19 Agustus 2009 Habiskan Investasi 230 Juta Dolar AS

Indosat Akan Sewakan Satelit Palapa D Agustus

PT Indosat Bakal meluncurkan satelit Palapa D akhir Agustus ini di China. Biaya pembelian satelit ini mencapai 230 juta dolar

Rakyat Merdeka (15/08/2009) – Satelit tersebut dibeli dari Prancis bulan Juli 2007. Presiden Direktur dan CEO Indosat Harry Sasongko mengatakan, Indosat akan menggunakan satelit ini untuk mengembangkan bisnis telekomunikasi seluler, telepon tetap dan data tetap.

“Dari kapasitas satelit itu yang digunakan Indosat hanya 40 persen. Sementara, 60 persennya lagi akan disewakan ke pihak lain baik dalam maupun luar negeri,” katanya di sela-sela peresmian gedung Palapa D di Purwakarta, Jawa Barat, kemarin.

Harry mengatakan, satelit ini akan beroperasi hingga 15 tahun ke depan dengan jangkauan meliputi wilayah Asia, Australia dan Timur Tengah.

Menurutnya, Satelit Palapa D merupakan pengganti satelit Palapa C yang masa operasionalnya akan berakhir pada 2011 mendatang. Meski rencananya akan diluncurkan akhir Agustus, namun kepastian peluncuran itu masih tergantung kondisi cuaca.

Selain itu, kata Harry, pihak Indosat telah menunjuk Thales Alenia Space France (TASF) sebagai mitra pengadaan dan peluncuran Satelit Palapa D. Satelit Palapa D ini memiliki kapasitas lebih luas dibanding satelit Palapa C2, yaitu 40 transponder terdiri dari 24 standar C-Band 11 ekstended C band serta 5 ku-Bank.

Dari 40 transporder tersebut, sekitar 40 persen akan digunakan untuk kepentingan Indosat di dalam negeri. Sedangkan sisanya akan disewakan ke pihak di luar Indosat baik dari dalam maupun luar negeri.

Satelit Palapa D ini nanti beroperasi di orbit 113 derajat Bujur Timur. Posisi ini saat ini masih ditempati Satelit Palapa C2. Sementara itu, Satelit Palapa C2 yang masih mempunyai masa aktif hingga dua tahun ke depan akan direlokasi ke orbit 150,5 derajat Bujur Timur yang sebelumnya ditempati Satelit Palapa C1.

Untuk mengawali peluncuran satelit ini, Indosat kemarin meresmikan gedung satelit Palapa D. Gedung itu digunakan untuk mengendalikan dan mengawasi trafik satelit Palapa D.

“Gedung satelit Palapa seluas 2.500 meter persegi ini terdiri dari berbagai ruang pengendalian dan pengawas seperti ruang communication, ruang kontrol satelit, dan ruang band Intermediate,” katanya. ■ DIN

0 komentar: