Oleh Fita Indah Maulani
Jakarta, Bisnis Indonesia – Tren pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi dalam 6 tahun ke depan di prediksi lebih condong mengembangkan kualitas layanan data dibandingkan dengan layanan suara.
Jakarta, Bisnis Indonesia – Tren pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi dalam 6 tahun ke depan di prediksi lebih condong mengembangkan kualitas layanan data dibandingkan dengan layanan suara.
Arjun Trivedi, Head of Indonesia Nokia Siemens Networks, mengatakan pertumbuhan trafik mobile data pada tahun lalu cukup signifikan di Indonesia, sesuai dengan tren global peningkatan kebutuhan layanan data melalui akses bergerak.
“Pendapatan para operator telekomunikasi dari layanan data di Indonesia juga terus tumbuh, mendekati pendapatan layanan suara,” ujarnya kemarin.
Pada tahun lalu, jumlah pengguna WCDMA (wideband code division multiple access) mencapai hingga 22,5 juta, pengakses layanan data melalui jaringan HSDPA (high speed downlink packet access) adalah sekitar 1,6 juta orang, sementara jaringan tetap pita lebar 1,7 juta orang.
Dalam beberapa tahun ke depan, lanjut Arjun, diperlukan investasi dalam jumlah dana ataupun cakupan jaringan yang signifikan untuk menjaga kualitas layanan data mengikuti kenaikan data trafik dan jumlah pasar yang terus berkembang.
Langkah investasi yang dilakukan langsung oleh para pemain swasta memang tidak mudah, karena dari sisi dana mereka harus mengeluarkan jumlah cukup besar, tetapi di sisi lain stimulus dari pemerintah diperlukan untuk mendorong industri.
Nilai belanja untuk pengembangan infrastruktur broadband di seluruh dunia hingga 6 tahun ke depan diperkirakan mencapai 20 miliar euro. Indonesia sendiri belum memiliki prediksi berapa besar belanja yang akan dikeluarkan oleh semua pihak.
“Mahalnya dana dan sumber daya yang harus dikeluarkan harus bisa menghasilkan pendapatan maksimal, untuk itu diperlukan langkah efisiensi ekstrem dari para pengusaha,” ujarnya.
Dia menjelaskan, para pengusaha harus menyiapkan desain besar seefisien mungkin, khususnya dalam aspek pembangunan infrastruktur baru.
0 komentar:
Posting Komentar