Tampilkan postingan dengan label Telkomsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Telkomsel. Tampilkan semua postingan

16 Desember 2009 Telkomsel sambut Natal

Bandung, Bisnis Indonesia (15/12/2009): Telkomsel menghadirkan layanan konten religi dari Pendeta Gilbert Lumoindong untuk menyambut perayaan Natal 2009.

Yunita Primastuti, GM Community Management & New Segment Telkomsel, mengatakan pelanggan akan mendapatkan berbagai konten khas Kristiani seperti moving Bible, tips iman, renungan harian, wallpaper, ringtone, dan lain-lain.

“Kami berharap layanan ini dapat memudahkan pelanggan dari kalangan Kristiani dalam beribadah di bulan penuh kasih ini,” katanya dalam rilis yang diterima Bisnis, kemarin.

Menurut dia, konten Kristiani Pendeta Gilbert ini merupakan langkah awal Telkomsel dalam memfasilitasi kebutuhan komunitas pendeta Gilbert. (BISNIS/K39)

Read more.....

10 Desember 2009 Telkomsel Bundling Mito LuxBerry

Surabaya, Investor Daily (09/12/2009) – Telkomsel menghadirkan paket bundling ponsel Mito LuxBurry 838 seharga Rp999 ribu. Ponsel bundling ini memiliki fitur lengkap, seperti chatting, social networking, dan hiburan terlengkap serta gratis nelpon, SMS, dan internet selama enam bulan.

Manager Marketing Telkomsel Area Jawa Bali Roeswandi mengatakan, selain dengan Mito, Telkomsel bekerja sama dengan delapan vendor ponsel berfitur jejaring sosial, browsing dan lain-lain. “Telkomsel terus berupaya menghadirkan ragam paket bundling sesuai kebutuhan pelanggan,” kata Roeswandi di Surabaya, Senin (7/12).

Sementara itu, Direktur Utama Mito Mobile Hansen Lie mengatakan, pihaknya terus berinovasi dengan meluncurkan berbagai produk yang memiliki fitur canggih, seperti aplikasi Facebook, Yahoo Messenger, E-Buddy, Opera Mini, Mobile Office, Google Map. “Kami berharap pelanggan bisa memanfaatkan fitur-fitur tersebut secara maksimal untuk aktivitasnya sehari-hari,” kata Hansen. (zal)

Read more.....

09 Desember 2009 Telkomsel Umumkan Pemenang Battle of The Song 2009

Jakarta, Investor Daily (08/12/2009) – Telkomsel mengumumkan pemenang kompetisi vidoe amatir Battle of The Song 2009. Kompetisi ini digelar bekerja sama dengan Beoscope dan Yamaha Musik Indonesia. Kompetisi ini mempertandingkan vidoeklip musik online yang diciptakan pelanggan Telkomsel dengan memanfaatkan kamera bahkan ponsel.

“Kami ingin mempertegas komitmen bahwa Telkomsel adalah perusahaan yang peduli terhadap perkembangan generasi muda Indonesia. Dalam hal ini, musik merupakan salah satu media untuk mempersatukan generasi muda kita,” kata Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno di Jakarta, akhir pekan lalu. (rz)

Read more.....

Data Telkomsel divirtualisasi

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

Jakarta (08/12/2009): Konsep virtualisasi diklaim telah membantu operator seluler Telkomsel mengantisipasi dan mengelola perkembangan data yang tumbuh pesat sekaligus menghemat biaya operasi teknologi informasi operator itu.

Herfini Haryono, Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Telkomsel, menuturkan pihaknya telah menerapkan virtualisasi sebagai langkah pembuktian konsep.

“Laju perkembangan data lebih cepat dibandingkan dengan pendapatan, sehingga virtualisasi menjadi kunci,” tuturnya baru-baru ini.

Dia menambahkan tantangan yang dihadapi dalam implementasi virtualisasi itu adalah pendapatan yang diraih dari lalu lintas data belum tentu sejalan dengan pertumbuhan pendapatan operator itu. Artinya pihaknya berupaya agar biaya bandwidth dan infrastruktur yang dikeluarkan dapat mendukung bisnis yang memberikan margin keuntungan.

Saat ini Telkomsel memanfaatkan sistem penyimpanan data yang berkapasitas 1,7 petabyte (1,7 juta gigabyte/GB) per bulan dengan utilisasi berkisar 80%-90%. Adapun, data yang dimaksud mencakup data terkait dengan catatan transaksi keuangan dan aktivitas lainnya.

Layanan data multimedia nonpercakapan (non-voice) sendiri hanya menyumbang 7% dari total pendapatan yang dihasilkan Telkomsel.

“Seiring pertumbuhan, kami targetkan layanan data dapat naik sekitar dua digit,” ujarnya.

Sementara itu, dari total belanja modal Rp13 triliun, alokasi belanja TI Telkomsel masih kurang dari 5% tahun ini dan operator itu memperkirakan kisaran ideal antara 5% dan 10% dari total belanja modal.

Herfini mengakui dengan kondisi itu, tanpa tim TI yang baik, virtualisasi belum tentu serperti yang diharapkan.

“Jadi jika secara teori, virtualisasi menjanjikan penghematan bisa dua kali lipat [100%] tetapi pada praktiknya penghematan sekitar 30% saja,” paparnya.

Selain konsep virtualisasi, Telkomsel juga tertantang untuk menerapkan konsep TI ramah lingkungan (go-green).

Read more.....

05 Desember 2009 Telkomsel Resmikan Desa Berdering

Jakarta, Investor Daily (01/12/2009) – Selain meresmikan pembangunan jaringan kabel serat optik milik Telkom, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga meresmikan Desa Berdering. Peresmiannya ditandai dengan telekonfrence antara Presiden dan warga Desa Sebadut (Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat) serta Desa Buwun Mas (Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat).

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan, pihaknya mendapat amanah (menang tender Universal Service Obligation/USO) untuk membangun jaringan telekomunikasi di 24.051 desa terpencil di seluruh Tanah Air, yakni desa terpencil di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan.

“Saat ini seluruh material dan infrastruktur perangkat USO telah terkirim ke lokasi, dan hingga kini telah beroperasi di 19 ribu titik desa. Perangkat USO untuk desa-desa lainnya sedang dalam proses instalasi,” kata Sarwoto di Jakarta, Senin (30/11).

Melalui program USO, kata Sarwoto, Telkomsel mempertegas komitmennya untuk melayani dan memajukan seluruh wilayah Indonesia yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan telekomunikasi. “Dalam rangka mendukung program 100 hari pemerintah, kami berkomitmen untuk menyelesaikan penggelaran layanan akses telekomunikasi dan informatika hingga 25 ribu desa,” kata dia.

Untuk mengakomodasi kebutuhan layanan telekomunikasi, Telkomsel menambah satuan sambungan telepon (SST) menjadi dua SST beruta dua fixed wireless terminal (FWT) di setiap desa USO. Di samping itu, Telkomsel menghadirkan Desa Pinter (lengkap dengan akses internet) dan Pusat Layanan Telekomunikasi dan Informasi Perdesaan (Pusyantip) berupa Portal Lumbung Desa (PLD) untuk menambah kemanfaatan program USO. “Untuk saat ini Telkomsel menghadirkan tiga Desa Pinter di setiap propinsi,” kata Sarwoto.

Sedangkan layanan Pusyantip PLD dimaksudkan untuk memajukan perekonomian daerah. Seluruh nomor FWT di desa USO dapat berbagi informasi via SMS. Informasi seperti kebutuhan pupuk, bibit, hasil panen, hasil laut, dan informasi lain itu akan diteruskan ke PLD dan website internet, sehingga semua pihak bisa tahu kendala danpotensi suatu daerah. (rz)

Read more.....

27 November 2009 Telkomsel genjot Simpati

Bandung, Bisnis Indonesia (26/11/2009): Telkomsel menyediakan 200.000 kartu perdana Simpati M@x untuk memenuhi pangsa pasar pengguna seluler di Jabar selama sisa waktu tahun ini.

TB Daniel Azhari, GM Sales and Customer Service Telkomsel area Jabar, mengungkapkan tiap minggu mendistribusikan rata-rata 20.000 kartu perdana Simapati m@x untuk area Jabar, minus area Purwakarta.

Dia mengungkapkan penambahan nomor baru itu sudah disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan kartu perdana selama akhir November hingga akhir tahun ini sebesar 700.000 pelanggan.

“Akan ada sekitar 200.000 nomor perdana Simapati m@x mulai saat ini hingga akhir tahun. Kami optimistis seluruhnya akan diserap oleh pasar,” katanya pada peluncuran paket perdana Simpati m@x, kemarin. (BISNIS/K39)

Read more.....

23 November 2009 Video streaming akan tumbuh 40%

Telkomsel upgrade perangkat video gateway Dilithium

Oleh Arif Pitoyo
Bisnis Indonesia

Jakarta (20/11/2009): Pertumbuhan aplikasi video streaming di Indonesia diprediksi mencapai 20%-40% tahun depan yang dipicu oleh peningkatan konten lokal dan penyediaan infrastruktur video gateway oleh operator telekomunikasi.

Ruli Hardjowidianto, Regional Director South East Asia Dilithium, penyedia video gateway, mengatakan selama ini aplikasi video streaming atau video on demand masih kurang diminati pengguna telekomunikasi di Indonesia.

“Hal tersebut dipicu oleh promosi yang kurang dari operator, penyedia konten juga kurang memproduksi konten-konten yang menjual,” ujarnya disela-sela kick off pembangunan infrastruktur vidoe gateway Dilithium untuk Telkomsel, kemarin.

Ruli berharap penyedia di Indonesia memperbanyak penyediaan konten lokal berupa video, baik mengenai edukasi, iklan, film, atau video musik, dan tidak hanya berisi konten SMS premium karena nilai bisnisnya akan meningkat tahun depan.

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengakui penyedia konten di Indonesia masih sibuk dengan memproduksi beragam konten SMS premium kuis, ramalan, dan ring back tone (RBT).

“Penyedia konten pasar dengan meningkatkan kreativitas,” tuturnya.

Menurut Heru, di luar negeri, film baru yang belum ditayangkan di bioskop bisa diakses lewat video on demand dengan tarif tertentu. Di Indonesia, lanjutnya, bisa juga menanamkan video sinetron yang belum ditayangkan di televisi.

Dari sisi ketersiaan bandwidth, regulator melihat operator telekomunikasi juga belum sepenuhnya siap dengan aplikasi video streaming karena belum semua wilayah memiliki akses bandwidth yang bagus.

Trafik meningkat
Di Indonesia, Dilithium sudah membangun infrastruktur video gateway di Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata. Saat ini vendor asal AS tersebut akan meng-upgrade perangkat video gateway milik Telkomsel seiring dengan trafik data yang makin meningkat dari operator tersebut.

“Selain itu,perangkat video gateway baru Dilitihium juga memiliki reability dan availability yang tinggi,” ujar Ruli.

Video gateway sendiri berisi aplikasi video call, video on demand (streaming), video push, video blogging, avatar, dan video surveilance. Dalam membangun video gateway Telkomsel, Dilithium menggandeng PT Vanilin untuk sistem integrator dan support-nya.

Saat ini Dilithium menguasai pangsa pasar video gateway di dunia sampai 60%. Dilithium juga menyediakan infrastruktur Dilithium Content Adaptor yang bisa mengirim video sesuai dengan ukuran layan dari beragam jenis peranti genggam. (arif.pitoyo@bisnis.co.id)

Read more.....

18 November 2009 Direktur Telkomsel Raih CIO of the Year

Jakarta, Investor Daily – Penyedia teknologi storage Hitachi Data Systems (HDS) mengumumkan 23 peraih IT Inspiration Award 2009 di Kota Kinabalu, Malaysia. Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Herfini Haryono meraih penghargaan sebagai Chief Information Officer (CIO) of the Year.

“Seluruh nominasi pada ajang ini menunjukkan bagaimana manfaatkan teknologi storage, seperti virtualisasi dan thin provisioning secara inovatif guna mendapatkan manfaat nyata, seperti penghematan biaya,” kata Vice President dan Chief Technology Officer HDS Hubert Yoshida dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (16/11/).

Country Manager HDS Indonesia Ming Sunadi mengatakan, perusahaan di Indonesia kini bisa disejajarkan dengan negara lain di Asia Pasifik dalam hal memanfaatkan teknologi informasi, khususnya storage untuk mendorong kinerja bisnis. (mam)

Read more.....

17 November 2009 Telkomsel Market Leader di Jawa-Bali

Surabaya, Investor Daily – Telkomsel makin memantapkan diri sebagai pemimpin pasar di industri seluler. Di area Jawa-Bali (Jateng/DIY, Jatim, dan Bali/Nusa Tenggara), Telkomsel berhasil meraih 19,2 juta pelanggan hingga Oktober 2009 atau meningkat 23% dibanding posisi akhir 2008 yang 15,5 juta. Anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) ini kini menguasai pangsa 44,5% di area Jawa-Bali.

Vice President Telkomsel Area Jawa Bali Gilang Prasetya mengatakan, persaingan bisnis telekomunikasi di area ini sangat ketat karena potensinya yang besar dan masih bertumbuh pesat, khususnya di daerah timur. Oleh karena itu, Telkomsel yang sempat tertinggal dari kompetitor pada beberapa wilayah, mulai tahun ini perbedaannya secara perlahan diperkecil dan bahkan menjadi market leader.

“Kami melakukan banyak inovasi produk dan meningkatkan kualitas infrastruktur sepanjang tahun ini untuk memperahankan posisi market leader. Kondisi ini sekaligus membuktikan bahwa konsumen sudah berorientasi pada kualitas, tak lagi terfokus pada gimmick marketing atau hanya tarif murah,” kata Gilang di sela jumpa pers Overview 2009 and Outlook 2010 Telkomsel Area Jawa Bali di Badung, Bali, Sabtu (14/11).

Gilang berani mengklaim bahwa di kawasan Bali, Jatim, Jateng/DI Yogyakarta, Telkomsel sudah menjadi market leader, setelah sebelumnya dipimpin oleh kompetitor. “Hanya operator yang punya infrastruktur berkualitas dan inovasi produk termutakhir yang bisa memenangkan persaingan,” jelas Gilang.

Telkomsel, kata Gilang, juga fokus pada penambahan berbagai layanan pendukung. Pada 2010, selain fokus layanan pelanggan juga pada layanan data. Banyak program layanan data yang siap diluncurkan Telkomsel sebagai bisnis baru.

Sementara itu, General Manager Corporate Communication Telkomsel Ricardo Indra menambahkan, per Oktober, Telkomsel area Jawa-Bali didukung 262.865 titik pelayanan dan penjualan atau naik 122% dibanding posisi 2008. Di area ini didukung 5,879 BTS (2G) dan 1,232 Node-B (BTS 3G). Secara nasional, Telkomsel kini didukung hampir 29 ribu BTS, yang di dalamnya ada 4.000 Node-B.

“Ke depannya, kami akan menambah kualitas infrastruktur jaringan sebagai syarat mutlak untuk menjaga loyalitas pelanggan. Kami akan fokus pada upaya menjaga loyalitas pelanggan sembari terus memperluas penetrasi pasar,” kata Ricardo. (zal)

Read more.....

11 November 2009 Telkomsel Surabaya Targetkan 2 Ribu Unit Gemini

Surabaya, Investor Daily (10/11/2009) – Telkomsel menggenjot penjualan BlackBerry Curve 8520 (Gemini) di Jawa Timur (Jatim). Operator telekomunikasi terbesar di Tanah Air itu menargetkan mampu menjual 2 ribu unit BlackBerry Gemini selama pameran di World Trade Center, Surabaya, yang berlangsung pada 7-15 November 2009.

“Paket bundling BlackBerry Gemini ini harganya kami potong, tapi kualitasnya tetap,” ujar Vice President Telkomsel Area Jawa Bali Gilang Prasetya di Surabaya, Kamis (5/11/2009).

Dia mengatakan, ceruk pasar di bisnis smartphone masih sangat besar, kendati juga banyak operator yang membidik segment tersebut. Saat ini pelanggan BlackBerry Telkomsel mencapai 180 ribu atau meningkat 500% dibanding jumlah pelanggan awal 2009. kontribusi area Jawa Bali sebesar 13%.

Peluncuran BlackBerry Gemini yang dibandrol sekitar Rp3 jutaan itu, lanjut Gilang, diharapkan mampu menggenjot penjualannya di Jatim. “Apalagi membangun social networking saat ini telah menjadi gaya hidup masyarakat,” jelas Gilang.

Untuk mendukung program tersebut, Telkomsel merilis beberapa paket layanan BlackBerry. Yakni, Paket Lifestyle dan Business. Sedangkan paket lengkap tetap ditawarkan dengan biaya berlangganan sebesar Rp8.000 (harian), Rp50 ribu (mingguan), dan Rp180 ribu (bulanan).

Biaya berlangganan Paket Lifestyle (chatting melalui BlackBerry messanger, Yahoo Messanger, Google talk, window live mesanger, serta akses social networking) adalah Rp3.000 untuk harian dan Rp20 ribu (mingguan) serta Rp65 ribu (bulanan). Sedangkan biaya berlangganan Paket Business (push email dan chatting) adalah Rp5.000 (harian), Rp28 ribu (mingguan), dan Rp65 ribu untuk bulan pertama dan bulan selanjutnya Rp80 ribu per bulan.

Untuk memasarkan BlackBerry Gemini tersebut, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) itu menawarkan sejumlah kemudahan pembelian. Untuk pembelian tunai, paket bundling tersebut dipasarkan dengan harga Rp3,2 juta (zal)

Read more.....

07 November 2009 Telkomsel Hadirkan Flash Berkecepatan 21 Mbps

Jakarta, Investor Daily (05/11/2009) – Telkomsel meluncurkan Next Generation Flash yang bisa menghadirkan akses internet mobile broadband berkecepatan hingga 21 megabit per detik (Mbps). Kehadiran teknologi High Speedy Packet Access (HSPA)+ ini menyusul tambahan frekuensi 3G sebesar 5 MHz dari pemerintah.

Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan, dengan tambahan kanal frekuensi 3G itu, kapasitas jaringan Telkomsel kini mampu melayani hingga 16 juta pelanggan data. Peluncuran Next Generation Flash ini juga sebagai rangkaian upaya menghadirkan layanan mobile broadband yang lebih berkualitas.

“Kami ingin memandu industri seluler memasuki era mobile broadband yang lebih berkualitas. Next Generation Flash ini sudah digelar di Jakarta, dan pada tahun ini juga akan dinikmati pelanggan Telkomsel di Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan. Pada tahun berikutnya, kami layani daerah-daerah lain,” kata dia.

Vice President Radio Access Engineering (RAE) area Jawa-Bali Venusiana mengatakan, untuk menghadirkan layanan HSPA+, Telkomsel harus meng-upgrade jaringan 3G yang kini didukung 4 ribuan Node B atau yang dikenal dengan base transceiver station (BTS) 3G. Upgrade itu menyangkut perangkat keras maupun lunak.

“Dana yang dibutuhkan untuk upgrade jaringan ke HSPA+ ini sekitar 10% dari total belanja modal Telkomsel yang tahun ini mencapai Rp13 triliun. Dana ini tidak termasuk untuk membangun Node-B baru,” kata dia.

Sarwoto mengatakan, jaringan 3G Telkomsel saat ini sudah melayani 24 kota di seluruh Indonesia dengan dukungan 4 ribu Node-B. Pada tahun ini, jumlah Node-B akan ditambah menjadi dua kali lipatnya. Setelah 3G, HSDPA, kini Telkomsel menggelar HSPA+. Telkomsel juga tengah melakukan uji coba teknologi GSM generasi keempat (4G) atau Long Term Evolution (LTE).

“Ini konsistensi Telkomsel dalam menerapkan roadmap teknologi GSM, 3G hingga 4G (LTE) yang mampu menghadirkan akses internet berkecepatan 100 Mbps,” kata dia.

Hanya saja, lanjut Sarwoto, pelanggan pascabayar Telkomsel (Kartu Halo) yang akan menikmati layanan HSPA+ ini secara optimum dibandingkan pelanggan prabayar (Simpati dan Kartu AS). “Pelanggan Kartu Halo akan mendapat kesempatan lebih besar dri pelanggan prabayar menikmati kecepatan akses internet tertinggi, bahkan hingga 21 Mbps,” kata dia.

Saat ini pelanggan Telkomsel mencapai 79 juta, dan pelanggan Flash mencapai 1,4 juta atau meningkat 700% dibanding posisi awal 2009 yang hanya 200 ribu. Sedangkan pelanggan data Telkomsel saat ini sekitar 10 juta. Potensi pengguna mobile broadband di Indonesia diperkirakan mencapai 5-6 juta pada akhir 2010. (rz)

Read more.....

04 November 2009 Putri Pariwisata Kunjungi Call Center Telkomsel

Jakarta, Investor Daily – Sebanyak 37 finalis Putri Pariwisata Indonesia 2009 mengunjungi call center Caroline Telkomsel, call center terbesar yang didukung lebih dari 4.500 petugas pelayanan yang siap melayani kebutuhan 79 juta pelanggan selama 24 jam nonstop.

Vice President Telkomsel Area Jabodetabek Jabar Irwin Sakti mengatakan, saat ini Telkomsel memiliki empat lokasi Caroline (Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan) dengan rata-rata trafik 1,5 juta telepon sehari atau 45 juta telepon per bulan. Ini menjadikan call center Telkomsel sebagai pusat layanan pelanggan online terbesar di Indonesia,” kata Irwin dalam siaran pers, Senin (3/11).

Call center Telkomsel telah dilengkapi sertifikasi manajemen mutu standar ISO 9001-2000 yang selalu mengupayakan First Call Solution. Yakni, memberikan solusi pada panggilan pertama pelanggan dengan didukung sistem interactive voice responce (IVR), call management system (CMS), hinggan quality assurance. (rz)

Read more.....

02 November 2009 Telkomsel paketkan Samsung Corby

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

Jakarta (30/10/2009): Samsung Indonesia menggandeng Telkomsel untuk memaket ponsel Samsung Corby di segmen konsumen remaja menangah bawah dengan target awal penjualan 100.000 unit.

Hioe An Kin, Head Of Departement Handheld Product PT Samsung Electronic Indonesia, menuturkan target 100.00 unit Corby dalam kerja sama paket tersebut merupakan target kuantitatif tahap awal.

“Permintaan ponsel ini kami perkirakan meningkat,” ujarnya

Menurut An Kin, untuk mendukung pemasaran, pihaknya secara serius menggarap strategi dari hulu ke hilir.

“Diantaranya dengan menggelar kampanye besar dan memperkuat brand awareness, untuk meraih posisi [pangsa pasar] terbesar kedua di Indonesia.”

Dia mengatakan strategi memasarkan Corby telah mempertimbangkan kelayakan segmentasi pasar dan dinilai pesat pertumbuhannya.

“Di pasar ini kami menawarkan peranti yang mudah [digunakan] dan terjangkau, berfitur Qwerty, dan layar sentuh yang lebih massal,” jelasnya.

Gideon Eddy Purnomo, VP Channel Management PT Telkomsel, menuturkan pihaknya akan menyediakan layanan dengan diskon 50% chatbox selama 6 bulan.

“Saat ini ponsel tidak sekadar dimanfaatkan sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai bagian gaya hidup,” ujarnya.

Samsung merilis 2 seri Corby, yaitu Corby TXT dan Corby yang mengadopsi teknologi layar sentuh penuh. Sebagai perbandingan, Corby TXT hanya menyediakan fitur keyboard qwerty saja.

Samsung Corby dipasarkan dengan sejumlah varian warna dan kelebihannya.

Read more.....

28 Oktober 2009 Bisnis Data

Telkomsel Flash Gaet 1,8 Juta Pelanggan

Jakarta, Kontan – Walaupun sempat mendapat protes dari pelanggan, PT Telkomsel rupanya masih optimistis produk modem mobile mereka bakal laris. Operator seluler itu memperkirakan, penjualan paket (bundling) modem dan layanan internet bergerak Flash akan melebihi target.

Keyakinan itu muncul lantaran sampai kuartal ketiga 2009, Telkomsel Flash sudah terjual kepada 1,8 juta pelanggan. Tahun ini, target pelanggan Telkomsel untuk produk ini cuma dua juta. Jadi, penjualan Telkomsel Flash sudah mencapai 90% dari target.

“Bulan Oktober ini, kemungkinan target sudah bisa dilewati,” kata GM Device Bundling Telkomsel Heru Sukendro, akhir pekan lalu. Karenanya, akhir tahun nanti, operator seluler yang juga memiliki merek Simpati itu meramal, penjualan Flash bisa mencapai 2,3 juta unit.

Telkomsel juga berani pasang target tinggi untuk tahun depan. Jika jumlah pelanggan tahun ini melampaui target, Heru menyebut tahun depan perusahaannya akan menargetkan menjaring tiga juta pengguna Flash baru.

Di kuartal empat 2009, Telkomsel sudah menyiapkan modem bundling sebanyak 30.000 unit untuk mendukung pencapaian target itu. Heru menilai kesuksesan penjualan modem bundling Flash banyak dibantu oleh paket harga murah yang diluncurkan bersama pabrikan Huawei, Bandluxe, dan Speed Up.

“Dulu kan harga modem bundling di atas Rp1 juta. Sekarang kisaran harganya Rp600.000 sampai Rp1,8 juta. Jadi ada banyak pilihan bagi konsumen,” tambah Heru. Menurutnya, pelanggan paling banyak meminati modem Rp600.000 sampai Rp800.000.

Melihat larisnya modem bergerak ini, Telkomsel akan memanjakan pelanggan internet aktifnya dengan merilis modem nirkabel atau Wi-Fi keluaran Huawei seharga Rp700.000 sampai Rp800.000 per unit. Selain itu, Telkomsel akan menjual nomor khusus internet tanpa bundling.

Sementara, pesaing utama Telkomsel dalam layanan internet bergerak, PT Indosat Mega Media (IM2) justru menargetkan pengguna produknya dapat naik hingga tiga kali lipat tahun depan. Tahun ini IM2 menargetkan bisa menggaet 600.000 pelanggan.

Sampai akhir kuartal tiga 2009 sendiri, IM2 sudah berhasil menggaet 400.000 pelanggan, atau sekitar 67% dari target. “Kami usahakan bisa mencapai target akhir tahun karena masih ada dua bulan tersisa,” kata Business Planning Development General Manager IM2 Hermanudin.

Hermanudin bilang, layanan IM2 dilego mulai Rp200.000 per bulan untuk paket tanpa modem sampai bundling dengan modem yang termurah Rp350.000 per bulan. Gentur Putro Jati

Read more.....

22 Oktober 2009 Telkomsel Hentikan Penjualan Fress

Jakarta, Investor Daily – Telkomsel mengentikan peredaran Kartu As Fress, kartu prabayar yang dilengkapi layanan mobile advertising untuk para pelanggan. Operator terbesar di Tanah Air itu ingin menyempurnakan business model dengan para pengiklan.

“Untuk sementara, peredaran kartu As Fress kami hentikan dulu. Ini bukan berarti, pelanggan yang ada tidak bisa menggunakan kartunya untuk berkomunikasi,” kata General Manager Marketing Communications Telkomsel Nirwan Lesmana kepada Investor Daily di Jakarta, pekan lalu.

Dia menjelaskan, sejak diluncurkan pertama kali pada September 2008, kini jumlah pelanggan kartu AS Fress telah mencapai 1,5 juta. Hanya saja, kartu telepon yang menjadi cikal bakal layanan mobile advertising itu belum maksimal, terutama dalam merekrut pengiklanan.

Perusahaan yang memanfaatkan telepon seluler (ponsel) sebagai media untuk mengiklankan produknya di Indonesia belum banyak. Dengan demikian, manfaat yang bisa diberikan kepada pelanggan belum optimal.

Pelanggan Kartu As Fress otomatis setuju menerima iklan yang dikirim melalui SMS, MMS, atau nada sambung pribadi (NSP). Untuk tahap awal, pelanggan hanya menerima maksimal lima kali (SMS atau MMS) per hari keculai NSP yang berlaku 24 jam. Sebagai bonusnya, pelanggan akan menerima gratis 100 SMS per bulan.

Meski dihentikan, lanjut Nirwan bukan berarti Telkomsel menutup rapat peluang untuk menggarap mobile advertising. “Penghentian ini cuma sementara, dan pelanggan kartu AS Fress yang kini sekitar 1,5 juta masih tetap kami layani. Tunggu saja versi terbarunya, kami masih kaji business model-nya, kok,” kata dia. (rz)

Read more.....

21 Oktober 2009 Telkomsel Hadirkan Layanan ESQ

Jakarta, Investor Daily (20/10/2009) – Dalam rangka menyediakan beragam informasi mengenai training motivasi bertaraf internasional, Telkomsel meluncurkan layanan ESQ melalui akses *165# langsung dari ponsel. Dengan laynan ini, pelanggan dapat memperoleh informasi layanan ESQ, antara lain berita terkini, jadwal training, registrasi training, training by voice, diskon training ESQ, serta konten-konten menarik, seperti wallpaper, ringtone, e-book, dan lain-lain.

Peluncuran layanan ESQ ini ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) oleh Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Herfini Haryono dan Presiden Direktur ESQ Ary Ginanjar Agustian.

“Kami memandang bahwa training berskala internasional seperti yang diselenggarakan ESQ ini sangat diminati. Terlebih lagi jumlah alumnus ESQ kini telah mencapai 686.000 orang dan bertambah sekitar 12.000 orang tiap minggunya,” kata General Manager Community Management & New Segment Telkomsel Yunita Primastuti di Jakarta, Jumat (16/10).

Sebagai penyedia layanan mobile lifestyle terbaik di Asia Pasifik, melalui layanan ini, pelanggan Telkomsel yang termasuk anggota komunitas ESQ dapat memperoleh update informasi sekaligus melatih self-improvement melalui konten-konten yang dapat dinikmati langsung melalui ponsel kapan pun dan di mana pun. (rz)

Read more.....

14 Oktober 2009 BRTI belum sikapi Flash

Telkomsel siap merestitusi kerugian pelanggan

Oleh Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia

Jakarta (13/10/2009): Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) belum mengambil sikap seputar pemangkasan bandwidth layanan Telkomsel Flash yang diduga merugikan konsumen meski kebijakan tersebut sudah berlaku sejak 1 September.

“Kami masih mengkaji persolan tersebut dan baru diputuskan melalui rapat pleno mengingat keputusan BRTI bersifat kolegial. Pleno sendiri belum dijadwalkan dalam waktu dekat karena masih menunggu ketua BRTI yang belum kembali dari tugasnya di Laos,” ujar anggota BRTI Heru Sutadi, kemarin.

Regulator sendiri sudah menerima klarifikasi dari Telkomsel sejak Jumat pekan lalu mengenai kebijakan pemotongan kuota fair usage dan bandwidth.

Heru mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan Telkomsel membicarakan masalah ini, tetapi keputusan mengenai masalah ini dari kacamata BRTI baru akan diumumkan setelah repat pleno.

“Kami jalankan sesuai dengan prosedur. Saat ini kami masih menganalisa. Pleno sendiri belum dijadwalkan dalam watku dekat, masih menunggu ketua BRTI kembali dari tugasnya di Laos,” ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Dia menjelaskan prosedur BRTI mulai dari memperoleh pengaduan atau temuan, klarifikasi, analisis, baru dibahas dalam pleno untuk mengambil keputusan.

BRTI menjelaskan dalam pertemuannya dengan Telkomsel, operator tersebut melakukan empat point klarifikasi. Pertama, secara volume, tidak ada pengurangan byte dalam paket layanan data yang diberikan, sehingga konsumen tetap membayar sama sesuai denga paket yang diambilnya.

Kedua, secara kecepatan bit rate akan terjadi penurunan jika penggunaan data oleh konsumen sudah mencapai titik treshold fair use. Telkomsel menjelaskan penurunan ini dilakukan untuk mengelola network dari trafik yang overload.

Ketiga, Telkomsel telah mengembalikan paket sesuai dengan kontrak lama sampai masa kontrak habis bagi pelanggan yang mengambil paket dengan modem. Khusus kontrak baru berlaku aturan baru. Keempat, Telkomsel berjanji akan merestitusi kerugian konsumen jika ada.

Lambatnya langkah BRTI disesalkan Indonesia Telecommunication User Group (Idtug) mengingat kerugian konsumen terus terakumulasi.

“Seharusnya regulator langsung bertindak meski belum ada laporan dari masyarakat, karena memang fungsi BRTI adalah untuk mengawasi dan mengayomi pengguna telekomunikasi,” tegas Sekjen Idtug Muhammad Jumadi.

Idtug menilai Telkomsel telah melanggar UU No.8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dan UU No.36 tentang Telekomunikasi dan telah dilaporkan secara resmi ke Kepolisian.

Kembalikan kuota
PT Telkomsel akhirnya mengembalikan kuota bandwidth layanan Internet bergerak Flash sesuai kontrak meski hanya berlaku 1 bulan.

Arief Pradetya, Manager Mobile Broadband Telkomsel, mengungkapkan pelanggan yang berlangganan paket Flash tanpa modem (tanpa kontrak) dikembalikan kuotanya menjadi 2 GB sejak 1 Oktober-31 Oktober.

“Ini lebih kepada penghargaan kepada pelanggan karena memang kemarin [pemangkasan kuota bandwidth] dilihat sangat mendadak. Namun, pada 1 November kami akan kembalikan lagi kebijakan kuota 500 MB untuk Basic, 1 GB untuk Advance, dan yang Pro tetap 2 GB,” ujarnya. (ARIF PITOYO) (fita.indah@bisnis.co.id)

Read more.....

08 Oktober 2009 Simpati PeDe Bundling dengan MicXon

Jakarta, Investor Daily – Telkomsel menghadirkan paket bundling dengan ponsel MicXon S908, ponsel Qwerty dual GSM yang dapat mengakses fitur Google Maps dan Office Document lengkap. Program bundling ini juga memberikan gratis akses internet dan SMS selama enam bulan.

General Manager Device Management Telkomsel Heru Sukendro mengatakan, paket bundling MicXon S908 dengan Simpati PeDe ini seharga Rp1,1 juta. Dalam paket itu sudah termasuk gratis internet 10 MB per bulan dan gratis 20 SMS selama enam bulan.

“Untuk menikmati bonus tersebut, pelanggan cukup mengisi pulsa Rp30.000 per bulan,” kata Heru di Jakarta, Selasa (7/10).

Selain itu, paket bundling ini juga sudah dilengkapi MicroSD 2 GB, akses ke Facebook, surfing internet melalui Opera Mini, chatting menggunakan Chatbox, layanan blogging My Pulau, serta layanan push mail Ring Email. (rz)

Read more.....

06 Oktober 2009 Telkomsel Mudik Bareng Gratis

Koran Tempo (03/10/2009) – Telkomsel kembali menggelar mudik bareng gratis yang tahun ini diikuti 7.133 orang. Tahun lalu jumlah peserta yang mengikuti mudik bareng Telkomsel berkisar 5.000 orang. “Dua ribu orang lebih banyak di banding tahun lalu,” kata Direktur Keuangan Telkomsel Triwahyusari.

Menariknya, ribuan pemudik itu menggunakan sarana transportasi terlengkap berupa mobil keluarga, motor, bus, kerea api, kapal laut, dan pesawat terbang.

Mudik bareng gratis diawali dengan melepas 500 pemudik menggunakan kereta api yang diberangkatkan lewat dua jalur utama, yakni jalur Utara (Argo Anggrek) melewati Pekalongan, Semarang, dan Surabaya, serta Jalur Selatan (Bima) melewati kota Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun, Kertosono, Jombang, dan Surabaya. Peserta mudik kereta api sebelumnya cukup menukarkan Telkomsel Poin-nya untuk mengikuti mudik gratis ini.

Sementara para pemudik bermotor Telkomsel diikuti 1.500 motor dan 3.000 pelanggan Telkomsel yang sudah mendaftar di GraPARI, diberangkatkan dari Sun City Square Bekasi pada tanggal 17 dan 18 September 2009.

Pengguna bus mudik Telkomsel diikuti oleh 2.500 pelanggan dan frontliner outlet, diberangkatkan tanggal 18 September 2009 dari Parkir Barat Senayan dengan delapan jalur tujuan mudik utama di sepanjang Jawa dan Sumatera. Pelanggan akan menggunakan bus eksekutif, sehingga pelanggan merasa nyaman selama mudik Lebaran.

Sedangkan pemudik kapal laut berjumlah 200 pelanggan, dan pemudik mobil pribadi Telkomsel sebanyak 30 Kijang Invova, dan 783 konsumen Telkomsel yang mudik dengan pesawat udara.

Melalui program Mudik Bareng Gratis ini, Telkomsel berupaya memberikan kepedulian dalam melayani masyarakat khususnya pelanggan Telkomsel, dimana mudik merupkan salah satu tradisi massal tahunan yang telah menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

“Kami berharap kepedulian ini dapat membantu pemerintah dalam melayani masyarkat, sehingga para pemudik mendapatkan kesempatan untuk pulang ke kampung halaman bersama rekan dan keluarga dengan aman dan nyaman,” ujar Triwahyusari. ■

Read more.....

03 Oktober 2009 ‘Telkomsel agar kembalikan bandwidth’

Oleh Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia

Jakarta (01/10/2009): Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mendesak PT Telkomsel mengembalikan layanan mobile broadband Flash sesuai perjanjian awal dengan para pelanggannya.

“Solusinya sebenarnya sangat mudah. Pengembalian bisa dilakukan dengan menambahkan kuota yang terpangkas di bulan selanjutnya atau memberikan insentif lain, seperti yang dilakukan operator lain jika layanannya bermasalah,” ujar anggota BRTI Heru Sutadi kepada Bisnis kemarin.

Regulator akan melihat terlebih dahulu langkah Telkomsel dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno yang juga Ketua Asosiasi Telekomikasi Seluler Indonesia (ATSI), tambah Heru, dalam berbagai kesempatan menginginkan industri menyelesaikan sendiri dulu setiap ada masalah dengan pelanggan.

BRTI berencana memanggil Telkomsel dan lembaga yang mewakili konsumen untuk menyelesaikan masalah pemangkasan kuota bandwidth layanan Internet Telkomsel Flash.

Heru berharap Telkomsel bisa menyelesaikan masalah ini dengan para pelanggan terlebih dahulu sebelum dilakukan klarifikasi pekan depan.

“Kami belum memperoleh laporan resmi dari para konsumen maupun lembaga yang mewakilinya, namun tetap akan ada tindak lanjut dari permasalahan ini,” ujarnya.

Telkomsel menurunkan kuota bandwidth untuk layanan Internet Telkomsel Flash miliknya mulai 1 September lalu. Namun, pemberitahuan baru dilakukan dua pekan kemudian .

Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan Telkomsel dengan senang hati akan memenuhi dan menjelaskan hak dan kewajiban operator dan konsumen dalam layanan mobile broadband Flash kepada regulator dan masyarakat agar semuanya jelas dan dapat di pakai untuk referensi industri.

“banyak aspek layanan broadband yang belum dimengerti masyarakat. Telkomsel berprinsip Indonesia harus didorong ke arah penggunaan layanan broadband yang produktif dan sustainabel untuk perkembangan ekonomi kreatif,” tuturnya. (ARIF PITOYO)

Read more.....