17 Mei 2009 Ditopang Bisnis Sewa Menara

Kocek XL Tambah Tebal Rp 142 Milair

Rakyat Merdeka (15/5/2009) – Jasa sewa menara belakangan ini tumbuh jadi kantong bisnis yang menggiurkan. Bisnis ini bikin kantong operator telepon XL tambah tebal.

Betapa tidak, selama kuartal pertama 2009, XL berhasil menebalkan pundi-pundinya Rp142 miliar dari bisnis sewa menara. Angka itu, menjulang 682 persen jika dibandingkan kuartal yang sama tahun 2008 lalu sebesar Rp18 miliar.

“Kenaikan itu didorong kenaikan pendapatan percakapan seiring dengan kenaikan total outgoing minutes menjadi 263 persen,” kata Presiden Direktur XL Hasnusl Suhaimi di Jakarta baru-baru ini.

Menurut Suhaimi, selain terjadi lonjakan waktu percakapan, jumlah lokasi menara XL yang disewakan meningkat 159 persen dari 1.344 di kuartal pertama 2008 menjadi 3,478 pada kuartal pertama 2009. naiknya setoran sewa menara itu memberi kontribusi 10 persen terhadap pertumbuhan pendapatan usaha XL yang mencapai Rp2,926 triliun.

Selama ini, XL menyewakan menaranya pada sesama operator seperti Hutchison CP Telecommunication (Three), Natrindo Telepon Seluler (Axis), Bakrie Telecom (Esia Wifone) dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (Ceria).

Selain disewakan, ribuan menara XL digunakan sebagai infrastruktur dasar menunjang jaringan Base Transceiver Station (BTS) 2G dan 3G. Saat ini XL memiliki total 17.232 BTS dengan penambahan 503 unit BTS sepanjang kuartal pertama 2009.

Biaya Pelanggan
Di bagian lain, Hasnul mengatakan,. XL ingin menindaklanjuti fenomena calling card untuk mengurangi jumlah pelanggan yang terbiasa menggunakan kartu SIM kami sebagai calling card, yaitu mereka yang melakukan aktivasi kartu SIM baru, menggunakan kredit yang ada di kartu SIM, kemudian membuangnya,” katanya.

Menurut dia, segmen ini tidak menguntungkan buat dipertahankan. Sebagai langkah awal, XL mengambil inisiatif mengoptimalisasi suplai dan permintaan starter pack-nya di pasar dan meningkatkan ketersediaan produk XL serta mengontrol penyaluran starter pack di jaringan distribusinya. “Dengan melakukan strategi ini, kami bisa mengurangi biaya perolehan buat menambah pelanggan baru,” kata Hasnul. *DWI

0 komentar: