19 Agustus 2009 Indosat & Telkom didesak segera kelola slot satelit

Slot terancam lepas lagi dari tangan RI

Oleh Fita Indah Maulani
Binis Indonesia

Purwakarta (18/08/2009) – PT Indosat Tbk didesak segera merealisasikan pengelolaan slot orbit satelit 150,5º BT bersama Telkom agar tidak terlepas lagi dari tangan Indonesia seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

“Pemerintah ingin slot yang sudah berhasil diselamatkan dengan susah payah jangan sampai tidak terisi. Konsorsium Indosat-Telkom harus segera menempatkan satelitnya di slot tersebut,” tutur Direktur Kelembagaan Internasional Ditjen Postel Ikhsan Baidirus, usai peresmian gedung satelit Palapa di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, kemarin.

Slot itu pernah lepas dari Indonesia sejak Agustus 2005 tetapi baru diketahui pemerintah pada Mei 2007. Saat itu pemerintah berupaya meregistrasi kembali (refilling) ke International Telecommunication Union (ITU), tetapi prosesnya lama.

Semula pemerintah menyerahkan hak pengelolaan slot satelit 150,5º BT kepada PT Satelindo, yang kemudian bergabung menjadi PT Indosat Tbk. Ditjen Postel mengklaim meski slot itu sebenarnya berakhir pada 2005, tetapi masih dimiliki Indonesia karena adanya komitmen Indosat untuk menempatkan satelit di slot itu.

“Tapi sejak berakhirnya batas waktu kepemilikan pada 2005, Indosat belum juga menepatkan satelit baru pada slot itu sehingga ITU menganggapnya tidak serius dalam mengembangkan satelit dan lebih fokus ke bisnis seluler,” ujar Ikhsan saat itu.

Indonesia berhasil menyelamatkan filling slot orbit satelit 150,5º BT melalui negosiasi yang alot dalam forum ITU-WRC (International Telecommunication Union-World Rediocommunication Conference), September 2007. Setelah penyelamatan itu, Indosat berkomitmen mengisi slot sebelum 2009, tetapi belakangan PT Telkom berminat mengelola slot 150,5º BT dengan mengirimkan proposal kepada Ditjen Postel sebagaimana yang dilakukannya terhadap slot orbit 118° BT yang sebelumnya hak pengelolaannya di tangan Indosat.

Pemerintah berencana menenderkan slot satelit yang sempat hilang itu, tetapi dengan terbentuknya konsorsium Telkom maka tender otomatis dibatalkan.

Prastowo M. Wibowo, Group Head Satelite and Submarine Cable PT Indosat Tbk, menjelaskan ada dua perusahaan yang menawarkan diri bergabung dalam konsorsium, tetapi belum ditindaklanjuti.

MoU sudah pada tahap draf, rencananya akan ditandatangani kuartal ini. Indosat menggunakan satelit di slot 150,5º untuk layanan seluler dan komunikasi data korporat, seperti perusahaan minyak.

Satelit Palapa D
Terkait dengan peluncuran satelit Palapa D, Direktur Utama PT Indosat Tbk Harry Sasongko mengatakan rencana pengerjaan satelit ini dimulai sejak 29 Juni 2007 dengan ditandatanganinya pesanan dengan mitra pengadaan dan peluncuran Thales Alenia Space, Prancis. “Satelit ini akan dimanfaatkan sebagai backbone untuk mendukung layanan Indosat lainnya seperti seluler, telepon tetap, dan data tetap.”

Satelit Palapa D memiliki cakupan jaringan Indonesia, Asia, Timur Tengah dan Indonesia. Biaya investasi yang dikeluarkan sebesar US$230 juta. Peluncuran akan dilaksanakan pada 30 Agustus atau 31 Agustus 2009, bergantung pada cuaca.
(ARIF PITOYO) (fita.indah@bisnis.co.id)

0 komentar: