Oleh Imam Suhartadi dan Encep Saepudin
Jakarta, Investor Daily (19/5/2009) – Konsorsium Palapa Ring komit untuk memulai megaproyek tersebut pada tahun ini. Kendala pendanaan yang masih dihadapi anggota konsorsium akibat krisis ekonomi global akan diupayakan solusi penyelesaiannya dalam waktu dekat.
Jakarta, Investor Daily (19/5/2009) – Konsorsium Palapa Ring komit untuk memulai megaproyek tersebut pada tahun ini. Kendala pendanaan yang masih dihadapi anggota konsorsium akibat krisis ekonomi global akan diupayakan solusi penyelesaiannya dalam waktu dekat.
Demikian dikatakan juru bicara konsorsium Palapa Ring Rakhmat Djunaidi di Jakarta, akhir pekan lalu.
Seperti diketahui, megaproyek Palapa Ring adalah inisiatif pemerintah untuk membangun jaringan kabel serat optik sebagai tulang punggung (back bone) telekomunikasi nasional. Proyek ini akan menggelar kabel sepanjang 11 ribu kilometer di wilayah Indonesia timur yang menghubungkan Nusa Tenggara Timur-Papua-Maluku.
Dalam proyek Palapa Ring ada empat perusahaan yang menjadi anggota konsorsium yakni PT Telkom, PT Indosat, PT Excelcomindo Pratama (XL) dan PT Bakrie Telecom.
Pada awalnya, ada tujuh anggota konsorsium Palapa Ring, namun dalam perjalanan tiga anggota mengundurkan diri. Empat anggota yang tersisa berkomitmen menyediakan dana sebesar US$180 juta (Telkom US$90 juta, dan tiga anggota lainnya masing-masing US$30 juta). Namun, akibat krisis keuangang global, biayanya justru membengkak menjadi US$700 juta.
Menuruta Rakhmat, pemerintah sudah berdiskusi dengan seluruh anggota konsorsium yang tersisa soal kelanjutan Palapa Ring, termasuk masalah pembiayaan. Namun sayangnya, belum ada kemajuan yang berarti mengenai kelanjutan pembicaraan tersebut.
“Bahkan, soal penambahan anggota baru konsorsium belum ada pembicaraan kearah sana,” kata direktur corporate services PT Bakrie Telecom (Btel) itu.
Ketika disinggung soal kabar mundurnya XL dalam proyek tersebut, Rakhmat enggan menanggapinya. Alasannya, persoalan tersebut merupakan kebijakan internal perusahaan. “Itu kebijakan internal perusahaan lain, saya nggak bisa komentari,” ujarnya singkat.
Namun demikian, sejauh yang dia ketahui seluruh anggota konsorsium tetap bersepakat untuk melanjutkan proyek tersebut disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. “Maket proyek sesuai dana yang tersedia sudah kami selesaikan dan malah sudah dilaporkan ke Pak Menteri (Menkominfo Muhammad Nuh-red),” imbuhnya.
Untuk Btel, kata dia, menyiapkan dana dari belanja modal atau capital expenditure (capex) 2009 yang jumlahnya total US$ 600 juta untuk waktu tiga tahun agar tetap bisa melanjutkan proyek Palapa Ring.
“Kalau Bakrie Telecom tetap sama seperti yang lain, artinya kami akan mengambil dana dari capex,” tuturnya.
Ditempat terpisah, VP Corporate Communication Telkom Eddy Kurnia menyatakan, hingga kini BUMN ini tetap berkomitmen menyediakan dana untuk proyek Palapa Ring sesuai dengan perencanaan sebelumnya.
Namun, ketika ditanya apakah Telkom akan menambah dana agar proyek ini bisa berjalan, eddy tidak bisa memastikannya.
“Sebaiknya menunggu kajian terlebih dahulu untuk memutuskan penambahan atau mungkin pengurangannya,” kata Eddy.
Sementara itu, Direktur Utama PT Excelcomindo Pratama (XL) Hasnul Suhaimi mengatakan, perusahaannya ingin tetap bertahan menjadi anggota konsorsium Palapa Ring. Namun, diakuinya rugi selisih kurs Rp306 miliar di kuartal I-2009 ini membuat XL harus menyiapkan strategi baru untuk melanjutkan proyek tersebut.
“Dengan kerugian selisih kurs yang begitu besar, kita perlu kaji lagi segala kemungkinannya. Tetapi, pada prinsipnya kami ingin proyek ini terus berjalan,” ujarnya.
Kalau nanti proyek ini berjalan, sambung dia, pendanaan akan diambil dari tambahan injeksi capex tahun 2009. Capex XL tahun ini sekitar US$ 600-650 juta.
Hasnul menegaskan, perseroan sudah mengalokasikan sebagian dana untuk berkontribusi di Palapa Ring sebesar US$30 juta. “Pembayaran rencananya akan dicicil sepertiga setiap tahunnya selama tiga tahun,” imbuhnya.
0 komentar:
Posting Komentar