05 Agustus 2009 Hermis kembangkan aplikasi antisadap BlackBerry

Oleh Hery Lazuardi
Bisnis Indonesia

Jakarta: PT Hermis Consulting, anak perusahaan Grup Blue Bird yang bergerak di bidang konsultasi teknologi informasi, mengembangkan peranti lunak yang mampu mendeteksi aplikasi penyadapan BlackBerry.

Redmer Schukken, Managing Director for PT Hermis Consulting, mengatakan ancaman penyadapan terhadap konten BlackBerry makin besar seiring dengan maraknya aplikasi telepon seluler itu.

“Jenis ancaman baru terhadap perangkat BlackBerry cukup serius, apalagi mengingat pertumbuhan jumlah pengguna teknologi ini di Indonesia cukup pesat, terutama dari kalangan bisnis,” katanya kepada Bisnis pekan lalu.

Beberapa laporan memperkirakan penggunaan BlackBerry di negara ini melampaui 1 juta unit pada 2010. “Pasar BlackBerry makin besar, tetapi pengguna harus waspada terhadap aplikasi jahat yang dapat membongkar sistem keamanan perangkat itu,” katanya.

Pengembangan peranti lunak antisadap yang disebut Hermis SpyDetect itu, paparnya, dilatarbalakangi kasus yang dialami pengguna BlackBerry salah satu operator seluler di Uni Emirat Arab.

Kasus tersebut terjadi pada awal Juli 2009 ketika pengguna BlackBerry di negara Timur Tengah itu melaporkan kebocoran baterai yang serius pada perangkat mereka. Kejadian ini muncul setelah pengguna mengunduh upgrade aplikasi yang rutin dikirim oleh provider tersebut.

Berdasarkan laporan, kata Redmer, penyebab kebocoran baterei akibat upgrade tersebut merupakan spyware yang dirancang untuk mengirimkan e-mail keluar (outgoing) pengguna BlackBerry ke sebuah server induk, yang kemungkinan dimiliki provider itu.

Apalagi pengembang aplikasi itu adalah sebuah perusahaan yang memang menyediakan layanan penyadapan resmi. Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan bahwa upgrade itu dimaksudkan sebagai sanksi resmi untuk menyadap data pengguna BlackBerry.

“Akibatnya, konten e-mail atau data elektronik lainnya dari pengguna BlackBerry bisa disusupi. Apa pun keperluan dan legalitas dari penyadapan itu, pengguna kini sadar bahwa perangkat BlackBerry-nya tidak aman lagi,” kata Redmer.

Program jahat
Dia menjelaskan SpyDetect yang dikembangkan Divisi Penelitian Keamanan Hermis mampu mendeteksi program jahat tersembunyi, seperti Spyware dan malware, dari aplikasi BlackBerry yang akan diunduh.

Aplikasi antisadap itu dapat diunduh melalaui www.hermisconsulting.com ke perangkat BlackBerry, yang akan melaporkan semua program tersembunyi yang berhasil dideteksi.

“Jika pengguna curiga terhadap sebuah program tertentu, aplikasi itu akan menawarkan pilihan untuk menyingkirkan software itu,” jelas Redmer.

Dia mengungkapkan model yang dikembangkan Hermis yakni mendorong tim konsulting dengan menyampaikan informasi mutakhir kepada mereka mengenai ancaman (program jahat) yang ditemukan tim penelitian perusahaan.

“Model seperti ini memungkinkan kami untuk menyampaikan ide lebih baik kepada pelanggan mengenai ancaman di luar saat ini. Pelanggan kami juga akan mendapat keyakinan bahwa kami menguji coba sistem mereka dengan metode yang mutakhir.”

0 komentar: