18 Agustus 2009 Kartu hangus Indosat 3 juta nomor

Kendati ARPU turun 25%, omzet Telkomsel naik 11,1%

Oleh Fita Indah Maulani & Sutarno
Bisnis Indonesia

Jakarta: PT Indosat Tbk optimistis ARPU (average revenue per user) belanja pulsa bulan pelanggan sepanjang semester I/2009 tetap meningkat, meski churn rate (jumlah kartu hangus) mencapai 3 juta nomor.

Fuad Fachroeddin, Group Head Integrated Marketing PT Indosat Tbk mengatakan pihaknya terus melakukan nilai tambah pada layanan meskipun posisi terif sudah termurah dibandingkan dengan operator telekomunikasi lainnya.

“Kartu hangus Indosat saat ini masih di bawah industri yang mencapai 12% dari jumlah kartu beredar, tetapi presentasinya di atas 10%,” ujarnya pekan lalu.

Indosat saat ini terus mengupayakan terjadinya elastisitas guna semakin meningkatkan ARPU. Besar ARPU semester I/2009 sendiri baru bisa diketahui 2 pekan lagi saat laporan kuartal II/2009 diumumkan.

Indosat kini berkonsentrasi meningkatakan ARPU dibandingkan dengan menambah pelanggan baru. Apalagi penambahan pelanggan baru tahun ini diperkirakan tidak sepesat tahun-tahun sebelumnya.

Penambahan pelanggan operator telekomunikasi pada dasarnya berasal dari tiga hal. Perluasan jaringan layanan yang kini akibat krisis ekonomi menekan belanja modal sehingga operator tidak bisa optimal melakukan perluasan jaringan.

Pelanggan baru biasa datang dari kelas menengah ke bawah atau kalsifikasi C dan D, tetapi krisis membuat mereka kini mengurangi belanja telekomunikasi. Terakhir penambahan pelanggan dari kalangan muda yang lebih melek teknologi.

Indosat sepanjang kuartal II/2009 diketahui menghapus sekitar 3 juta nomor pelanggan selulernya. Jumlah tersebut hampir sama dengan jumlah nomor hangus pada kuartal sebelumnya. Sepanjang semester I/2009 total nomor hangus Indosat mencapai 6,2 juta nomor.

“Demi mencari pengguna yang berkualitas, kuartal kedua ini kami kembali menghanguskan nomor pelanggan layaknya kuartal pertama lalu. Angkanya kurang lebih sama,” ungkap Chief Sales Officer Indosat, Syakieb Sungkar.

Indosat pada kuartal pertama 2009 lalu menghapus 3,2 juta nomor seluler miliknya. Sehingga dari 36,5 juta pelanggan pada akhir 2008, menyisakan 33,3 juta pelanggan di akhir kuartal I/2009 dan turun kembali menjadi 30,3 juta nomor. Namun, itu belum termasuk penambahan pelanggan baru yang berhasil diraih.

Syakieb, penghapusan nomor tidak berpengaruh pada penurunan ARPU, pendapatan per pelanggan operator ini malah mengalami kenaikan sepanjang kuartal II/2009 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Fuad menambahkan penjualan kotor operator ini akan mengalami lonjakan hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan waktu biasanya pada 2 pekan menjelang Lebaran. Saat ini masyarakat memperoleh tunjangan hari raya (THR) dan mengalokasikan anggaran cukup besar untuk sektor telekomunikasi.

“Kami sudah mengantisipasi sistem untuk bisa melayani pengiriman 450 juta pesan singkat per hari dalam menghadapi bulan puasa dan Lebaran,” ujarnya.

ARPU vs omzet
Penurunan ARPU merupakan sebuah konsekuensi logis dari sengitnya perang tarif murah antar operator seluler. Oleh karena itu, tekad Indosat untuk menggenjot ARPU bukan merupakan pekerjaan yang mudah.

Sebaliknya, Telkomsel menguasai lebih dari 60% pasar, sepertinya tidak telalu dipusingkan oleh penurunan ARPU. Selama Januari-Juni tahun ini, anak perutahaan PT Telkom ini hanya meraih ARPU Rp47.000 per bulan atau turun 25% dibandingkan dengan ARPU semester I/2008.

Akan tetapi, penurunan ARPU itu terkompensasi oleh kenaikan pelanggan rata-rata 45% dari tiga segmen pelanggan, yaitu kartuHALO (naik 6%), simPATI (81%), dan Kartu AS (-3%).

Itulah sebabnya, kendati ARPU turun 25%, Telkomsel mampu meraih pendapatan Rp13,53 triliun atau naik 11,1% dibandingkan dengan omzet semester I/2008 yang mencapai Rp12,177 triliun. (fita.indah@bisnis.co.id/sutarno@bisnis.co.id)

0 komentar: