Cirebon, Republika (18/5/2009) – Memperingati Hari Telekomunikasi Sedunia yang jatuh pada 17 Mei, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) bekali para guru dengan ilmu penangkal pengaruh buruk internet bagi anak-anak. Dari kegiatan tersebut, para guru diharapkan berperan besar untuk melindungi para muridnya dari berbagai pengaruh buruk internet.Pembekalan bagi para guru itu disampaikan dalam kegiatan CSR Program pendidikan Telkom-Republika ‘Bagimu Guru Kupersembahkan’, hasil kerja sama PT Telkom dah Harian Umum Republika di kantor Telkom Cirebon, Jumat-Sabtu (15-16 Mei 2009). Kegiatan yang telah memasuki tahap III angkatan X itu diikuti 50 orang guru dari 25 sekolah, baik tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), maupun sekolah menengah atas (SMA) di wilayah Cirebon.
Selain memberikan banyak manfaat positif, kata Vice President Public and Marketing Communication PT Telkom, Edy Kurnia, keberadaaan internet memang dapat pula memunculkan pengaruh negatif. Dia menyebutkan, salah satu pengaruh negatif itu adalah munculnya situs-situs pornografi yang dapat diakses secara bebas oleh para penggunanya.
“Hal ini dapat merusak moral, termasuk bagi anak-anak. Apalagi internet saat ini telah menjadi bagian hidup dalam keseharian anak-anak,” ujar Edy.
Karena itu, lanjut Edy, selain orang tua dan masyarakat, guru di sekolah pun memiliki peran yang besar untuk memberikan pendidikan penggunaan internet secara posistif dan sehat. Dia mengatakan, penggunaan internet secara positif dan sehat akan menjadi kunci untuk mengakses ilmu pengetahuan yang berbasis iman dan takwa.
“Untuk bisa mengambil peran itu, guru harus menguasai bidang teknologi informasi (internet),” tandas Edy.
Hal senada diungkapkan Director of Information Technology PT Telkom, Indra Utoyo. Dia menyatakan, dengan penguasaan teknologi informasi, para guru bisa membuka jalan bagi para muridnya untuk belajar sepanjang hidup dan tidak terbatas untuk ujian sekolah semata. Selain itu, gurupun bisa memberikan bimbingan agar murid-muridnya bisa menggunakan teknologi informasi secara bertanggung jawab. “Karena itu, guru jangan mengasingkan diri dari kemajuan teknologi informasi,” tegas Indra.
Pada acara itu, para guru juga menerima materi-materi lain dari ahli di bidangnya masing-masing. Mereka mendapatkan materi tentang kepribadian menarik oleh Leila Mona Ganiem, proses kreatif oleh Putu Wijaya, sistem informasi administrasi pendidikan oleh Rakhmad Januardy, penulisan populer oleh Arys Halman, dan komunikasi efektif oleh Shahnaz Haque. *lis
0 komentar:
Posting Komentar