15 Mei 2009 Sigma Incar 50 BPR

Telkom incar pertumbuhan 10% dari segmen korporasi

Oleh Roni Yunianto

Jakarta, Bisnis Indonesia – PT Sigma Cipta Caraka, anak usaha PT Telkom Tbk, mengincar potensi sekitar 50 bank perkreditan rakyat (BPR) dari 2.000 BPR di Indonesia dengan menawarkan solusi Indonesia Financial Network (Infinet).

Djarot Subiantoro, President Direktur PT Sigma Cipta Caraka, mengatakan potensi itu didorong pertimbangan BPR tidak perlu mengaokasikan belanja modal besar untuk jaringan teknologi informasi.

“Hanya dengan berlangganan Rp3 juta – Rp12,5 juta per bulan, BPR sudah dapat memberikan layanan perbankan seperti bank-bank besar,” ujarnya kemarin.

Menurut dia, Infinet yang dirancang khusus itu merupakan layanan solusi menyeluruh meliputi solusi delivery channel, solusi inti perbankan maupun noncore banking, solusi perkantoran bank, operasi hingga solusi jaringan terkelola.

Saat ini, tuturnya, sudah ada tiga BPR menggunakan solusi Infinet dan ditargetkan akhir tahun ini sebanyak 50 BPR akan menggunakan solusi tersebut. “Kami berharap pendapatan 2009 dapat tumbuh 50% atau meningkat dari pendapatan tahun lalu yang mencapai US$30 juta,” ujarnya.

Infinet merupakan sinergi antara Telkom dan anak perusahaannya, PT Sigma dan Finnet Indonesia, yang diluncurkan di sela-sela penggelaran Asia Pacific Conference Exhibition (Apconex) 2009. Infinet diharapkan juga turut mendukung tercapainya program less cash society pemerintah di dunia perbankan Indonesia.

PT Sigma selama ini dikenal memimpin dalam penyediaan layanan teknologi komprehensif yang mencakup produk, aplikasi, sistem pengembangan dan pusat data di industri keuangan dengan telah menjaring lebih dari 70 lembaga perbankan dan lembaga keuangan atau multifinance di Indonesia.

Adapun, PT Finnet merupakan anak usaha Telkom yang fokus pada jasa pengelolaan transaksi keuangan seperti layanan e-transaction dan pembayaran mikro bagi entitas bisnis terutama institusi keuangan.

Agus F. Abdillah, Vive President Operation & Infrastructure PT Finnet Indonesia, mengatakan pembayaran mikro membuka peluang bisnis besar bagi Finnet.
“Kami berharap dalam kesempatan Apconex [Asia Pasific Conference and Exhibition] semakin banyak bank dan biller menjadi mitra penyelesaian transaksi,” ujarnya kepada Bisnis.

Finnet telah menjaring sebanyak 47 bank dari sekitar 130 bank dalam rekonsiliasi penyelesaian semua transaksi pembayaran yang dilakukan melalui kanal bank menyusul diraihnya izin sebagai penyedia layanan real time gross settlement (RTGS) nonbank.

Tumbuh 10% Natal Iman Ginting, Aisten Vice President Business Solution PT Telkom Tbk, menuturkan segmen BPR merupakan salah satu celah dari sektor yang tidak mengalami dampak pada masa krisis ini sehingga memungkinkan pihaknya meraih pertumbuhan.

“Meraih pertumbuhan pendapatan 10% dari segmen korporasi sudah cukup baik di tengah krisis yang memukul banyak sektor industri saat ini,” katanya.

Dengan proyeksi pertumbuhan 10%, Divisi Enterprise Service PT Telkom diperkirakan dapat meraih pendapatan dari segmen korporasi Rp8,25 triliun. (roni.yunianto@bisnis.co.id)

0 komentar: