Aksi Korporasi Katarina Alokasikan US$12 Miliar Bangun 100.000 Menara
Katarina menunda investasi penambahan 40 tenaga ahli BTS. Hal itu disebabkan rencana IPO mundur dari jadwal semula semester satu menjadi semester dua 2009. padahal, perseroan tahun ini mendapat order pemasangan instalasi BTS senilai 90 juta – 120 juta dollar AS.
Katarina menunda investasi penambahan 40 tenaga ahli BTS. Hal itu disebabkan rencana IPO mundur dari jadwal semula semester satu menjadi semester dua 2009. padahal, perseroan tahun ini mendapat order pemasangan instalasi BTS senilai 90 juta – 120 juta dollar AS.
Jakarta, Koran Jakarta (18/5/2009) – Perusahaan jasa instalasi BTS, PT Katarina Utama, menunda rencana penawaran saham perdana atau IPO karena pasar dinilai belum kondusif. Akibatnya, rencana pengembangan usaha untuk menambah 40 tenaga ahli di bidang jasa instalasi BTS (Base Transceiver Station) tertunda.
Direktur Keuangan Katarina Utama, Mohd Sopiyan Mohd Rashdi, mengatakan rencana penawaran saham perdana terpaksa ditunda dari semester satu menjadi smester dua 2009 karena pasar dinilai belum kondusif. Oleh karena itu, rencana paparan publik yang semula akan dilakukan Maret ditunda menjadi semester kedua.
“Pasar belum kondusif sehingga IPO terpaksa ditunda dari semester satu menjadi semester dua ini,” katanya, Minggu (17/5/).
Perseroan, menurut dia, saat ini masih melakukan konsolidasi dan memantau perkembangan pasar sebelum penawaran saham perdana dilaksanakannya. Katarina Utama berencana melepas 400 juta saham atau 44 persen dari total saham milik perusahaan. PT Optima Kharya Capital Securities bertindah sebagai penjamin emisi.
Sopiyan mengatakan IPO perlu dilakukan karena pihaknya membutuhkan dana besar untuk ekspansi usaha, yakni investasi sumber daya manusia dengan menambah 40 tenaga ahli instalasi BTS. Perseroan saat ini baru memiliki 40 tenaga ahli.
Jumlah tenaga ahli itu dinilai masih kurang karena perseroan tahun ini mendapat order baru pemasangan 3.000-4.000 instalasi BTS dengan perkiraan nilai 90 juta – 120 juta dolar AS atau 990 miliar rupiah sampai 1,32 triliun rupiah dengan kurs 11.000 rupiah per dolar AS.
Dia menjelaskan pasar menara nirkabel menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat seiring dengan rencana 11 operator besar di Indonesia, antara lain Telkomsel, XL, Indosat, dan Axis, yang ingin memperluas jangkauan jaringan guna mendapatkan pasar lebih besar.
Perusahaan juga telah mengalokasikan belanja modalnya sekitar 12 miliar dollar AS untuk membangun 100.000 BTS sepanjang 2008-2010 dan mengalokasikan 4 miliar dollar AS untuk pelayanan jasa teknik.
Masih Berharap
Sementara itu, Vice President Investment Banking PT Optima Kharya Capital Securities, Mukti Wibowo Kamihadi, saat dikonfirmasi, mengatakan belum mengetahui rencana penundaaan IPO Katarina. Pihaknya masih berharap IPO Katarina dilakukan pada Juni.
Terkait penundaan paparan publik yang awalnya dilakukan Maret 2009, menurut dia, rencana itu memang ditunda karena perusahaan mengganti laporan keuangan yang akan dijadikan rujukan dalam IPO.
“Awalnya, Katarina akan menggunakan laporan keuangan September atau Oktober 2008, namun diganti menjadi Desember 2008 sehingga paparan publik juga ditunda sampai waktu yang belum ditentukan,” jelasnya.
IPO yang akan dilakukan Katarina, katanya, diyakini bakal sukses karena belum ada perusahaan yang listing di BEI pada sektor yang sama. Menurut dia, prospek usaha Katarina cukup prospektif karena pertumbuhan usahanya sejalan dengan pertumbuhan industri telekomunikasi yang saat ini sedang tumbuh pesat. *gus/E-7
Komentar/sara/kritik berita ini via
e-mail: redaksi@koran-jakarta.com,
fakx :021 3155 106
SMS: 0813 8181 7227
0 komentar:
Posting Komentar