15 Mei 2009 Telkomsel Makin Kokoh di Jawa Bali

Oleh Imam Ghozali

Surabaya, Investor Daily – Telkomsel makin kokoh sebagai market leader di area Jawa-Bali (Jateng, Yogya, Jatim, dan Bali Nustra). Saat ini, pelanggan Telkomsel di area Jawa-Bali mencapai 17,9 juta, jauh di atas pelanggan Indosat (8 juta), dan XL (7,5 juta).

Meski demikian, Telkomsel tidak secara utuh menguasai pasar di daerah-daerah pada area tersebut. XL, misalnya, hingga saat ini masih menjadi market leader di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Madura, dan Madiun. Indosat yang pada 2007 sempat mendominasi pasar di area Jawa Timur, kini masih melempem.

Pengamat telekomunikasi asal Surabaya Herry SW mengatakan, persaingan operator telekomunikasi di area Jawa Bali sempat memanas ketika Telkomsel gencar memperomosikan produk Simpati PeDe. Pada akhir 2008, Telkomsel di Jawa Timur makin mendominasi dan operator lain makin melempem.

Sedangkan Telkom menjadi market leader untuk layanan telepon nirkabel bermobilitas terbatas (FWA) dengan total pelanggan 4,3 juta. Pada akhir Juni ini, Telkom optimistis, pelanggan Flexi bakal menembus angka lima juta.

“Jatim dan Surabaya yang menjadi parameter persaingan sempat direbut Indosat lewat produk unggulannya IM3 yang booming di Surabaya dan kota besar Jatim. Namun Telkomsel dengan invasi produk Simpati Talkmania dan tarif yang kompetitif mampu merebut kembali. Sepertinya donimasi Telkomsel bakal sulit terkejar karena operator pesaing justru mengendurkan penetrasinya,” jelas Herry kepada Investor Daily, belum lama ini.

Manager Marketing Telkomsel area Jawa Bali Syaiful Bachri mengatakan, Telkomsel kembali menjadi market leader di area Jawa Bali secara keseluruhan pada kuartal IV-2008 dengan total pelanggan sebanyak 15,5 juta. Hingga kini, Telkomsel masih pemimpin pasar dengan total pelanggan 17,9 juta hingga April 2009.

“Telkomsel memperluas pasar dengan serius bidik pasar komunitas yang ternyata efektif memacu pelanggan baru sekaligus loyalitasnya. Tidak ada segmentasi komunitas tertentu, kami garap semua, mulai dari pendidikan, pesantren, hobi, koperasi, dan lain-lain,” kata Syaiful.

Syaiful tidak berani sesumbar tentang target pelanggan hingga akhir tahun ini. Namun, pencapaian dalam empat bulan terakhir ini yang berhasil menambah 2,2 juta pelanggan baru, ia amat optimistis. “Hasil empat bulan ini merupakan pencapaian yang bagus,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Indosat area Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara MS Sucahyo berkilah, tidak menjadi soal Indosat tidak lagi menjadi market leader di Jatim dan Surabaya seperti yang dicapai setahun lalu. Fokus Indosat saat ini bukan hanya pada pencapaian posisi sebagai market leader, melainkan pada peningkatan revenue.

Indosat ke depan, kata Sucahyo, berusaha menciptakan bagaimana pelanggan yang dimilikinya lebih produktif dan berkualitas dalam membelanjakan pulsa. “Namun demikian bukan berarti Indosat tidak perlu menambah pelanggan baru, melainkan yang benar produktif dalam rangka mendongkrak revenue. Tahun ini, kami tetap optimistis bisa tumbuh dalam kisaran double digit,” kata Sucahyo.

Salah satu langkah yang ditempuh Indosat adalah menghapus nomor yang tidak produktif. Jumlah nomor yang dihapus mencapai ratusan ribu nomor sehingga yang tersisa adalah pelanggan yang riil dan memberikan kontribusi pada kinerja perusahaan.

Sementara itu, Manager Management Service PT Excelcomindo Pratama area Timur Martono menegaskan, meski tidak market leader, XL tetap sebagai price leader. Operator XL ini mengklaim sudah lama menjadi market leader di daerah Bali, NTB, NTT, dan Madura. Sedangkan di Madiun dan beberapa daerah di pinggiran Jatim, XL mulai unjuk gigi.

“Tarif murah masih menjadi senjata menarik pelanggan baru ataupun akuisisi pelanggan operator lain. Tentu saja, kami mengiringi strategi tarif ini dengan perkuatan infrastruktur. Tahun ini kami tetap optimistis bisa memenuhi target yang ditentukan,” ujar Martono.

0 komentar: