08 Mei 2009 Telkom raih insentif pajak Rp256 miliar

Laba bersih 2008 menurun 18% menjadi 10,55 triliun

Oleh Sylviana Pravita R.K.N

Jakarta, Bisnis Indonesia – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mendapat insentif pajak penghasilan (PPh) sebesar Rp 256 miliar pada tahun lalu karena jumlah saham perseroan yang dimiliki oleh publik mencapai 40%.

Chief Financial Officer Telkom Sudiro Asno mengatakan lebih dari 300 pihak tercatat memegang saham itu, sehingga perseroan mendapat pemotongan PPh dari 28% menjadi 23% pada tahun lalu.

“Meski laba bersih perseroan menurun, kami mendapat pengurangan pajak 5% pada tahun buku 2008,” katanya kepada Bisnis kemarin.

BUMN telekomunikasi terbesar di Indonesia itu membukukan penurunan laba bersih 14% - 18% dari Rp12,86 triliun pada 2007 menjadi Rp 11,60 triliun-Rp10,55 triliun.

Menurut dia, penurunan laba bersih itu karena tergerus rugi kurs valuta asing yang diperkirakan mencapai Rp1 trliun pada tahun lalu.

Hingga kemarin, perusahaan yang mempunyai bobot terbesar terhadap indeks harga saham gabungan Bursa Efek Indonesia tersebut belum menyerahkan laporan keuangan 2008 yang diaudit kepada otoritas pasar modal. Menurut rencana, Telkom akan menyerahkan laporan keuangan itu bersamaan dengan laporan keuangan per 31 Maret 2009.

Berdasarkan materi presentasi perseroan yang akan disampaikan dalam Investor Day pada 11 Mei 2009, Telkom menyatakan meraih peningkatan pendapatan 1,8%-2,5% menjadi Rp61,37 triliun-Rp63,74 triliun.

Utang Rupiah
Komposisi utang perseroan pada 2008 didominasi oleh utang berdenominasi rupiah, yaitu 71%. Selanjutnya, dolar AS 21% dan Yen 8%.

Telkom ke depan berkomitmen untuk mencari sumber pandapatan baru (new wave) terkait dengan perolehan sumber pendapatan baru yang berhasil menyumbang 15% dari pendapan Telkom yang tidak terkonsolidasi pada tahun lalu.

Adapun, tahun ini perseroan berharap new wave dapat menyumbang 18%-20% dari pendapatan yang tidak dikonsolidasi pada 2009. Belanja modal perseroan tahun ini mencapai US$2,1 miliar.

Jumlah pelanggan seluler Telkom per 31 Desember 2008 naik 36,4% menjadi 65,3 juta dibandingkan dengan pelanggan pada 2007 sebesar 47,9 juta.

Pencapaian Telkom pada 2008 seiring dengan penggunaan belanja modal Telkom tahun lalu yang mencapai US$2 miliar dan dioptimalkan bagi pengembangan perseroan.

Analis saham Citi Karen Ang dan Anand Ramachandran dalam risetnya per 7 April 2009 mengatakan pendapatan dan laba bersih Telkom dipengaruhi oleh kompetisi dalam industri telekomunikasi yang mendorong Telkom untuk menurunkan tarif.

Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham emiten berkode TLKM ini melemah menjadi Rp7.750 dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya Rp7.850. Dengan mengacu pada harga saham itu, kapitaliasai pasar perseroan mencapai Rp156,24 triliun. (sylviana.pravita@bisnis.co.id)

0 komentar: