komisi Pemilihan Umum) juga kami tawarkan layanan GPRS ini untuk mengumpulkan hasil penghitungan suara dari seluruh Tanah Air. Tapi KPU kesulitan menyediakan ponselnya,” kata Aulia.
Telkomsel juga gencar menawarkan teknologi dan jaringan GPRS yang dimilikinya untuk menggantikan teknologi satelit (VSAT) dalam layanan ajung tunai mandiri (ATM) milik bank. Teknologi GPRS amat murah, bahkan hanya 10% dari biaya untuk membangun gerai ATM berteknologi VSAT.
“Biaya sewa satelit bisa 2,5-10 juta per bulan. Itu belum termasuk antena yang mirip piring. Sedangkan dengan GPRS tak perlu antena, tapi cukup router untuk menaruh SIM card. Selebihnya, biayanya Cuma Rp1,75 juta untuk kapasitas 500 MB, yang bisa dipakai untuk 100-500 ATM,” kata Aulia.
Bank Mandiri sudah menggunakan layanan Telkomsel berteknologi GPRS itu, baik untuk 100 ATM maupun untuk mesin EDC. “Sekarang kami masih dalam proses tender dengan BRI dan BNI,” kata Aulia.
Gandeng Microsoft
Sementara itu, untuk usaha kecil dan menengah yang menginginkan layanan email korporat, Telkomsel secara khusus menggandeng PT Microsoft Indonesia untuk menyediakan layanan push email bernama Hosted Push Email Exchange. Untuk memiliki email korporasi sendiri, perusahaan tak perlu investasi peranti keras, seperti server.
“Hosted Push Email Exchange ini menjadi solusi bagi perusahaan untuk menikmati fasilitas email korporat dengan mudah tanpa perlu investasi server dan peranti lunaknya dan dengan harga lebih murah. Minimal users bagi setiap perusahaan yang ingin langganan layanan ini lima users, dengan biaya Rp2 juta per bulan,” kata Aulia.
Meski bekerja sama dengan Microsoft, layanan push email ini bisa diakses dari ponsel yang tidak hanya berbasis Windows Mobile, tapi juga ponsel bersistem operasi lain, seperti Symbian, BlackBerry, dan Palm (iPhone),” kata Direktur Enterprises Partnet Group (EPG) PT Microsoft Indonesia Nina Wirahadikusumah. (rz)

0 komentar:
Posting Komentar