Jakarta, Republika (15/5/2009) – PT Telkom melalui divisi enterprise service menargetkan pendapatan layanan korporasi pada 2009 tumbuh sekitar 10 persen dibanding tahun lalu.“Pertumbuhan pendapatan segmen korporasi sebesar 10 persen di masa krisis seperti ini cukup bagus di tengah banyaknya sektor industri yang terpukul,” kata Asisten Vice President Business Solution Telkom, Natal Iman Ginting, di Jakarta, Kamis (14/5).
Menurut Natal, jumlah mitra Divisi Enterprises PT Telkom mencapai 6.000 perusahaan yang bergerak pada industri-industri keuangan dan perbankan, pemerintah dan keamanan, manufaktur, pertambangan dan konstruksi, perdagangan dan kawasan industri, serta perdagangan.
Selama ini diutarakan Natal, kontribusi pelanggan korporasi terhadap total pendapatan perseroan mencapai 25 persen. “Jika jasa sewa jaringan dimasukkan maka kontribusi divisi enterprises terhadap pendapatan Telkom (unconsolidated) bisa mencapai 51 persen,” katanya.
Menurut catatan, total pendapatan Telkom pada 2008 sebesar Rp63,74 triliun meningkat 2,5 persen ketimbang tahun sebelumnya. “Kami terus mencari celah sektor yang relatif tahan terhadap krisis dengan memberi solusi yang disesuaikan kebutuhan klien,” katanya.
Di sektor perbankan segmen Bank Prekreditan Rakyat (BPR) dikembangkan solusi Infonet. Infinet adalah layanan solusi ICT end to end yang dirancang untuk perbankan. Solusi ini hasil kolaborasi Telkom dengan anak usahanya Sigma dan Finnet.
Sementara itu Presiden Direktur Sigma, Djarot Subiantoro mengatakan, dengan solusi ini BPR tidak perlu mengeluarkan investasi besar untuk jaringan Teknologi Informasi.
Cukup berlangganan Rp3 juta-Rp12,5 juta per bulan, ujar Djarot, BPR sudah bisa memberikan layanan perbankan layaknya bank-bank besar. *ant/fir
0 komentar:
Posting Komentar