22 Mei 2009 TELKOMSEL MULAI REALISASIKAN PROGRAM USO

2010, Seluruh Desa Kring

Oleh Imam Ghozali

Lumajang, Investor Daily – Pemerintah menargetkan seluruh desa di Tanah Air sudah dapat menikmati akses telekomuniasi dan informatika pada akhir 2010. Sampai akhir 2009, sekitar 4.500 kecamatan di seluruh wilayah Indonesia diharapkan sudah bisa mendapatkan akses internet.

Demikian Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar usai peresmian program Universal Service Obligation (USO) tahap pertama di Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rbu (20/5). Dalam acara ini hadir Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno dan Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar.

Acara peresmian itu juga ditandai dengan video conference dari Desa Ranupane dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta.

Selain di Ranupane, komunikasi jarak jauh juga dilakukan dari tiga titik desa terpencil lainnya, yakni Desa Sekatak di Nunukan, Kaltim (perbatasan dengan Malaysia), Desa Adaud di Saumlaki, Ambon dan Desa Ubrub di perbatasan Papua Nugini.

Basuki menjelaskan, program USO sudah digagas sejak 2005, tapi baru terealisasi pada 2009 karena berbagai kendala, termasuk dalam pelaksanaan lelang. Awalnya, sasaran program USO mencapai hampir 43.000 desa, kemudian menyusut menjadi 38.000 desa dan terakhir tinggal sekitar 33.000 desa. “Penurunan jumlah desa yang menjadi sasaran program, karena sejumlah operator seluler terus memperluas jaringan keberbagai pelosok desa,” kata Basuki.

Pembangunan jaringan telekomunikasi di desa terpencil itu dibagi dalam tujuh blok (paket) dalam tender USO. Lima paket dimenangi Telkomsel, dan dua paket lagi (blok 4 dan 5) yang mencakup desa-desa di wilayah Maluku dan Papua hingga kini belum ada pemenang. Pada Juni atau Juli ini, pemerintah berharap sudah ada pemenang paket 4 dan 5 itu.

USO merupakan program pemerintah untuk menggelar akses telekomunikasi dan informatika di perdesaan. Selain layanan suara dan SMS, program ini juga dikembangkan kearah pelayanan akses internet. Program ini juga pengembangan dari program Telkomsel “Merah Putih” (Menempuh Daerah Pedesaan, industri terpencil dan bahari), yakni pembangunan jaringan telekomunikasi didaerah terpencil dan daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain.

Siapkan Rp 600 Miliar
Sementara itu, Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan, Telkomsel mendapat amanah untuk membangun jaringan telepon dan internet perdesaan pada 24 ribu desa lebih yang tersebar di seluruh Nusantara, kecuali Maluku dan Papua. Proyek senilai Rp1,6 triliun itu sudah mulai dikerjakan.

Sambil menunggu dana USO dari pemerintah itu turun, Telkomsel menyiapkan dana Rp600 miliar untuk pembangunan jaringan tahap awal. “Kami juga menggandeng 86 mitra kerja (vendor) untuk melaksanakan proyek ini,” kata Sarwoto.

Hingga pertengah Mei, sekitar 200 desa telah terpasang jaringan telekomunikasi dan diharapkan hingga akhir Juni mendatang bisa mencapai 2.400 desa. Setelah itu, pembangunan dipercepat hingga mencapai 4.000-5.000 desa setiap bulan untuk pemasangan repeater yang dilakukan empat vendor.

Sedangkan 6.000 desa lainnya yang membutuhkan akses satelit Vsat-IP, diharapkan dari enam vendor yang terlibat, masing-masing bisa menyelesaikan 400-500 desa. “Kalau semuanya lancar, sampai akhir 2009 sebanyak 24.056 desa sudah dapat menikmati akses telekomunikasi dan informatika,” ujar Sarwoto.

Telkomsel juga menambah manfaat program USO dengan menghadirkan Pusat Layanan Telekomunikasi dan Informasi pedesaan (Pusyantip), portal lumbung desa, dan desa pintar yang dilengkapi komputer serta internet.

0 komentar: