Pemegang Obligasi Tunggu Proposal FREN Jakarta, Kontan (18/5/2009) – Pemegang obligasi rupiah PT Mobile-8 Telecom (FREN) mulai mengendurkan sikap. Mereka membuka peluang restrukturisasi obligasi asalkan memiliki dasar kuat.
Namun, mereka akan memutuskan sikap setelah melihat hasil uji tuntas bisnis dan keuangan FREN yang dilakukan Mandiri Sekutiras. Sekuritas plat merah itu juga bertindak selaku penasehat keuangan Mobile-8.
Sampai saat ini pemegang obligasi masih menanti proposal skema penyelesaian obligasi FREN. Dalam pertemuan dengan perwakilan pemegang obligasi FREN kemarin, Mandiri Sekuritas belum memaparkan skema penyelesaian obligasi Rp 675 miliar. Mandiri Sekuritas baru memaparkan kondisi industri telekomunikasi secara umum serta persoalan keuangan yang dihadapi FREN.
Direktur Investasi Dana Pensiun Krakatau Steel Pomosetikno berkata, para pemegang obligasi masih memberi waktu kepada Mandiri Sekuritas untuk menyelesaikan uji tuntas (due dilligence) keuangan FREN. Hasil uji tuntas bisnsi dan kantor FREN akan menjadi acuan sikap para pemegang obligasi.
Bisa saja kreditur FREN menyetujui restrukturisasi obligasi asalkan hasil due dilligence memperkuat pilihan itu. Keputusan itu akan ditentukan pada Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) kedua yang berlangsung akhir pada Juni 2009.
Maka itu, Pomosetiko berharap Mandiri Sekuritas menyelesaikan due dilligence keuangan Mobile-8 sebelum RUPO. “Tapi jika ternyata hasilnya Mobile-8 tidak bisa memberikan penyelesaikan yang baik, kami akan men-defult FREN,” kata Pomosetikso, kemarin.
Dana Pensiun Krakatau Steel termasuk salah satu pemilik oblikagi FREN. Dia memiliki obligasi FREN senilai Rp40 miliar.
Para pemegang obligasi akan bertemu kembali dan membahas penyelesaian obligasi FREN sekitar dua pekan lagi. Sejauh ini Mandiri Sekuritas dan FREN juga belum bersedia menjelaskan isi tawaran penyelesaian obligasi yang seret itu. *Rizki Caturini
0 komentar:
Posting Komentar