20 April 2009 TERBITKAN BUMN FUND I

Bahana Investment Incar Rp 200 Miliar

Jakarta, Investor Daily – PT Bahana TCW Investment Management kembali menerbitkan produk baru reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) atau private equity fund dengan target investasi Rp200 miliar. Produk yang diberi nama Bahana BUMN Fund I itu memiliki jangka waktu 3-5 tahun.

“Dana Bahana BUMN Fund I diinvestasikan pada portofolio efek, baik saham maupun surat utang perusahaan-perusahaan BUMN yang bergerak di sektor telekomunikasi dan turunannya, baik perusahaan publik maupun yang nonpublik,” ujar Direktur Bahana TCW Investment Management Edward P Lubis di Jakarta, Jumat (17/4).

Menurut Edward, RDPT tersebut diharapkan memberikan imbal hasil (yield) minimal 11%. Target investor RDPT BUMN Fund I adalah institusi BUMN dan Swasta. “Tapi biasanya yang mau berinvestasi adalah dana pensiun, asuransi dan yayasan,” katanya.

Ditanya mengenai peringkat (rating) Bahana BUMN Fund I, Edward Lubis mengungkapkan, rating tidak menjadi mandat RDPT tersebut, karena perusahaan-perusahaan di dalamnya bukan merupakan perusahaan publik.

Beberapa perusahaan telekomunikasi itu merupakan anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), antara lain PT Eratel Media Distrindo (V-Net), PT Sigma Citra Caraka (Sigma), dan PT Multimedia Nusantara (Metra).

Dia menambahkan, dana Bahana BUMN Fund I akan digunakan untuk membiayai bisnis sarana pendukung telekomunikasi, seperti transaksi e-commerce, pembangunan base transeiver station (BTS), layanan nilai tambah (value added services) seperti REG, Ring Tone, e-Banking, VSAT, EDC (peranti swipe card), dan pembuatan jaringan telekomunikasi.

Mengenai rencana berikutnya, Edward mengakui, Bahana masih memproses produk baru. Namun, dia belum bersedia mengungkapkan produk baru dimaksud.

Pada Desember 2008, Bahana juga meluncurkan produk RDPT Bahana Private Equity Pelabuhan yang berinvestasi pada proyek pembiayaan pembangunan pelabuhan khusus terminal pemasok untuk sektor minyak, gas dan pertambangan.

Pelabuhan itu berlokasi di daerah Penajam, Balikpapan, Kalimantan Timur senilai Rp650 miliar. Dari proyek itu, investasi yang ditawarkan kepada investor sebesar Rp325 miliar dengan kepemilikan saham mayoritas 60% berjangka waktu lima tahun.

“Hingga saat ini dana investasi yang telah didapat sekitar Rp205 miliar, mudah-mudahan dalam dua bulan ke depan bisa mencapai Rp235 miliar. Tahun ini, Bahana menargetkan dana kelola sekitar Rp10 triliun,” papar Edward.

Kabiro Pengelolaan Investasi Badan Pengawas Pasar Modal dan lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Djoko Hendratto menjelaskan, RDPT Bahana BUMN Fund I merupakan bukti bahwa pasar modal juga menyentuh sektor riil. “Selama ini banyak yang menilai pasar modal tidak pernah menyentuh sektor riil,” ujar Djoko. (yoy)

0 komentar: