18 Mei 2009 PROYEK TELEPON PEDESAAN

Telepon Desa Mulai Beroperasi Pekan Ini

Jakarta, Kontan – Setelah terkatung-katung sejak dua tahun terakhir, akhirnya jaringan telepon pedesaan hasil universal service obligation (USO) akan mulai beroperasi pekan ini. Kalau tidak ada aral melindang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikan pengoperasian jaringan telepon yang akan menjangkau 43.000 desa terpencil di Indonesia, secara sibolis, di Jakarta, Rabu (20/5).

Proyek USO memang masih terus berjalan. Namun, sejumlah pelosok sudah terjangkau jaringan telepon USO ini, lewat kabel laut dan jaringan serat optik di darat. Nah, menurut Kepala Komunikasi dan Humas Departemen Komunikasi dan Informatika Gatot S. Dewa Broto, sebagai peresmian simbolis peluncuran USO, Presiden akan melakukan video conferrence dengan empat daerah terpilih yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Pertama, Desa Ranupani di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kedua, Desa Sekatak Puji di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur, yang berbatasan dengan Serawak, Malaysia. Ketiga, Desa Adaut, Maluku Tenggara. Terakhir, Desa Ubrud di Kabupaten Kerom, Papua, yang berbatasan dengan Papua Nugini.

Sebagai catatan, saat ini baru PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) yang memenangkan tender USO tahap I pada awal 2009 lalu.

Telkomsel menang tender untuk paket 1, 2, 3, 6 dan 7, yang meliputi wilayah Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. “Nilai total harga penawaran kami mencapai Rp1,7 triliun,” ungkap Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno. Lantaran telah memiliki kesiapan infrastruktur, Telkomsel yakin dapat menuntaskan proyek ini pada September 2009.

Kini, pemerintah juga tengah melakukan proses tender ulang untuk proyek USO paket 4 (Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara yang kini dinamai Paket 1 baru) senilai Rp 114,89 miliar, dan paket 5 (Papua dan Irian Jaya Barat yang kini dinamai Paket 2 baru) senilai Rp 159,87 miliar.

Kedua paket ini terbagi di 7.773 desa di wilayah Indonesia Timur. Tender ini kembali dibuka untuk semua operator dan penyelenggara jaringan telekomunikasi di Indonesia. Prakualifikasi ulang telah dimulai sejak 15 Mei lalu.

Telkomsel tak perlu ikut pengulangan prakualifikasi itu. “Kami tinggal tunggu lawan untuk mulai ikut tender USO tahap II,” ujar Sarwoto.

Jika gagal menghadirkan lawan bagi Telkomsel, bisa jadi proses pengulangan seleksi calon peserta tender terus berlangsung. “Sebab, penunjukkan langsung hanya bisa dilakukan setelah masuk tahap tender,” terang Gatot. Tapi, Gatot yakin hal itu tidak akan terjadi. *Nadia Citra Surya

0 komentar: